4 menit baca 874 kata Diperbarui: 15 Januari 2026

🎯 Poin Penting tentang Greenshoe Option

  • Greenshoe Option adalah hak penjamin emisi untuk membeli saham tambahan dari perusahaan saat IPO.
  • Mekanisme ini bertujuan menstabilkan harga saham setelah penawaran umum perdana.
  • Jika permintaan investor tinggi dan harga saham naik, penjamin emisi dapat untung dengan membeli saham tambahan.
  • Jika harga saham turun, penjamin emisi tidak akan menggunakan haknya dan hanya membeli jumlah awal yang disepakati.
  • Greenshoe Option memberikan fleksibilitas dan perlindungan terhadap fluktuasi harga bagi perusahaan yang IPO.

📑 Daftar Isi

Apa itu Greenshoe Option?

Greenshoe Option adalah Greenshoe Option adalah hak penjamin emisi membeli saham tambahan dari perusahaan IPO, guna menstabilkan harga pasca penawaran.

Penjelasan Lengkap tentang Greenshoe Option

Apa itu Greenshoe Option?

Greenshoe Option, atau sering disebut sebagai over-allotment option, adalah sebuah mekanisme yang lazim digunakan dalam proses Penawaran Umum Perdana (IPO) saham di pasar modal. Istilah 'Greenshoe' sendiri berasal dari nama perusahaan Green Shoe Manufacturing Company yang pertama kali mempopulerkannya pada era 1960-an. Secara fundamental, Greenshoe Option memberikan hak khusus kepada underwriter atau penjamin emisi saham untuk membeli sejumlah saham tambahan langsung dari perusahaan yang sedang melakukan IPO, atau dari pemegang saham yang ada.

Tujuan dan Mekanisme Kerja Greenshoe Option

Tujuan utama dari penerapan Greenshoe Option adalah untuk mengelola dan mengimbangi potensi fluktuasi harga saham yang mungkin terjadi segera setelah saham tersebut diperdagangkan di pasar publik. Dalam proses IPO, para underwriter biasanya akan membeli sejumlah saham dari perusahaan penerbit dan kemudian menjualnya kembali kepada investor di pasar. Ketika permintaan dari investor ternyata sangat tinggi melebihi jumlah saham yang ditawarkan pada awalnya, underwriter dapat memanfaatkan Greenshoe Option.

Dengan adanya hak ini, underwriter dapat membeli saham tambahan dari perusahaan penerbit dengan harga yang sama seperti harga penawaran IPO. Jika harga saham di pasar sekunder kemudian bergerak naik di atas harga penawaran IPO, underwriter dapat membeli saham tambahan tersebut dengan harga 'murah' (harga IPO) dan menjualnya kembali di pasar dengan harga yang lebih tinggi, sehingga menghasilkan keuntungan. Mekanisme ini secara efektif membantu menjaga stabilitas harga saham di awal perdagangan.

Sebaliknya, jika harga saham pasca IPO justru turun di bawah harga penawaran, underwriter tidak akan menggunakan hak Greenshoe Option-nya. Dalam skenario ini, underwriter hanya akan membeli jumlah saham yang telah disepakati dalam perjanjian IPO awal. Hal ini melindungi underwriter dari kerugian jika pasar bereaksi negatif terhadap saham tersebut.

Manfaat Greenshoe Option

  • Bagi Perusahaan IPO: Memberikan fleksibilitas dan perlindungan terhadap volatilitas harga saham di periode awal pasca-IPO. Hal ini dapat meningkatkan kepercayaan investor terhadap kelancaran proses penawaran.
  • Bagi Underwriter: Memberikan peluang untuk mendapatkan keuntungan tambahan jika kondisi pasar menguntungkan, sekaligus meminimalkan risiko kerugian akibat penurunan harga saham.
  • Bagi Investor: Meskipun tidak secara langsung, mekanisme ini berkontribusi pada stabilitas harga saham di awal perdagangan, yang secara tidak langsung dapat memberikan rasa aman bagi investor baru.

Dalam konteks dunia trading dan investasi, pemahaman mengenai Greenshoe Option sangat relevan, terutama bagi investor yang berencana untuk berpartisipasi dalam IPO. Mengetahui apakah suatu perusahaan menggunakan opsi ini dapat memberikan wawasan tambahan mengenai potensi pergerakan harga saham setelah listing, yang menjadi pertimbangan penting dalam strategi investasi.

Cara Menggunakan Greenshoe Option

Greenshoe Option adalah instrumen yang digunakan oleh penjamin emisi dalam IPO, bukan oleh trader ritel secara langsung. Namun, investor ritel dapat memahaminya untuk menganalisis potensi pergerakan harga saham pasca-IPO.

  1. 1Langkah 1: Identifikasi apakah perusahaan yang akan IPO menggunakan Greenshoe Option (biasanya disebutkan dalam prospektus).
  2. 2Langkah 2: Pahami potensi konsekuensi dari penggunaan Greenshoe Option terhadap stabilitas harga saham di awal perdagangan.
  3. 3Langkah 3: Pertimbangkan implikasi Greenshoe Option terhadap potensi keuntungan atau kerugian penjamin emisi, yang bisa mencerminkan sentimen pasar.
  4. 4Langkah 4: Gunakan informasi ini sebagai salah satu faktor dalam analisis Anda sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada saham IPO.

Contoh Penggunaan Greenshoe Option dalam Trading

Misalnya, sebuah perusahaan teknologi 'Inovasi Digital Tbk.' melakukan IPO dengan harga penawaran Rp 1.000 per saham. Penjamin emisi (underwriter) diberikan Greenshoe Option untuk membeli tambahan 10% saham dari perusahaan jika permintaan tinggi. Setelah IPO, saham 'Inovasi Digital Tbk.' ternyata sangat diminati, dan harganya melonjak menjadi Rp 1.200 di pasar sekunder. Dalam kasus ini, underwriter akan menggunakan hak Greenshoe Option-nya untuk membeli saham tambahan dari perusahaan dengan harga Rp 1.000 dan menjualnya di pasar pada harga Rp 1.200, menghasilkan keuntungan Rp 200 per saham dari opsi tersebut. Sebaliknya, jika harga saham turun menjadi Rp 900, underwriter tidak akan menggunakan haknya dan hanya membeli jumlah saham IPO awal.

Istilah Terkait

Pelajari juga istilah-istilah berikut untuk memperdalam pemahaman Anda: IPO (Initial Public Offering), Underwriter, Penjamin Emisi, Pasar Modal, Saham, Volatilitas Harga

Pertanyaan Umum tentang Greenshoe Option

Siapa yang mendapatkan keuntungan dari Greenshoe Option?

Keuntungan dari Greenshoe Option, jika ada, diperoleh oleh penjamin emisi (underwriter) ketika mereka dapat membeli saham tambahan dengan harga IPO dan menjualnya di pasar dengan harga yang lebih tinggi.

Apakah semua IPO menggunakan Greenshoe Option?

Tidak, tidak semua IPO menggunakan Greenshoe Option. Penggunaannya tergantung pada kesepakatan antara perusahaan yang IPO dan penjamin emisinya, serta strategi penjamin emisi untuk mengelola risiko.

Bagaimana Greenshoe Option mempengaruhi harga saham pasca-IPO?

Greenshoe Option dapat membantu menstabilkan harga saham di awal perdagangan. Jika permintaan tinggi, penjamin emisi dapat membeli saham tambahan untuk memenuhi permintaan tersebut, mencegah lonjakan harga yang berlebihan. Sebaliknya, jika harga turun, opsi ini tidak akan digunakan, membatasi kerugian bagi penjamin emisi.