4 menit baca 855 kata Diperbarui: 15 Januari 2026

🎯 Poin Penting tentang Horizontal Analysis

  • Membandingkan kinerja keuangan dari periode ke periode (misalnya, tahun ke tahun).
  • Tujuannya adalah mengidentifikasi tren, pola, dan perubahan nilai secara absolut atau persentase.
  • Menggunakan laporan keuangan seperti laba rugi, neraca, dan arus kas.
  • Membantu dalam pengambilan keputusan investasi yang lebih terinformasi.
  • Memberikan wawasan tentang kesehatan keuangan jangka panjang.

📑 Daftar Isi

Apa itu Horizontal Analysis?

Horizontal Analysis adalah Analisis horizontal membandingkan data keuangan entitas atau instrumen investasi dari waktu ke waktu untuk mengidentifikasi tren dan pola kinerja.

Penjelasan Lengkap tentang Horizontal Analysis

Analisis Horizontal, sering juga disebut sebagai analisis tren, adalah sebuah metode evaluasi keuangan yang fundamental dalam dunia trading dan investasi. Metode ini berfokus pada perbandingan kinerja suatu entitas bisnis atau instrumen investasi dalam beberapa periode waktu yang berurutan. Alih-alih melihat data pada satu titik waktu saja, analisis horizontal melihat data secara horizontal melintasi waktu, seperti membandingkan laporan keuangan dari tahun 2022 dengan 2023, atau kuartal pertama 2023 dengan kuartal pertama 2024.

Tujuan Utama Analisis Horizontal

Tujuan utama dari analisis horizontal adalah untuk:

  • Mengidentifikasi Tren: Melihat apakah suatu metrik keuangan (misalnya, pendapatan, laba bersih, aset) menunjukkan peningkatan, penurunan, atau stagnasi dari waktu ke waktu.
  • Mendeteksi Pola: Mengenali pola musiman atau siklus dalam kinerja keuangan yang mungkin tidak terlihat dalam analisis vertikal.
  • Mengukur Perubahan: Menentukan besarnya perubahan nilai secara absolut (misalnya, peningkatan laba sebesar Rp100 juta) atau secara persentase (misalnya, peningkatan pendapatan sebesar 5%).
  • Memahami Faktor Pengaruh: Membantu dalam mengidentifikasi faktor-faktor internal maupun eksternal yang berkontribusi terhadap perubahan kinerja tersebut.

Proses Analisis Horizontal

Proses analisis horizontal melibatkan pengambilan data dari berbagai laporan keuangan utama, termasuk:

  • Laporan Laba Rugi (Income Statement): Untuk menganalisis tren pendapatan, biaya operasional, laba kotor, laba bersih, dan metrik profitabilitas lainnya.
  • Neraca (Balance Sheet): Untuk melihat perubahan dalam aset, liabilitas, dan ekuitas dari periode ke periode.
  • Laporan Arus Kas (Cash Flow Statement): Untuk memahami pergerakan kas dari aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan.

Data yang telah dikumpulkan kemudian dibandingkan antar periode. Perbandingan ini bisa dilakukan dengan menghitung selisih nilai absolut atau persentase perubahan. Misalnya, jika laba bersih perusahaan adalah Rp5 miliar pada tahun 2022 dan Rp7 miliar pada tahun 2023, maka terjadi peningkatan absolut sebesar Rp2 miliar atau peningkatan persentase sebesar 40%.

Manfaat dalam Trading dan Investasi

Bagi seorang trader atau investor, analisis horizontal sangat berharga karena:

  • Pengambilan Keputusan yang Terinformasi: Membantu dalam membuat keputusan investasi yang lebih cerdas dengan pemahaman yang mendalam tentang lintasan kinerja perusahaan.
  • Identifikasi Peluang dan Risiko: Memungkinkan identifikasi perusahaan yang sedang bertumbuh pesat atau perusahaan yang kinerjanya menurun dan berpotensi menjadi risiko.
  • Penilaian Kesehatan Keuangan Jangka Panjang: Memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai stabilitas dan kesehatan keuangan entitas dalam jangka waktu yang lebih panjang.

