5 menit baca 998 kata Diperbarui: 15 Januari 2026

🎯 Poin Penting tentang Hierarchy of GAAP

  • Hierarchy of GAAP mengurutkan sumber akuntansi berdasarkan tingkat otoritas dan keabsahannya.
  • FASB Statements menduduki puncak hierarki sebagai sumber paling otoritatif.
  • Interpretasi, bulletin, dan pernyataan posisi dari FASB dan AICPA berada di tingkatan kedua.
  • Panduan praktik teknis, posisi staf, dan panduan industri membentuk tingkatan ketiga.
  • Konvensi, penjelasan rinci, dan ijma menjadi pedoman pada tingkatan terendah jika sumber lain tidak tersedia.

📑 Daftar Isi

Apa itu Hierarchy of GAAP?

Hierarchy of GAAP adalah Hierarchy of GAAP adalah urutan otoritas sumber akuntansi yang menentukan keabsahan standar akuntansi dalam penyusunan laporan keuangan.

Penjelasan Lengkap tentang Hierarchy of GAAP

Hierarchy of GAAP, atau dalam Bahasa Indonesia dikenal sebagai Hierarki Prinsip Akuntansi yang Diterima Secara Umum, merupakan sebuah kerangka kerja konseptual yang esensial dalam dunia akuntansi dan pelaporan keuangan. Konsep ini dirancang untuk memberikan panduan yang jelas dan terstruktur mengenai tingkat keabsahan serta otoritas dari berbagai sumber yang membentuk Generally Accepted Accounting Principles (GAAP). GAAP sendiri adalah seperangkat standar, aturan, dan konvensi yang disepakati secara luas dan digunakan oleh entitas bisnis dalam menyusun laporan keuangan mereka. Tujuan utama dari GAAP adalah untuk memastikan bahwa laporan keuangan yang dihasilkan bersifat relevan, andal, dapat dibandingkan, dan mudah dipahami oleh para pemangku kepentingan, seperti investor, kreditur, dan regulator.

Hierarchy of GAAP membagi sumber-sumber otoritas akuntansi ke dalam empat tingkatan yang berbeda, di mana setiap tingkatan memiliki bobot dan pengaruh yang berbeda pula dalam menentukan praktik akuntansi yang tepat. Pengurutan ini sangat penting ketika seorang akuntan atau auditor menghadapi situasi yang kompleks atau ambigu, di mana mereka perlu merujuk pada sumber yang paling otoritatif untuk membuat keputusan akuntansi yang konsisten dan sesuai dengan standar.

Tingkatan dalam Hierarchy of GAAP:

  • Tingkat Pertama: FASB Statements
       Sumber yang paling tinggi dan paling otoritatif dalam Hierarchy of GAAP adalah FASB Statements (Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan) yang dikeluarkan oleh Financial Accounting Standards Board (FASB). Pernyataan ini merupakan standar akuntansi yang paling komprehensif dan mengikat, berlaku untuk semua entitas yang mengadopsi GAAP di Amerika Serikat. Keputusan dan panduan yang terkandung dalam FASB Statements harus diikuti secara ketat.
  • Tingkat Kedua: FASB Interpretations, AICPA Accounting Research Bulletins, dan AICPA Statements of Position
       Pada tingkatan kedua, terdapat sumber-sumber yang juga memiliki otoritas signifikan, meskipun sedikit di bawah FASB Statements. Ini mencakup FASB Interpretations (Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan), AICPA Accounting Research Bulletins (Buletin Penelitian Akuntansi dari American Institute of Certified Public Accountants), dan AICPA Statements of Position (Pernyataan Posisi dari AICPA). Sumber-sumber ini memberikan klarifikasi atau panduan tambahan terhadap standar yang ada, dan dianggap sebagai otoritas yang dapat diandalkan dalam praktik akuntansi.
  • Tingkat Ketiga: AICPA Technical Practice Aids, FASB Staff Positions, dan AICPA Industry Audit and Accounting Guides
       Tingkatan ketiga mencakup panduan yang lebih spesifik dan seringkali bersifat praktis. Ini termasuk AICPA Technical Practice Aids (Bantuan Praktik Teknis AICPA), FASB Staff Positions (Posisi Staf FASB), dan AICPA Industry Audit and Accounting Guides (Panduan Audit dan Akuntansi Industri AICPA). Sumber-sumber ini seringkali menjadi referensi penting bagi para praktisi akuntansi, terutama ketika mereka menangani isu-isu yang berkaitan dengan industri tertentu atau situasi akuntansi yang memerlukan panduan mendalam.
  • Tingkat Keempat: Konvensi, Penjelasan Rinci, dan Ijma
       Tingkatan terakhir dalam Hierarchy of GAAP adalah sumber yang paling umum dan bersifat luas. Ini mencakup konvensi akuntansi (prinsip-prinsip yang diterima secara umum namun tidak tertulis secara formal), penjelasan rinci (detail tambahan yang membantu pemahaman), dan ijma (konsensus atau kesepakatan yang muncul di antara para profesional akuntansi). Sumber-sumber ini digunakan sebagai pedoman ketika tidak ada sumber otoritas yang lebih spesifik dari tingkatan di atasnya yang tersedia untuk mengatasi suatu masalah akuntansi.

