4 menit baca 824 kata Diperbarui: 15 Januari 2026

🎯 Poin Penting tentang Hashed Timelock Contract

  • HTLC adalah kontrak pintar yang menggunakan hash dan timelock untuk transaksi blockchain.
  • Membutuhkan dua pihak untuk menyetujui kondisi transaksi sebelum aset dibuka.
  • Meningkatkan keamanan dan mengurangi risiko penipuan dalam transaksi digital.
  • Memfasilitasi penyelesaian transaksi yang cepat dan terverifikasi secara otomatis.

📑 Daftar Isi

Apa itu Hashed Timelock Contract?

Hashed Timelock Contract adalah Kontrak pintar blockchain yang mengunci aset menggunakan fungsi hash dan batas waktu, memastikan transaksi aman dan otomatis antara dua pihak.

Penjelasan Lengkap tentang Hashed Timelock Contract

Apa Itu Hashed Timelock Contract (HTLC)?

Hashed Timelock Contract (HTLC) merupakan sebuah inovasi penting dalam ekosistem blockchain yang menggabungkan dua mekanisme utama: fungsi hash kriptografis dan batasan waktu (timelock). Kontrak pintar ini dirancang untuk memfasilitasi transaksi yang aman dan terjamin antara dua pihak yang mungkin tidak saling percaya sebelumnya. HTLC beroperasi di atas jaringan blockchain seperti Bitcoin atau Ethereum, memungkinkan pertukaran aset digital dengan syarat-syarat yang telah ditentukan sebelumnya.

Inti dari HTLC adalah memastikan bahwa transaksi hanya akan tereksekusi jika kedua belah pihak memenuhi kewajiban mereka dalam jangka waktu yang ditetapkan. Mekanisme ini sangat krusial dalam skenario di mana ada potensi risiko penipuan atau ketidakpastian dalam penyelesaian transaksi.

Bagaimana Cara Kerja HTLC?

Mekanisme kerja HTLC melibatkan serangkaian langkah yang terstruktur dan otomatis:

  • Pembuatan Hash oleh Pengirim: Pihak pertama (pengirim) menghasilkan sebuah nilai hash dari sebuah 'rahasia' atau kata kunci tertentu. Hash ini adalah representasi unik dari data asli yang tidak dapat dibalikkan untuk mendapatkan data aslinya.
  • Penguncian Aset: Pengirim kemudian mengunci sejumlah aset kripto atau dana dalam kontrak pintar HTLC. Aset ini akan tetap terkunci hingga kondisi tertentu terpenuhi.
  • Pengiriman Hash: Pengirim memberikan nilai hash tersebut kepada pihak kedua (penerima) sebagai bukti bahwa aset telah dikunci dan transaksi siap dilanjutkan.
  • Verifikasi dan Persetujuan Penerima: Penerima menerima hash dan dapat memverifikasi keasliannya. Jika penerima setuju untuk melanjutkan, mereka akan menunggu pengirim memberikan 'rahasia' yang sesuai dengan hash tersebut.
  • Pembukaan Kunci oleh Penerima: Ketika pengirim memberikan 'rahasia' yang benar, penerima dapat menggunakannya untuk membuka kontrak HTLC dan mengambil aset yang telah dikunci.
  • Batasan Waktu (Timelock): Jika penerima tidak dapat memperoleh 'rahasia' dalam batas waktu yang ditentukan, aset yang terkunci akan dikembalikan kepada pengirim. Mekanisme timelock ini mencegah dana terperangkap selamanya jika salah satu pihak tidak kooperatif atau tidak tersedia.

Manfaat HTLC dalam Trading dan Investasi

Penggunaan HTLC dalam dunia trading dan investasi berbasis blockchain menawarkan berbagai keuntungan signifikan:

  • Peningkatan Keamanan: Mengurangi risiko penipuan karena aset hanya akan ditransfer jika kondisi terpenuhi.
  • Otomatisasi Transaksi: Proses penguncian dan pembukaan aset berjalan otomatis oleh kontrak pintar, meminimalkan intervensi manual.
  • Penyelesaian Cepat: Mempercepat proses penyelesaian transaksi antar pihak tanpa perlu perantara.
  • Kepercayaan Tanpa Perantara: Memungkinkan dua pihak yang tidak saling mengenal untuk bertransaksi dengan aman, karena kepercayaan dibangun pada kode kontrak pintar dan jaringan blockchain.

Cara Menggunakan Hashed Timelock Contract

HTLC digunakan untuk memfasilitasi pertukaran aset digital yang aman antara dua pihak tanpa perlu perantara tepercaya, seperti dalam pembayaran lintas batas atau pertukaran aset di bursa terdesentralisasi.

  1. 1Identifikasi aset yang ingin ditukar dan tentukan 'rahasia' atau kata kunci yang akan digunakan.
  2. 2Buat kontrak pintar HTLC yang mengunci aset Anda (sebagai pengirim) dan menentukan batas waktu.
  3. 3Bagikan hash dari 'rahasia' Anda kepada pihak kedua (penerima).
  4. 4Tunggu pihak kedua untuk mengkonfirmasi penerimaan hash. Jika mereka setuju, berikan 'rahasia' Anda untuk membuka kontrak dan menyelesaikan pertukaran.

Contoh Penggunaan Hashed Timelock Contract dalam Trading

Bayangkan Alice ingin membeli NFT langka dari Bob seharga 1 ETH. Alice dan Bob tidak saling mengenal, jadi mereka menggunakan HTLC untuk memastikan keamanan transaksi:

  1. Alice membuat rahasia (misalnya, sebuah frasa unik) dan menghasilkan hash dari rahasia tersebut.
  2. Alice mengunci 1 ETH di kontrak pintar HTLC, dan mengaitkannya dengan hash yang telah dibuat.
  3. Alice mengirimkan hash tersebut kepada Bob.
  4. Bob memverifikasi hash tersebut. Jika sesuai, Bob akan mengirimkan NFT langka tersebut kepada Alice.
  5. Setelah menerima NFT, Alice memberikan rahasia-nya kepada Bob.
  6. Bob menggunakan rahasia tersebut untuk membuka kontrak HTLC dan menarik 1 ETH.
  7. Jika dalam batas waktu tertentu Alice tidak memberikan rahasia, 1 ETH akan kembali ke Alice, dan Bob tidak akan mendapatkan pembayaran.

Istilah Terkait

Pelajari juga istilah-istilah berikut untuk memperdalam pemahaman Anda: Smart Contract, Blockchain, Hash Function, Timelock, Decentralized Exchange (DEX), Kriptografi

Pertanyaan Umum tentang Hashed Timelock Contract

Apa perbedaan utama antara HTLC dan transaksi blockchain biasa?

HTLC menambahkan lapisan keamanan dan otomatisasi dengan menggunakan kombinasi hash dan batasan waktu, memastikan transaksi hanya terjadi jika kondisi spesifik terpenuhi, yang tidak ada dalam transaksi blockchain standar.

Apakah HTLC hanya bisa digunakan untuk mata uang kripto?

Meskipun paling umum digunakan untuk mata uang kripto, HTLC secara teoritis dapat diterapkan untuk mengunci dan membuka aset digital lainnya yang dicatat di blockchain.

Bagaimana jika pihak kedua tidak pernah menerima rahasia dari pihak pertama?

Jika pihak pertama gagal memberikan rahasia dalam batas waktu yang ditentukan oleh timelock, kontrak HTLC akan kedaluwarsa, dan aset yang terkunci akan dikembalikan secara otomatis kepada pihak pertama (pengirim).