4 menit baca 845 kata Diperbarui: 15 Januari 2026
🎯 Poin Penting tentang Horizontal Equity
- Horizontal equity memastikan investor dengan risiko dan return serupa mendapatkan perlakuan yang sama.
- Prinsip ini krusial untuk menciptakan persaingan yang adil dan efisien di pasar keuangan.
- Akses informasi yang setara adalah fondasi penting untuk mencapai horizontal equity.
- Perlakuan yang sama dalam eksekusi transaksi dan harga sangat vital.
- Perlindungan hukum yang setara menjamin keadilan bagi semua investor.
📑 Daftar Isi
Apa itu Horizontal Equity?
Horizontal Equity adalah Prinsip keadilan yang menyatakan investor dengan profil risiko dan potensi return setara harus diperlakukan sama di pasar keuangan.
Penjelasan Lengkap tentang Horizontal Equity
Apa itu Horizontal Equity dalam Trading dan Investasi?
Horizontal equity adalah sebuah prinsip fundamental dalam dunia trading dan investasi yang menekankan pada keadilan perlakuan terhadap investor. Prinsip ini menyatakan bahwa semua investor yang memiliki profil risiko, tujuan investasi, dan potensi return yang setara harus diperlakukan dengan cara yang sama oleh pasar dan regulator. Dengan kata lain, jika dua investor mengambil tingkat risiko yang serupa dan mengharapkan hasil yang sebanding, mereka seharusnya memiliki kesempatan yang sama untuk mencapainya, tanpa diskriminasi.
Penerapan horizontal equity sangat penting untuk membangun sebuah pasar keuangan yang sehat, efisien, dan dapat dipercaya. Ketika prinsip ini ditegakkan, pasar menjadi lebih kompetitif secara adil. Sebaliknya, jika investor dengan karakteristik serupa diperlakukan berbeda, hal ini dapat menciptakan ketidakadilan, merusak efisiensi pasar, dan mengikis kepercayaan investor secara signifikan. Kepercayaan investor adalah pilar utama yang mendorong partisipasi aktif di pasar modal.
Aspek-Aspek Kunci dalam Menjaga Horizontal Equity:
- Persamaan Akses Informasi: Ini adalah landasan utama. Semua investor, baik institusional maupun ritel, harus memiliki akses yang sama terhadap informasi relevan yang dapat memengaruhi keputusan investasi mereka. Ini mencakup pengumuman perusahaan, berita ekonomi makro, laporan keuangan, dan analisis pasar. Keterlambatan atau penolakan akses informasi bagi sebagian investor sementara yang lain memilikinya adalah bentuk pelanggaran horizontal equity.
- Perlakuan yang Sama di Pasar: Investor dengan profil risiko dan tujuan yang serupa harus menerima perlakuan yang konsisten dalam berbagai aspek operasional pasar. Ini termasuk:
- Eksekusi Transaksi: Pesanan beli atau jual harus dieksekusi dengan adil, tanpa preferensi berdasarkan ukuran investor atau hubungan tertentu.
- Harga: Semua investor harus mendapatkan harga yang sama untuk aset yang sama pada waktu yang sama, sesuai dengan mekanisme pasar.
- Potensi Keuntungan/Kerugian: Hasil investasi yang diperoleh harus mencerminkan kinerja aset dan keputusan investor, bukan karena perlakuan diskriminatif.
- Perlindungan Hukum yang Setara: Sistem hukum dan peraturan yang berlaku di pasar keuangan harus diterapkan secara adil dan merata kepada semua pelaku pasar. Tidak boleh ada investor atau kelompok investor yang mendapatkan perlakuan istimewa atau justru dirugikan oleh penegakan hukum. Regulasi yang kuat dan transparan memastikan bahwa semua pihak beroperasi dalam kerangka aturan yang sama.
Dengan menjaga horizontal equity, pasar keuangan diharapkan dapat menjadi tempat yang lebih adil, transparan, dan efisien. Hal ini tidak hanya meningkatkan kepercayaan investor, tetapi juga mendorong lebih banyak partisipasi, yang pada gilirannya dapat meningkatkan likuiditas dan stabilitas pasar secara keseluruhan.
Cara Menggunakan Horizontal Equity
Memahami dan menerapkan prinsip horizontal equity membantu investor mengevaluasi keadilan pasar dan mengidentifikasi potensi diskriminasi.
- 1Langkah 1: Evaluasi akses informasi Anda terhadap berita dan data pasar dibandingkan dengan investor lain.
- 2Langkah 2: Perhatikan apakah eksekusi transaksi Anda mendapatkan harga yang wajar dan konsisten dengan pergerakan pasar.
- 3Langkah 3: Tinjau apakah Anda merasa diperlakukan setara dalam hal peluang investasi dan penegakan aturan oleh otoritas pasar.
- 4Langkah 4: Laporkan dugaan pelanggaran prinsip horizontal equity kepada otoritas pengawas pasar keuangan yang berwenang.
Contoh Penggunaan Horizontal Equity dalam Trading
Misalnya, dalam sebuah pasar saham, horizontal equity berarti semua investor ritel dan institusional harus memiliki kesempatan yang sama untuk membeli saham XYZ pada harga Rp1.000 per lembar ketika ada penawaran di harga tersebut. Jika hanya investor institusional besar yang diizinkan membeli saham tersebut pada harga Rp1.000 sementara investor ritel harus menunggu hingga harga naik ke Rp1.010, maka prinsip horizontal equity telah dilanggar. Hal serupa berlaku untuk akses informasi; jika sebuah perusahaan mengumumkan berita penting secara eksklusif kepada sekelompok analis tertentu sebelum dipublikasikan ke publik, ini juga merupakan pelanggaran terhadap horizontal equity.
Istilah Terkait
Pelajari juga istilah-istilah berikut untuk memperdalam pemahaman Anda: Keadilan Pasar, Regulasi Keuangan, Akses Informasi, Investor Ritel, Investor Institusional, Efisiensi Pasar
Pertanyaan Umum tentang Horizontal Equity
Apa perbedaan utama antara horizontal equity dan vertical equity?
Horizontal equity berfokus pada perlakuan yang sama untuk individu dengan kemampuan finansial (risiko dan return) yang sama, sementara vertical equity berfokus pada perlakuan yang berbeda (proporsional) untuk individu dengan kemampuan finansial yang berbeda, misalnya melalui sistem pajak progresif.
Bagaimana horizontal equity dapat tercapai dalam pasar forex?
Dalam forex, horizontal equity dapat tercapai melalui penyediaan akses yang sama terhadap platform trading, data harga real-time yang akurat, dan informasi pasar yang relevan untuk semua trader, terlepas dari ukuran akun atau lokasi mereka. Broker juga harus menerapkan kebijakan eksekusi yang adil.
Siapa yang bertanggung jawab menegakkan horizontal equity di pasar keuangan?
Penegakan horizontal equity umumnya menjadi tanggung jawab otoritas pengawas pasar keuangan (seperti OJK di Indonesia atau SEC di Amerika Serikat) melalui regulasi dan pengawasan, serta integritas para pelaku pasar itu sendiri, termasuk broker dan bursa efek.