4 menit baca 732 kata Diperbarui: 15 Januari 2026

🎯 Poin Penting tentang Gross Receipts

  • Gross Receipts adalah total pendapatan kotor dari transaksi trading atau investasi.
  • Mencakup semua pendapatan dari jual-beli aset, dividen, bunga, atau distribusi capital gain.
  • Merupakan indikator awal untuk mengukur efektivitas dan keuntungan strategi.
  • Belum memperhitungkan biaya-biaya seperti komisi, pajak, dan biaya transaksi.
  • Perlu dibandingkan dengan Net Receipts untuk mengetahui laba bersih yang sebenarnya.

📑 Daftar Isi

Apa itu Gross Receipts?

Gross Receipts adalah Gross Receipts adalah total pendapatan kotor dari aktivitas trading atau investasi sebelum dikurangi biaya. Ukuran penting untuk evaluasi kinerja.

Penjelasan Lengkap tentang Gross Receipts

Dalam dunia forex dan investasi, Gross Receipts merujuk pada jumlah total pendapatan atau penghasilan kotor yang dihasilkan dari serangkaian aktivitas trading atau investasi sebelum adanya pemotongan biaya-biaya terkait.

Apa itu Gross Receipts?

Secara sederhana, Gross Receipts adalah angka pendapatan tertinggi yang diterima dari suatu transaksi atau portofolio. Dalam konteks trading forex, ini bisa berarti total keuntungan dari semua posisi trading yang ditutup dalam periode tertentu. Jika Anda berdagang saham, ini akan mencakup semua uang yang Anda terima dari penjualan saham ditambah dividen yang Anda terima. Untuk investor obligasi, ini mencakup kupon bunga yang dibayarkan dan setiap keuntungan dari penjualan obligasi.

Komponen Gross Receipts dalam Trading dan Investasi:

  • Pendapatan Transaksi Jual-Beli: Keuntungan yang diperoleh dari selisih harga jual dan harga beli aset (saham, forex, komoditas, dll.).
  • Dividen Saham: Bagian laba perusahaan yang dibagikan kepada pemegang saham.
  • Bunga Obligasi: Pembayaran bunga yang diterima dari kepemilikan obligasi.
  • Distribusi Capital Gain: Keuntungan dari penjualan aset dalam reksa dana atau ETF yang didistribusikan kepada investor.

Pentingnya Gross Receipts dalam Analisis Keuangan:

Gross Receipts adalah metrik fundamental untuk menilai performa awal dari sebuah strategi trading atau portofolio investasi. Dengan menganalisis jumlah pendapatan kotor, seorang trader atau investor dapat:

  • Mengevaluasi Efektivitas Strategi: Memahami seberapa besar potensi pendapatan yang dihasilkan oleh metode trading yang diterapkan.
  • Mengukur Potensi Keuntungan: Memberikan gambaran awal tentang seberapa menguntungkan aktivitas yang dilakukan.
  • Dasar Perhitungan Rasio Profitabilitas: Gross Receipts menjadi dasar perhitungan rasio penting seperti Gross Margin atau Gross Profit Margin, yang menunjukkan persentase pendapatan kotor yang berhasil dikonversi menjadi laba sebelum dikurangi biaya operasional dan lainnya.

Perbedaan Krusial: Gross Receipts vs. Net Receipts

Penting untuk diingat bahwa Gross Receipts belum dikurangi dengan berbagai pengeluaran yang timbul dari aktivitas trading atau investasi. Biaya-biaya ini meliputi:

  • Komisi broker
  • Biaya transaksi (spread, slippage)
  • Pajak penghasilan dari trading
  • Biaya administrasi atau pengelolaan dana

Oleh karena itu, untuk mendapatkan gambaran keuntungan yang sesungguhnya, analisis harus dilanjutkan dengan menghitung Net Receipts (pendapatan bersih). Net Receipts adalah Gross Receipts setelah dikurangi semua biaya-biaya tersebut, yang secara akurat mencerminkan laba bersih yang dinikmati oleh trader atau investor.

Cara Menggunakan Gross Receipts

Gunakan Gross Receipts sebagai indikator awal untuk mengukur potensi pendapatan dari aktivitas trading atau investasi Anda, namun selalu bandingkan dengan Net Receipts untuk gambaran keuntungan yang sebenarnya.

  1. 1Identifikasi semua sumber pendapatan dari aktivitas trading atau investasi Anda (misalnya, keuntungan dari penutupan posisi, dividen).
  2. 2Jumlahkan semua pendapatan tersebut untuk mendapatkan Gross Receipts Anda.
  3. 3Catat semua biaya yang dikeluarkan terkait dengan aktivitas tersebut (komisi, pajak, dll.).
  4. 4Hitung Net Receipts dengan mengurangi total biaya dari Gross Receipts untuk mengetahui laba bersih Anda.

Contoh Penggunaan Gross Receipts dalam Trading

Seorang trader forex menutup bulan dengan total keuntungan dari penjualan EUR/USD sebesar $1.200 dan dari penjualan GBP/JPY sebesar $800. Total Gross Receipts bulan ini adalah $1.200 + $800 = $2.000. Namun, ia juga mengeluarkan biaya komisi sebesar $150 dan biaya spread rata-rata $100. Maka, Net Receipts (laba bersih) adalah $2.000 - $150 - $100 = $1.750.

Istilah Terkait

Pelajari juga istilah-istilah berikut untuk memperdalam pemahaman Anda: Net Receipts, Gross Margin, Profitabilitas, Trading Forex, Investasi, Biaya Transaksi, Dividen, Capital Gain

Pertanyaan Umum tentang Gross Receipts

Apakah Gross Receipts sama dengan keuntungan bersih?

Tidak. Gross Receipts adalah pendapatan kotor sebelum dikurangi biaya, sedangkan keuntungan bersih (Net Receipts) adalah pendapatan setelah semua biaya dipotong.

Mengapa Gross Receipts penting jika bukan laba bersih?

Gross Receipts penting sebagai indikator awal potensi pendapatan dan efektivitas strategi sebelum memperhitungkan biaya-biaya yang mungkin bervariasi.

Bagaimana cara menghitung Gross Receipts dalam trading forex?

Jumlahkan semua keuntungan dari posisi trading yang telah ditutup dalam periode tertentu. Jangan sertakan keuntungan dari posisi yang masih terbuka.

Apakah dividen termasuk dalam Gross Receipts?

Ya, dividen yang diterima dari kepemilikan saham atau reksa dana termasuk dalam perhitungan Gross Receipts jika Anda berinvestasi di instrumen tersebut.