5 menit baca 952 kata Diperbarui: 15 Januari 2026
🎯 Poin Penting tentang High Minus Low (HML)
- HML adalah konsep dalam investasi faktor yang menganalisis perbedaan kinerja saham 'tinggi' dan 'rendah'.
- Konsep ini didasarkan pada asumsi bahwa saham berharga tinggi mungkin berkinerja buruk, sementara saham berharga rendah berpotensi lebih baik.
- Perhitungan HML melibatkan pembagian saham menjadi portofolio 'tinggi' dan 'rendah' lalu menghitung perbedaan rata-rata return keduanya.
- Perbedaan HML yang signifikan dapat menjadi sinyal untuk keputusan investasi atau rebalancing portofolio.
- Meskipun berguna, HML adalah bagian dari strategi yang lebih luas dan tidak menjamin keuntungan.
📑 Daftar Isi
Apa itu High Minus Low (HML)?
High Minus Low (HML) adalah High Minus Low (HML) mengukur perbedaan return antara saham berharga tinggi dan berharga rendah, sebagai indikator potensi kinerja masa depan dalam strategi investasi faktor.
Penjelasan Lengkap tentang High Minus Low (HML)
High Minus Low (HML) merupakan salah satu konsep fundamental dalam dunia trading dan investasi, khususnya yang berkaitan dengan strategi investasi faktor. Konsep ini secara spesifik dirancang untuk mengidentifikasi dan memanfaatkan perbedaan kinerja antara saham-saham yang dipersepsikan memiliki harga tinggi dengan saham-saham yang memiliki harga rendah.
Apa itu High Minus Low (HML)?
Pada intinya, HML mencerminkan selisih atau perbedaan antara rata-rata return (imbal hasil) dari saham-saham yang dikategorikan berharga tinggi (sering disebut saham bernilai tinggi atau value stocks) dengan rata-rata return dari saham-saham berharga rendah (sering disebut saham pertumbuhan atau growth stocks, meskipun konteks HML lebih ke arah value).
Filosofi di balik HML didasarkan pada pandangan bahwa saham-saham yang saat ini diperdagangkan pada harga premium (saham berharga tinggi) mungkin memiliki potensi kinerja yang kurang optimal di masa depan, sementara saham-saham yang diperdagangkan dengan diskon (saham berharga rendah) cenderung memiliki potensi untuk memberikan kinerja yang lebih baik.
Bagaimana HML Dihitung?
Perhitungan HML umumnya melibatkan langkah-langkah berikut:
- Pembagian Portofolio: Saham-saham dalam suatu pasar atau indeks dibagi menjadi dua kelompok utama berdasarkan kapitalisasi pasar dan rasio buku terhadap nilai pasar (book-to-market ratio). Kelompok pertama adalah saham dengan rasio book-to-market tinggi (dianggap berharga rendah), dan kelompok kedua adalah saham dengan rasio book-to-market rendah (dianggap berharga tinggi).
- Perhitungan Rata-rata Return: Rata-rata return dihitung untuk masing-masing portofolio (portofolio saham berharga tinggi dan portofolio saham berharga rendah) selama periode waktu tertentu.
- Menghitung Perbedaan: Perbedaan antara rata-rata return portofolio saham berharga rendah dan rata-rata return portofolio saham berharga tinggi inilah yang menghasilkan nilai HML.
Rumus sederhananya adalah: HML = Rata-rata Return Saham Bernilai Rendah - Rata-rata Return Saham Bernilai Tinggi.
Penerapan HML dalam Trading dan Investasi
Investor dan trader dapat menggunakan konsep HML sebagai salah satu faktor pendorong dalam pengambilan keputusan investasi. Jika nilai HML yang dihitung menunjukkan perbedaan yang signifikan, hal ini dapat diartikan sebagai:
- Sinyal Pembelian Saham Bernilai Rendah: Perbedaan positif yang besar pada HML dapat mengindikasikan bahwa saham-saham bernilai rendah sedang mengungguli saham-saham bernilai tinggi, sehingga mendorong investor untuk membeli saham-saham dalam kategori ini.
