5 menit baca 1002 kata Diperbarui: 15 Januari 2026

🎯 Poin Penting tentang Highest In, First Out (HIFO)

  • HIFO mengutamakan penjualan aset dengan biaya perolehan tertinggi terlebih dahulu.
  • Tujuan utama HIFO adalah untuk mengurangi atau menunda pembayaran pajak atas keuntungan modal.
  • Metode ini sangat relevan bagi trader yang sering melakukan pembelian aset pada harga yang bervariasi.
  • Tidak semua yurisdiksi perpajakan mengizinkan penggunaan metode HIFO.
  • Konsultasi dengan profesional pajak sangat disarankan sebelum menerapkan HIFO.

📑 Daftar Isi

Apa itu Highest In, First Out (HIFO)?

Highest In, First Out (HIFO) adalah Metode HIFO (Highest In, First Out) adalah strategi akuntansi pajak dalam trading yang menjual aset dengan harga beli tertinggi terlebih dahulu untuk mengoptimalkan kewajiban pajak.

Penjelasan Lengkap tentang Highest In, First Out (HIFO)

Highest In, First Out (HIFO) adalah sebuah metode akuntansi yang secara spesifik digunakan dalam konteks perpajakan untuk menentukan biaya perolehan aset yang dijual. Dalam dunia trading dan investasi, ketika seorang trader memiliki beberapa unit aset yang dibeli pada waktu yang berbeda dan dengan harga yang berbeda pula, muncul pertanyaan mengenai unit mana yang dianggap telah dijual saat transaksi penjualan terjadi. Metode HIFO memberikan jawaban atas pertanyaan ini dengan prinsip bahwa aset yang dibeli dengan harga tertinggi akan dianggap sebagai aset yang pertama kali dijual.

Bagaimana Cara Kerja HIFO?

Misalkan seorang trader membeli 100 lembar saham XYZ dengan rincian sebagai berikut:

  • Pembelian pertama: 50 lembar @ Rp 1.000/lembar
  • Pembelian kedua: 30 lembar @ Rp 1.200/lembar
  • Pembelian ketiga: 20 lembar @ Rp 1.500/lembar

Jika trader tersebut memutuskan untuk menjual 60 lembar saham XYZ, dengan menggunakan metode HIFO, maka unit yang dianggap terjual adalah:

  • 20 lembar dari pembelian ketiga @ Rp 1.500/lembar (harga tertinggi)
  • 40 lembar dari pembelian kedua @ Rp 1.200/lembar (sisa dari harga tertinggi kedua)

Keuntungan atau kerugian yang akan dihitung untuk tujuan pajak adalah selisih antara harga jual 60 lembar saham tersebut dengan biaya perolehan unit-unit yang dianggap terjual (yaitu, 20 lembar @ Rp 1.500 dan 40 lembar @ Rp 1.200).

Keuntungan Pajak dari Metode HIFO

Metode HIFO sering kali dianggap menguntungkan dari perspektif pajak karena beberapa alasan:

  • Mengurangi Keuntungan Kena Pajak: Dengan menjual aset yang memiliki biaya perolehan tertinggi terlebih dahulu, selisih antara harga jual dan biaya perolehan (yang menjadi dasar perhitungan keuntungan) cenderung lebih kecil, sehingga mengurangi jumlah keuntungan kena pajak.
  • Menunda Pembayaran Pajak: Dalam beberapa kasus, HIFO dapat menunda pengakuan keuntungan hingga aset dengan biaya perolehan yang lebih rendah dijual di masa depan. Ini memberikan likuiditas yang lebih baik bagi trader dan memungkinkan mereka untuk mengelola kewajiban pajak dari waktu ke waktu.
  • Mengurangi Beban Pajak Saat Pasar Turun: Jika pasar sedang mengalami penurunan, menjual aset dengan harga beli tinggi dapat menghasilkan kerugian yang lebih besar (atau keuntungan yang lebih kecil) dibandingkan metode lain, yang dapat digunakan untuk mengimbangi keuntungan lain atau mengurangi beban pajak secara keseluruhan.

