4 menit baca 900 kata Diperbarui: 15 Januari 2026

🎯 Poin Penting tentang Gross Spread

  • Gross spread adalah perbedaan antara harga jual (bid) dan harga beli (ask) suatu aset keuangan.
  • Ukuran gross spread bisa dalam persentase atau poin, dihitung dari selisih harga dibagi harga permintaan.
  • Istilah ini sangat relevan di pasar obligasi, mencerminkan biaya transaksi dan potensi risiko.
  • Spread yang lebih besar mengindikasikan biaya transaksi yang lebih tinggi dan potensi likuiditas yang lebih rendah.
  • Memahami gross spread membantu trader menghitung biaya dan mengoptimalkan keputusan transaksi.

📑 Daftar Isi

Apa itu Gross Spread?

Gross Spread adalah Gross spread adalah selisih antara harga penawaran (bid) dan permintaan (ask) instrumen keuangan, mencerminkan biaya transaksi dan likuiditas pasar.

Penjelasan Lengkap tentang Gross Spread

Gross spread, dalam konteks trading dan investasi, merujuk pada perbedaan fundamental antara harga di mana seorang investor dapat menjual suatu aset keuangan (harga penawaran atau bid price) dan harga di mana investor dapat membelinya (harga permintaan atau ask price). Selisih ini secara efektif merupakan biaya transaksi awal yang harus ditanggung oleh partisipan pasar.

Apa itu Gross Spread?

Secara sederhana, gross spread adalah margin yang diambil oleh perantara atau pasar itu sendiri dari setiap transaksi. Ini adalah cerminan langsung dari dinamika penawaran dan permintaan serta efisiensi pasar.

Bagaimana Gross Spread Dihitung?

Gross spread umumnya diukur dalam dua cara:

  • Dalam Poin (Points): Ini adalah selisih absolut antara harga permintaan (ask) dan harga penawaran (bid). Misalnya, jika harga permintaan EUR/USD adalah 1.1205 dan harga penawarannya adalah 1.1203, maka gross spread-nya adalah 0.0002 poin atau 2 pips.
  • Dalam Persentase (%): Untuk mendapatkan nilai persentase, selisih harga (ask - bid) dibagi dengan harga permintaan (ask), lalu dikalikan 100%. Rumusnya adalah: ((Ask Price - Bid Price) / Ask Price) * 100%.

Relevansi Gross Spread di Pasar Berbeda

Gross spread memiliki tingkat relevansi yang bervariasi tergantung pada jenis pasar:

  • Pasar Obligasi (Surat Utang): Gross spread seringkali lebih signifikan di pasar obligasi. Perbedaan antara harga beli dan jual obligasi bisa lebih besar karena likuiditas yang umumnya lebih rendah dibandingkan instrumen lain dan kompleksitas penilaian obligasi. Misalnya, jika harga permintaan suatu obligasi adalah $1.050 dan harga penawarannya adalah $1.000, maka gross spread-nya adalah $50 atau sekitar 4.76% (dihitung dari $50 / $1050).
  • Pasar Forex (Mata Uang): Di pasar forex, gross spread sering disebut sebagai spread saja dan biasanya diukur dalam pips. Spread di forex cenderung lebih ketat (lebih kecil) untuk pasangan mata uang mayor karena likuiditasnya yang sangat tinggi.
  • Pasar Saham: Mirip dengan forex, spread di pasar saham juga mencerminkan selisih bid-ask, namun ukurannya bervariasi tergantung pada likuiditas saham tersebut.

Implikasi Gross Spread bagi Trader

Gross spread memiliki beberapa implikasi penting bagi para trader dan investor:

  • Biaya Transaksi: Semakin besar gross spread, semakin tinggi biaya yang harus dikeluarkan investor untuk membuka dan menutup posisi. Ini secara langsung mengurangi potensi keuntungan.
  • Likuiditas Pasar: Gross spread merupakan indikator penting dari likuiditas pasar. Pasar dengan likuiditas tinggi cenderung memiliki gross spread yang sempit (kecil), yang berarti lebih mudah untuk membeli dan menjual aset tanpa mempengaruhi harga secara signifikan. Sebaliknya, spread yang lebar menunjukkan likuiditas yang lebih rendah.
  • Tingkat Risiko dan Volatilitas: Spread yang lebar terkadang dapat mencerminkan tingkat risiko atau volatilitas yang lebih tinggi dari suatu aset. Aset yang lebih berisiko atau sangat fluktuatif mungkin memiliki spread yang lebih besar karena dealer atau market maker ingin mengkompensasi ketidakpastian yang lebih tinggi.

Oleh karena itu, memahami dan mempertimbangkan gross spread sangat krusial, terutama bagi trader yang aktif atau yang bertransaksi dalam volume besar, untuk menghitung total biaya transaksi dan membuat keputusan yang lebih menguntungkan.

Cara Menggunakan Gross Spread

Trader menggunakan pemahaman gross spread untuk mengevaluasi biaya transaksi, likuiditas pasar, dan potensi risiko sebelum melakukan perdagangan.

  1. 1Langkah 1: Identifikasi gross spread dari instrumen keuangan yang ingin diperdagangkan.
  2. 2Langkah 2: Bandingkan gross spread antar broker atau antar aset untuk menemukan yang paling efisien.
  3. 3Langkah 3: Perhitungkan gross spread sebagai bagian dari total biaya transaksi saat menentukan target profit.
  4. 4Langkah 4: Gunakan lebar spread sebagai salah satu indikator likuiditas dan volatilitas pasar aset tersebut.

Contoh Penggunaan Gross Spread dalam Trading

Seorang trader forex ingin membuka posisi BUY pada pasangan mata uang GBP/USD. Broker A menawarkan harga permintaan (ask) 1.2550 dan harga penawaran (bid) 1.2547. Gross spread di sini adalah 3 pips (1.2550 - 1.2547). Jika trader tersebut kemudian ingin menjual posisi tersebut, ia akan menjual pada harga bid 1.2547. Jadi, selisih 3 pips ini adalah biaya langsung yang harus dikeluarkan trader untuk transaksi tersebut. Jika broker B menawarkan spread 2 pips untuk pasangan yang sama, maka broker B lebih efisien dari sisi biaya transaksi.

Istilah Terkait

Pelajari juga istilah-istilah berikut untuk memperdalam pemahaman Anda: Bid Price, Ask Price, Spread, Likuiditas Pasar, Biaya Transaksi, Pasar Obligasi, Pips

Pertanyaan Umum tentang Gross Spread

Apakah gross spread sama dengan spread?

Dalam banyak konteks, terutama di pasar forex, gross spread seringkali disamakan dengan 'spread'. Namun, secara teknis, gross spread adalah selisih mentah sebelum dikurangi komisi atau biaya lain yang mungkin dikenakan oleh broker.

Mengapa gross spread penting bagi trader pemula?

Bagi trader pemula, memahami gross spread membantu mereka menyadari bahwa setiap transaksi memiliki biaya awal. Ini mencegah ekspektasi keuntungan yang tidak realistis dan mendorong pemilihan broker dengan spread yang kompetitif.

Apakah gross spread selalu tetap?

Tidak, gross spread bisa berfluktuasi. Spread dapat melebar (menjadi lebih besar) selama periode volatilitas tinggi, berita ekonomi penting, atau saat likuiditas pasar menurun (misalnya, di luar jam perdagangan utama).