4 menit baca 835 kata Diperbarui: 15 Januari 2026

🎯 Poin Penting tentang Held Order

  • Held order merujuk pada transaksi yang tertahan dan belum dieksekusi di pasar keuangan.
  • Penyebab umum meliputi ketidakseimbangan penawaran dan permintaan serta volatilitas pasar yang tinggi.
  • Gangguan teknis pada sistem perdagangan juga dapat menyebabkan order tertahan.
  • Meskipun terkadang umum, held order memiliki risiko perubahan harga dan kehilangan peluang trading.
  • Memahami penyebab dan dampaknya penting untuk penyesuaian strategi trading.

📑 Daftar Isi

Apa itu Held Order?

Held Order adalah Held order adalah status order trading yang belum tereksekusi, tertahan oleh broker karena berbagai alasan seperti ketidakseimbangan penawaran-permintaan atau volatilitas pasar.

Penjelasan Lengkap tentang Held Order

Dalam dunia trading dan investasi, Held Order adalah sebuah istilah yang menggambarkan kondisi di mana sebuah order (perintah jual atau beli) yang telah diajukan oleh seorang trader atau investor belum berhasil dieksekusi oleh broker. Ketika Anda menempatkan order, Anda memberikan instruksi kepada broker untuk melakukan transaksi pada instrumen keuangan tertentu. Namun, ada kalanya order tersebut tidak langsung diproses dan malah 'ditahan' oleh broker.

Penyebab Terjadinya Held Order

Ada beberapa faktor utama yang dapat menyebabkan sebuah order menjadi held order:

  • Ketidakseimbangan Penawaran dan Permintaan (Supply and Demand Imbalance): Ini adalah salah satu penyebab paling umum. Jika jumlah instrumen yang ditawarkan oleh penjual (supply) jauh lebih besar daripada jumlah yang diminta oleh pembeli (demand), atau sebaliknya, maka pasar mengalami ketidakseimbangan. Dalam kondisi seperti ini, broker mungkin menahan order untuk memastikan eksekusi yang adil atau menunggu likuiditas yang memadai.
  • Volatilitas Pasar yang Tinggi: Pergerakan harga yang sangat cepat dan tidak stabil di pasar dapat membuat broker menahan order. Broker mungkin menunggu hingga pasar kembali tenang dan likuiditas meningkat untuk menghindari eksekusi pada harga yang sangat merugikan trader.
  • Gangguan Teknis atau Sistem: Masalah teknis pada platform trading, koneksi jaringan, atau infrastruktur pasar secara keseluruhan dapat memaksa broker untuk menahan order. Tujuannya adalah untuk mencegah eksekusi yang salah atau memastikan integritas transaksi setelah masalah teknis teratasi.
  • Kondisi Pasar Khusus: Terkadang, berita ekonomi besar, pengumuman penting, atau kejadian tak terduga lainnya dapat menyebabkan lonjakan volatilitas atau likuiditas yang sangat rendah, yang mendorong broker untuk menahan order sementara.

Implikasi dan Risiko Held Order

Held order tidak selalu merupakan indikasi masalah serius dan terkadang merupakan bagian normal dari proses trading, terutama di pasar yang sangat aktif atau pada instrumen dengan likuiditas rendah. Namun, penting untuk menyadari potensi risikonya:

  • Risiko Perubahan Harga (Slippage): Selama order tertahan, harga pasar bisa terus bergerak. Ketika order akhirnya tereksekusi, harganya mungkin sudah berbeda dari harga yang Anda inginkan saat menempatkan order, yang dikenal sebagai slippage.
  • Kehilangan Peluang Trading: Order yang tertahan dapat menyebabkan trader kehilangan kesempatan untuk masuk atau keluar dari posisi pada harga yang menguntungkan, terutama jika pasar bergerak cepat ke arah yang diinginkan.

Memahami penyebab dan potensi dampak dari held order sangat krusial bagi setiap trader untuk dapat mengatur strategi trading mereka secara efektif dan meminimalkan kerugian potensial.

Cara Menggunakan Held Order

Untuk mengelola held order, trader perlu memantau status order mereka, memahami kondisi pasar yang dapat menyebabkannya, dan memiliki strategi cadangan.

  1. 1Langkah 1: Pantau secara rutin status semua order yang Anda tempatkan melalui platform trading Anda.
  2. 2Langkah 2: Perhatikan berita ekonomi dan indikator pasar yang dapat memicu volatilitas tinggi atau ketidakseimbangan penawaran-permintaan.
  3. 3Langkah 3: Jika order Anda tertahan, evaluasi kondisi pasar saat itu dan pertimbangkan apakah perlu untuk membatalkan order dan menempatkannya kembali ketika pasar lebih stabil.
  4. 4Langkah 4: Sesuaikan ukuran posisi atau gunakan stop-loss yang lebih ketat untuk membatasi potensi kerugian akibat slippage jika order akhirnya tereksekusi pada harga yang tidak diinginkan.

Contoh Penggunaan Held Order dalam Trading

Seorang trader forex menempatkan order Buy Stop pada pasangan mata uang EUR/USD di harga 1.1050. Tiba-tiba, terjadi rilis data ekonomi AS yang mengejutkan, menyebabkan volatilitas ekstrem di pasar. Broker memutuskan untuk menahan order Buy Stop trader tersebut sementara waktu karena harga bergerak terlalu cepat dan tidak stabil. Jika harga akhirnya menembus 1.1050 saat pasar mulai stabil, order tersebut baru akan dieksekusi, namun mungkin pada harga yang sedikit lebih tinggi dari 1.1050 karena pergerakan harga yang cepat (slippage). Trader tersebut kemudian menyadari bahwa ordernya menjadi held order dan memutuskan untuk memantau situasi sebelum menempatkan ulang ordernya jika diperlukan.

Istilah Terkait

Pelajari juga istilah-istilah berikut untuk memperdalam pemahaman Anda: Order Buy Stop, Order Sell Stop, Slippage, Volatilitas Pasar, Likuiditas Pasar, Platform Trading, Broker

Pertanyaan Umum tentang Held Order

Apakah held order selalu berarti ada masalah?

Tidak selalu. Held order bisa jadi merupakan prosedur standar broker untuk menjaga integritas transaksi di pasar yang sangat dinamis atau kurang likuid.

Bagaimana cara mengetahui jika order saya adalah held order?

Platform trading Anda biasanya akan menampilkan status order. Jika order tidak tereksekusi sesuai waktu yang diharapkan dan ada notifikasi atau status khusus, kemungkinan itu adalah held order.

Apa yang harus saya lakukan jika order saya menjadi held order?

Pantau kondisi pasar. Jika pasar sudah stabil, order Anda mungkin akan segera tereksekusi. Jika volatilitas masih tinggi atau Anda khawatir tentang perubahan harga, Anda bisa mempertimbangkan untuk membatalkan order dan menempatkannya kembali nanti.