4 menit baca 856 kata Diperbarui: 15 Januari 2026
🎯 Poin Penting tentang Gresham's Law
- Uang buruk (bernilai rendah/tidak stabil) lebih sering digunakan dalam transaksi.
- Uang baik (bernilai tinggi/stabil) cenderung disimpan atau diinvestasikan.
- Fenomena ini didorong oleh keinginan individu mempertahankan aset berharga.
- Dapat menyebabkan inflasi dan merugikan perekonomian jika tidak dikelola dengan baik.
📑 Daftar Isi
Apa itu Gresham's Law?
Gresham's Law adalah Gresham's Law menyatakan uang buruk mengusir uang baik, di mana mata uang bernilai rendah lebih sering digunakan daripada yang bernilai tinggi.
Penjelasan Lengkap tentang Gresham's Law
Gresham's Law adalah prinsip ekonomi yang pertama kali dirumuskan oleh Sir Thomas Gresham pada abad ke-16. Hukum ini menjelaskan fenomena dalam sistem moneter di mana dua jenis mata uang dengan nilai intrinsik yang berbeda beredar bersamaan. Inti dari hukum ini adalah pernyataan bahwa 'uang buruk mengusir uang baik' (bad money drives out good).
Konsep Uang Buruk dan Uang Baik
Dalam konteks Gresham's Law:
- Uang Buruk: Merujuk pada mata uang yang memiliki nilai intrinsik yang lebih rendah, atau nilainya cenderung tidak stabil dan tergerus oleh inflasi. Contohnya adalah koin yang dibuat dari logam yang lebih murah daripada nilai nominalnya, atau mata uang yang nilainya terus menurun akibat kebijakan ekonomi yang kurang tepat.
- Uang Baik: Merujuk pada mata uang yang memiliki nilai intrinsik yang lebih tinggi, stabil, atau didukung oleh aset berharga seperti emas atau perak. Mata uang ini dianggap lebih aman dan berpotensi mempertahankan nilainya dalam jangka panjang.
Mekanisme Terjadinya Gresham's Law
Mekanisme di balik hukum ini adalah naluri ekonomi individu untuk memaksimalkan keuntungan dan meminimalkan kerugian. Ketika ada dua jenis mata uang yang beredar, orang cenderung akan:
- Menggunakan Uang Buruk untuk Transaksi: Karena nilainya lebih rendah atau cepat tergerus, uang buruk lebih disukai untuk digunakan dalam pembayaran sehari-hari. Ini karena pengguna tidak merasa kehilangan nilai yang signifikan jika menggunakan uang ini.
- Menyimpan atau Menginvestasikan Uang Baik: Sebaliknya, uang yang dianggap 'baik' karena nilainya tinggi dan stabil akan cenderung disimpan sebagai aset berharga, diinvestasikan, atau bahkan diekspor jika memungkinkan. Individu ingin mempertahankan aset yang nilainya cenderung utuh atau meningkat.
Dampak pada Perekonomian
Jika Gresham's Law beroperasi secara dominan dalam suatu perekonomian, dampaknya bisa sangat merugikan:
- Kelangkaan Uang Baik: Uang baik akan menghilang dari peredaran aktif dan hanya tersimpan, sehingga sulit untuk digunakan dalam aktivitas ekonomi sehari-hari.
- Inflasi yang Meningkat: Dengan dominasi uang buruk dalam transaksi, nilainya akan terus tergerus, mendorong kenaikan harga barang dan jasa secara umum, yang dikenal sebagai inflasi.
- Ketidakstabilan Moneter: Hilangnya kepercayaan terhadap mata uang yang beredar dapat menyebabkan ketidakstabilan dalam sistem keuangan suatu negara.
Oleh karena itu, penting bagi pemerintah dan otoritas moneter untuk menjaga stabilitas nilai mata uang dan memastikan bahwa nilai intrinsik mata uang yang beredar sesuai atau mendekati nilai nominalnya untuk mencegah terjadinya fenomena Gresham's Law.
Cara Menggunakan Gresham's Law
Dalam konteks trading forex, memahami Gresham's Law membantu analis mengantisipasi pergerakan mata uang berdasarkan persepsi nilai dan stabilitasnya, terutama saat terjadi ketidakpastian ekonomi global atau domestik.
- 1Identifikasi mata uang yang dianggap 'baik' (stabil, didukung fundamental kuat) dan 'buruk' (tidak stabil, rentan inflasi).
- 2Perhatikan bagaimana pasar cenderung mengalirkan modal, apakah ke aset yang dianggap aman atau justru ke aset yang lebih spekulatif.
- 3Analisis aliran dana ini dapat memberikan petunjuk tentang mata uang mana yang akan lebih banyak diperdagangkan (uang buruk) dan mana yang akan cenderung dipegang (uang baik).
- 4Gunakan pemahaman ini sebagai salah satu faktor dalam strategi trading, misalnya mencari peluang pada mata uang yang dianggap 'buruk' karena potensinya untuk diperdagangkan secara aktif, atau justru mencari perlindungan pada mata uang 'baik' di saat pasar bergejolak.
Contoh Penggunaan Gresham's Law dalam Trading
Bayangkan sebuah negara mengalami inflasi tinggi dan ketidakpastian politik. Mata uang lokalnya (uang buruk) cenderung cepat terdepresiasi. Para investor dan masyarakat akan cenderung menukar mata uang lokal mereka dengan mata uang asing yang dianggap lebih stabil seperti Dolar AS atau Euro (uang baik) untuk disimpan atau diinvestasikan. Akibatnya, permintaan Dolar AS atau Euro akan meningkat, sementara mata uang lokal semakin tertekan di pasar forex, mencerminkan prinsip Gresham's Law.
Istilah Terkait
Pelajari juga istilah-istilah berikut untuk memperdalam pemahaman Anda: Inflasi, Nilai Intrinsik, Mata Uang Stabil, Mata Uang Komoditas, Perdagangan Forex, Analisis Fundamental
Pertanyaan Umum tentang Gresham's Law
Apakah Gresham's Law masih relevan di era mata uang digital?
Konsep dasar Gresham's Law tetap relevan. Meskipun bentuk 'uang buruk' dan 'uang baik' bisa berbeda (misalnya, mata uang fiat vs. kripto tertentu yang dianggap tidak stabil), prinsip bahwa aset yang dianggap kurang bernilai akan lebih sering digunakan untuk transaksi, sementara aset yang lebih bernilai akan disimpan, masih dapat diamati.
Bagaimana pemerintah mencegah efek Gresham's Law?
Pemerintah mencegahnya dengan menjaga stabilitas ekonomi, mengendalikan inflasi, dan memastikan kebijakan moneter yang kredibel. Ini termasuk menjaga nilai mata uang agar tidak tergerus terlalu cepat dan mempertahankan kepercayaan publik terhadap sistem keuangan.
Apakah Gresham's Law hanya berlaku untuk mata uang fisik?
Tidak, Gresham's Law dapat berlaku dalam berbagai bentuk pertukaran nilai, termasuk aset keuangan. Jika ada dua aset yang dapat diperdagangkan, salah satunya dianggap lebih berisiko atau memiliki potensi penurunan nilai lebih tinggi, aset tersebut cenderung akan lebih cepat diperdagangkan, sementara aset yang dianggap lebih aman akan cenderung dipegang.