Dengan menganalisis tren dari waktu ke waktu, investor dapat memprediksi potensi kinerja di masa depan dan menyesuaikan strategi trading mereka sesuai dengan kondisi pasar dan fundamental perusahaan.

Cara Menggunakan Horizontal Analysis

Gunakan analisis horizontal untuk melacak dan mengevaluasi kinerja keuangan suatu aset atau perusahaan dari waktu ke waktu guna mengidentifikasi tren dan potensi pergerakan harga di masa depan.

  1. 1Pilih instrumen atau perusahaan yang ingin dianalisis.
  2. 2Kumpulkan laporan keuangan relevan (laba rugi, neraca, arus kas) untuk beberapa periode waktu berturut-turut (misalnya, 3-5 tahun terakhir atau beberapa kuartal terakhir).
  3. 3Hitung perubahan absolut dan persentase untuk setiap item keuangan kunci (pendapatan, laba bersih, aset, dll.) dari satu periode ke periode berikutnya.
  4. 4Visualisasikan data dalam bentuk grafik tren untuk memudahkan identifikasi pola dan arah pergerakan.
  5. 5Interpretasikan tren yang teridentifikasi untuk memahami kesehatan finansial, potensi pertumbuhan, dan risiko yang terkait, lalu gunakan wawasan ini untuk keputusan trading atau investasi.

Contoh Penggunaan Horizontal Analysis dalam Trading

Seorang trader saham menggunakan analisis horizontal pada laporan laba rugi PT Maju Mundur Tbk. Ia membandingkan pendapatan perusahaan selama lima tahun terakhir:

  • Tahun 1: Rp 100 Miliar
  • Tahun 2: Rp 120 Miliar (Naik 20%)
  • Tahun 3: Rp 135 Miliar (Naik 12.5%)
  • Tahun 4: Rp 150 Miliar (Naik 11.1%)
  • Tahun 5: Rp 160 Miliar (Naik 6.7%)

Dari analisis ini, trader melihat bahwa pendapatan PT Maju Mundur Tbk terus meningkat, namun laju pertumbuhannya mulai melambat di tahun terakhir. Hal ini mendorong trader untuk melakukan riset lebih lanjut mengenai penyebab perlambatan tersebut sebelum memutuskan untuk membeli atau menjual saham perusahaan.

Istilah Terkait

Pelajari juga istilah-istilah berikut untuk memperdalam pemahaman Anda: Analisis Keuangan, Analisis Vertikal, Laporan Laba Rugi, Neraca, Arus Kas, Analisis Tren, Fundamental Analysis

Pertanyaan Umum tentang Horizontal Analysis

Apa perbedaan utama antara analisis horizontal dan analisis vertikal?

Analisis horizontal membandingkan data keuangan dari periode ke periode (melintasi waktu), sedangkan analisis vertikal membandingkan setiap item dalam satu laporan keuangan dengan item dasar pada periode yang sama (misalnya, setiap item di laporan laba rugi dibandingkan dengan total pendapatan).

Apakah analisis horizontal hanya bisa dilakukan pada laporan laba rugi?

Tidak, analisis horizontal dapat diterapkan pada semua laporan keuangan utama, termasuk neraca dan laporan arus kas, untuk memahami tren aset, liabilitas, ekuitas, dan pergerakan kas.

Seberapa sering analisis horizontal sebaiknya dilakukan?

Frekuensi analisis horizontal tergantung pada tujuan dan jenis investasi. Untuk trading jangka pendek, analisis kuartalan atau tahunan mungkin cukup. Untuk investasi jangka panjang, analisis tahunan atau bahkan multi-tahunan sangat direkomendasikan.