- Sinyal Penjualan Saham Bernilai Tinggi: Sebaliknya, jika saham bernilai tinggi berkinerja buruk dibandingkan saham bernilai rendah, ini bisa menjadi sinyal untuk mengurangi kepemilikan pada saham-saham tersebut.
- Rebalancing Portofolio: HML juga dapat membantu investor dalam melakukan penyesuaian (rebalancing) portofolio mereka untuk memastikan alokasi aset tetap sesuai dengan tujuan investasi dan toleransi risiko.
HML dalam Riset Akademik
Di luar praktik investasi langsung, konsep HML memiliki peran penting dalam riset akademik. Para peneliti sering menggunakan HML sebagai salah satu faktor kunci dalam menguji dan mengembangkan model ekonomi serta strategi investasi. Tujuannya adalah untuk memvalidasi apakah faktor HML secara konsisten dapat membantu meningkatkan kinerja portofolio atau memberikan kemampuan prediksi pasar yang lebih baik.
Penting untuk diingat bahwa strategi investasi faktor, termasuk HML, bukanlah jaminan keuntungan dan tetap melibatkan risiko pasar yang inheren. Keputusan investasi yang akurat dan berkelanjutan biasanya merupakan hasil dari kombinasi analisis berbagai faktor dan pemahaman mendalam tentang pasar keuangan.
Cara Menggunakan High Minus Low (HML)
HML digunakan sebagai indikator dalam strategi investasi faktor untuk mengidentifikasi potensi kinerja saham berdasarkan perbandingan harga tinggi dan rendah.
- 1Identifikasi dan kumpulkan data harga saham, serta data fundamental seperti nilai buku.
- 2Bagi saham-saham menjadi dua portofolio: berharga tinggi (misalnya, rasio book-to-market rendah) dan berharga rendah (rasio book-to-market tinggi).
- 3Hitung rata-rata return untuk setiap portofolio selama periode waktu tertentu.
- 4Hitung selisih antara rata-rata return portofolio berharga rendah dan portofolio berharga tinggi (HML).
- 5Analisis nilai HML yang dihasilkan untuk menginformasikan keputusan investasi, seperti membeli saham bernilai rendah atau melakukan rebalancing portofolio.
Contoh Penggunaan High Minus Low (HML) dalam Trading
Seorang investor mencatat bahwa dalam satu kuartal terakhir, rata-rata return saham-saham dengan rasio book-to-market tinggi (dianggap bernilai rendah) adalah 8%, sementara rata-rata return saham-saham dengan rasio book-to-market rendah (dianggap bernilai tinggi) hanya 2%.
Perhitungan HML: 8% - 2% = 6%
Nilai HML positif sebesar 6% ini mengindikasikan bahwa saham-saham bernilai rendah mengungguli saham-saham bernilai tinggi. Investor tersebut mungkin memutuskan untuk meningkatkan alokasi pada saham-saham bernilai rendah dalam portofolionya, atau menjual sebagian saham bernilai tinggi yang dimilikinya.
Istilah Terkait
Pelajari juga istilah-istilah berikut untuk memperdalam pemahaman Anda: Investasi Faktor, Value Investing, Growth Investing, Return Saham, Portofolio Investasi, Book-to-Market Ratio
Pertanyaan Umum tentang High Minus Low (HML)
Apakah HML hanya berlaku untuk pasar saham?
Konsep HML paling umum diterapkan dalam pasar saham, namun prinsip perbandingan antara aset 'mahal' dan 'murah' bisa diadaptasi ke kelas aset lain dalam konteks riset.
Bagaimana cara menentukan 'harga tinggi' dan 'harga rendah'?
Penentuan 'harga tinggi' dan 'harga rendah' biasanya didasarkan pada rasio seperti <em>book-to-market ratio</em>. Rasio yang tinggi menunjukkan saham dianggap murah (bernilai rendah), sementara rasio yang rendah menunjukkan saham dianggap mahal (bernilai tinggi).
Apakah HML bisa digunakan untuk trading jangka pendek?
HML lebih sering digunakan dalam kerangka investasi jangka panjang dan strategi faktor. Untuk trading jangka pendek, indikator teknikal atau fundamental yang lebih dinamis biasanya lebih relevan.