3 menit baca 669 kata Diperbarui: 15 Januari 2026

🎯 Poin Penting tentang Gross-Up

  • Gross-up mengoreksi jumlah pembayaran untuk menutupi pajak yang dibayar penerima.
  • Mekanisme ini memastikan penerima tidak rugi akibat pemotongan pajak.
  • Tanggung jawab pembayaran pajak bisa dialihkan ke pihak pembayar melalui gross-up.
  • Contoh umum adalah kompensasi karyawan atau pembayaran dividen.
  • Perhitungan gross-up bervariasi sesuai kesepakatan pihak terkait.

📑 Daftar Isi

Apa itu Gross-Up?

Gross-Up adalah Gross-up adalah penyesuaian pembayaran untuk memperhitungkan beban pajak penerima, memastikan jumlah bersih yang diterima sesuai harapan.

Penjelasan Lengkap tentang Gross-Up

Apa itu Gross-Up?

Dalam dunia trading, investasi, dan keuangan pada umumnya, Gross-Up merujuk pada sebuah mekanisme koreksi atau penyesuaian terhadap jumlah pembayaran atau penghasilan yang akan diterima oleh suatu pihak. Tujuan utamanya adalah untuk memperhitungkan dan menanggung beban pajak yang seharusnya dibayarkan oleh pihak penerima. Secara esensial, gross-up memastikan bahwa penerima pembayaran menerima jumlah bersih yang diinginkan, tanpa mengalami pengurangan akibat kewajiban pajak.

Bagaimana Mekanisme Gross-Up Bekerja?

Pada transaksi atau pembayaran standar, pihak pembayar biasanya hanya menyerahkan jumlah yang disepakati, dan pihak penerima bertanggung jawab atas pajak yang timbul. Namun, dengan mekanisme gross-up, pihak pembayar mengambil alih sebagian atau seluruh beban pajak tersebut. Ini berarti jumlah yang dibayarkan akan lebih besar dari yang seharusnya dibayarkan secara netto, sehingga setelah dipotong pajak, penerima tetap menerima jumlah yang telah disepakati sebelumnya.

Beberapa poin penting mengenai cara kerja gross-up:

  • Pergeseran Beban Pajak: Gross-up seringkali digunakan untuk menempatkan tanggung jawab pembayaran pajak pada pihak yang melakukan pembayaran, bukan pada penerima.
  • Penyesuaian Jumlah: Jumlah pembayaran yang dikeluarkan oleh pembayar akan lebih tinggi dari nilai bersih yang seharusnya diterima oleh penerima.
  • Memastikan Jumlah Bersih: Tujuannya adalah agar penerima mendapatkan jumlah yang sudah 'bersih' atau sesuai dengan ekspektasi mereka setelah memperhitungkan kewajiban pajaknya.

Contoh Penggunaan Gross-Up

Contoh paling umum dari penerapan gross-up dalam konteks trading atau investasi adalah:

  • Kompensasi Karyawan: Sebuah perusahaan mungkin memberikan bonus atau dividen kepada karyawannya yang dikenakan pajak. Dengan mekanisme gross-up, perusahaan akan membayarkan jumlah tambahan sehingga setelah pajak dipotong, karyawan tersebut tetap menerima nilai bonus atau dividen yang diinginkan.
  • Pembayaran Bunga Utang: Dalam beberapa perjanjian pinjaman, pihak pemberi pinjaman mungkin meminta agar pembayaran bunga sudah di-gross-up, sehingga bunga yang diterima sudah bersih dari pajak.

Variasi dan Pertimbangan

Penting untuk dicatat bahwa mekanisme gross-up dapat sangat bervariasi tergantung pada hukum pajak yang berlaku, jenis transaksi, serta kesepakatan spesifik antara pihak-pihak yang terlibat. Perhitungan persentase gross-up bisa berbeda-beda, dan terkadang melibatkan perhitungan pajak yang lebih tinggi dari tarif normal untuk menutupi seluruh kewajiban pajak penerima.

Cara Menggunakan Gross-Up

Mekanisme gross-up umumnya diterapkan dalam perjanjian bisnis atau kompensasi untuk memastikan penerima tidak terbebani pajak secara langsung.

  1. 1Identifikasi transaksi atau pembayaran yang berpotensi dikenakan pajak oleh penerima.
  2. 2Negosiasikan dengan pihak pembayar apakah mekanisme gross-up akan diterapkan.
  3. 3Tentukan persentase atau jumlah tambahan yang akan digunakan untuk gross-up.
  4. 4Pastikan perhitungan gross-up sesuai dengan ketentuan pajak yang berlaku dan disepakati kedua belah pihak.

Contoh Penggunaan Gross-Up dalam Trading

Misalkan seorang trader menerima komisi sebesar $1.000 dari broker. Komisi ini dikenakan pajak penghasilan sebesar 20%. Jika broker menerapkan mekanisme gross-up, mereka mungkin akan membayar trader sebesar $1.250. Dari jumlah ini, broker akan memotong pajak sebesar 20% dari $1.250 (yaitu $250), sehingga trader tetap menerima bersih $1.000. Tanpa gross-up, trader hanya akan menerima $800 setelah pajak dipotong dari $1.000.

Istilah Terkait

Pelajari juga istilah-istilah berikut untuk memperdalam pemahaman Anda: pajak penghasilan, netto, brutto, komisi broker, dividen, investasi

Pertanyaan Umum tentang Gross-Up

Apa perbedaan utama antara pembayaran netto dan gross-up?

Pembayaran netto adalah jumlah yang dibayarkan setelah semua pemotongan (termasuk pajak) dilakukan. Sementara itu, gross-up adalah jumlah yang dibayarkan sebelum pemotongan pajak, di mana pembayar menanggung beban pajak agar penerima menerima jumlah bersih yang diinginkan.

Apakah gross-up selalu menguntungkan penerima?

Secara umum, gross-up dirancang untuk menguntungkan penerima dengan memastikan mereka menerima jumlah yang diinginkan. Namun, penting untuk memahami detail perjanjian karena struktur dan persentasenya bisa bervariasi.

Siapa yang menentukan besaran gross-up?

Besaran gross-up biasanya ditentukan melalui negosiasi antara pihak pembayar dan penerima, serta harus mematuhi peraturan perpajakan yang berlaku di yurisdiksi terkait.