# Volatilitas Historis: Mengukur Pergerakan Harga Saham

*English: Historical Volatility*

> Pelajari volatilitas historis, ukuran pergerakan harga saham berdasarkan data masa lalu. Pahami cara kerjanya dan periode waktu yang umum digunakan.

**Definisi:** Volatilitas historis adalah ukuran pergerakan harga saham yang didasarkan pada data harga masa lalu.

**URL:** https://kamus.belajarforex.co.id/h/historical-volatility

---

# Volatilitas Historis

Volatilitas historis adalah ukuran pergerakan harga saham berdasarkan harga-harga di masa lalu.

Ini mengukur seberapa aktif harga saham biasanya dalam periode waktu tertentu.

Biasanya, volatilitas historis diukur dengan mengambil perubahan persentase harian harga saham dan menghitung standar deviasi selama periode waktu yang diberikan.

Standar deviasi ini kemudian dinyatakan sebagai persentase tahunan.

Volatilitas historis sering disebut sebagai volatilitas aktual atau volatilitas yang terealisasi.

Trader jangka pendek atau yang lebih aktif cenderung menggunakan periode waktu yang lebih pendek untuk mengukur volatilitas historis, yang paling umum adalah lima hari, 10 hari, 20 hari, dan 30 hari.

Investor jangka menengah dan jangka panjang cenderung menggunakan periode waktu yang lebih lama, yang paling umum adalah 60 hari, 90 hari, 180 hari, dan 360 hari.


## FAQ

**Apa itu volatilitas historis?**
Volatilitas historis adalah ukuran pergerakan harga saham yang didasarkan pada data harga masa lalu, yang mengukur seberapa aktif harga saham biasanya dalam periode waktu tertentu.

**Bagaimana volatilitas historis biasanya diukur?**
Volatilitas historis biasanya diukur dengan mengambil perubahan persentase harian harga saham dan menghitung standar deviasi selama periode waktu yang diberikan, yang kemudian dinyatakan sebagai persentase tahunan.

**Apa sebutan lain untuk volatilitas historis?**
Volatilitas historis sering disebut sebagai volatilitas aktual atau volatilitas yang terealisasi.

**Periode waktu apa yang umum digunakan untuk mengukur volatilitas historis?**
Trader jangka pendek menggunakan periode yang lebih pendek seperti lima, 10, 20, dan 30 hari, sementara investor jangka menengah dan panjang menggunakan periode yang lebih lama seperti 60, 90, 180, dan 360 hari.