Secara keseluruhan, Hierarchy of GAAP berperan krusial dalam memastikan konsistensi, reliabilitas, dan perbandingan laporan keuangan. Dengan memahami dan menerapkan urutan otoritas ini, entitas dapat menyusun laporan keuangan yang tidak hanya mematuhi standar yang berlaku, tetapi juga mencerminkan realitas ekonomi bisnis secara akurat dan dapat dipercaya oleh semua pihak.

Cara Menggunakan Hierarchy of GAAP

Hierarchy of GAAP digunakan oleh akuntan, auditor, dan pembuat laporan keuangan untuk menentukan sumber otoritatif mana yang harus dirujuk ketika menghadapi isu akuntansi yang memerlukan panduan standar.

  1. 1Identifikasi isu akuntansi spesifik yang perlu diatasi.
  2. 2Cari sumber otoritatif yang paling relevan dengan isu tersebut, dimulai dari tingkatan tertinggi (FASB Statements).
  3. 3Jika isu belum sepenuhnya terjawab oleh tingkatan yang lebih tinggi, turun ke tingkatan berikutnya (FASB Interpretations, AICPA Bulletins/SOP).
  4. 4Terus turun hingga tingkatan terendah (konvensi, penjelasan rinci, ijma) jika sumber yang lebih tinggi tidak memberikan panduan yang memadai.
  5. 5Terapkan panduan dari sumber yang paling otoritatif yang ditemukan untuk menyusun laporan keuangan yang akurat.

Contoh Penggunaan Hierarchy of GAAP dalam Trading

Seorang akuntan perusahaan menghadapi transaksi derivatif keuangan yang kompleks. Ia pertama-tama akan merujuk pada FASB Statements terbaru mengenai instrumen keuangan. Jika panduan di sana belum cukup spesifik untuk jenis derivatif tersebut, ia akan mencari FASB Interpretations atau AICPA Accounting Research Bulletins yang relevan. Jika masih ada ketidakjelasan, ia mungkin akan merujuk pada FASB Staff Positions atau panduan industri yang dikeluarkan oleh AICPA. Dalam kasus yang sangat jarang terjadi, jika tidak ada panduan spesifik, ia akan mempertimbangkan konvensi akuntansi yang berlaku umum untuk memastikan pelaporan yang konsisten dan andal.

Istilah Terkait

Pelajari juga istilah-istilah berikut untuk memperdalam pemahaman Anda: GAAP, FASB, AICPA, Akuntansi Keuangan, Laporan Keuangan, Standar Akuntansi

Pertanyaan Umum tentang Hierarchy of GAAP

Apa perbedaan utama antara FASB Statements dan FASB Interpretations?

FASB Statements adalah standar akuntansi utama yang mengatur suatu isu, sedangkan FASB Interpretations memberikan klarifikasi atau penjelasan lebih lanjut terhadap FASB Statements yang ada.

Mengapa penting untuk mengikuti Hierarchy of GAAP?

Mengikuti Hierarchy of GAAP memastikan bahwa laporan keuangan disusun berdasarkan prinsip akuntansi yang paling otoritatif dan diterima secara umum, sehingga meningkatkan reliabilitas, perbandingan, dan kegunaan informasi keuangan bagi para pemangku kepentingan.

Apakah Hierarchy of GAAP berlaku untuk semua negara?

Hierarchy of GAAP seperti yang dijelaskan (dengan FASB dan AICPA) utamanya berlaku di Amerika Serikat. Negara lain mungkin memiliki badan standar akuntansi mereka sendiri dan hierarki yang serupa namun spesifik untuk yurisdiksi mereka (misalnya, IFRS di banyak negara lain).