Keterbatasan dan Pertimbangan Penting

Meskipun menawarkan potensi keuntungan pajak, penting untuk dicatat bahwa metode HIFO tidak universal. Tidak semua yurisdiksi perpajakan mengizinkan penerapan metode HIFO. Beberapa negara atau wilayah mungkin mewajibkan penggunaan metode lain seperti First In, First Out (FIFO) atau Last In, First Out (LIFO), atau metode rata-rata tertimbang. Oleh karena itu, sangat krusial bagi setiap trader untuk memahami peraturan perpajakan yang berlaku di wilayah hukum mereka. Konsultasi dengan seorang profesional pajak atau penasihat keuangan yang memahami seluk-beluk perpajakan dalam trading dan investasi sangat disarankan sebelum memutuskan untuk mengadopsi metode HIFO atau metode akuntansi pajak lainnya.

Cara Menggunakan Highest In, First Out (HIFO)

Metode HIFO digunakan dalam pencatatan akuntansi untuk menentukan biaya perolehan aset yang dijual, dengan tujuan utama mengoptimalkan perhitungan pajak atas keuntungan atau kerugian modal.

  1. 1Identifikasi semua unit aset yang Anda miliki beserta harga pembelian dan tanggal perolehannya.
  2. 2Ketika melakukan penjualan aset, tentukan unit mana yang memiliki harga pembelian tertinggi.
  3. 3Hitung keuntungan atau kerugian berdasarkan selisih antara harga jual dan harga pembelian tertinggi dari unit yang dianggap terjual.
  4. 4Catat transaksi penjualan sesuai dengan metode HIFO untuk keperluan pelaporan pajak dan pastikan sesuai dengan peraturan yurisdiksi Anda.

Contoh Penggunaan Highest In, First Out (HIFO) dalam Trading

Seorang trader forex memiliki beberapa posisi beli pada pasangan mata uang EUR/USD dengan detail sebagai berikut:

  • Posisi 1: Beli 1 lot @ 1.1000
  • Posisi 2: Beli 2 lot @ 1.1050
  • Posisi 3: Beli 1 lot @ 1.1020

Jika trader tersebut memutuskan untuk menutup (menjual) 2 lot dari posisinya, menggunakan metode HIFO, maka ia akan menjual 2 lot dari Posisi 2 yang dibeli pada harga 1.1050 (harga tertinggi). Keuntungan atau kerugian akan dihitung berdasarkan selisih harga jual dengan 1.1050 untuk 2 lot tersebut. Jika harga jual adalah 1.1080, maka keuntungan per lot adalah 30 pips, sehingga total keuntungan adalah 60 pips (2 lot x 30 pips/lot). Keuntungan ini kemudian akan dilaporkan untuk tujuan pajak sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Istilah Terkait

Pelajari juga istilah-istilah berikut untuk memperdalam pemahaman Anda: FIFO (First In, First Out), LIFO (Last In, First Out), Keuntungan Modal, Biaya Perolehan, Pajak Trading, Akuntansi Pajak, Yurisdiksi Perpajakan

Pertanyaan Umum tentang Highest In, First Out (HIFO)

Apakah HIFO sama dengan FIFO atau LIFO?

Tidak, HIFO, FIFO, dan LIFO adalah metode yang berbeda dalam menentukan biaya perolehan aset yang dijual. FIFO menjual aset yang dibeli paling awal, LIFO menjual aset yang dibeli paling akhir, sedangkan HIFO menjual aset yang dibeli dengan harga tertinggi terlebih dahulu.

Kapan metode HIFO paling menguntungkan?

Metode HIFO paling menguntungkan ketika harga aset cenderung berfluktuasi dan trader sering membeli pada harga yang berbeda. Ini membantu mengurangi keuntungan kena pajak saat harga beli tertinggi, atau memaksimalkan kerugian yang dapat dikompensasikan.

Bagaimana jika yurisdiksi saya tidak mengizinkan HIFO?

Jika yurisdiksi perpajakan Anda tidak mengizinkan HIFO, Anda harus mematuhi metode yang diwajibkan, seperti FIFO atau LIFO. Sangat penting untuk berkonsultasi dengan profesional pajak untuk memastikan kepatuhan.

Apakah HIFO hanya berlaku untuk saham?

Meskipun contoh sering menggunakan saham, prinsip HIFO dapat diterapkan pada aset lain yang diperdagangkan di pasar, seperti mata uang kripto, komoditas, atau bahkan posisi forex, asalkan peraturan perpajakan di yurisdiksi Anda mengizinkannya dan Anda dapat melacak biaya perolehan setiap 'unit' posisi dengan jelas.