3 menit baca 620 kata Diperbarui: 15 Januari 2026

🎯 Poin Penting tentang Hostile Bid

  • Hostile bid adalah strategi akuisisi tanpa persetujuan manajemen target.
  • Tujuan utamanya adalah mengendalikan perusahaan target, seringkali demi keuntungan finansial.
  • Dilakukan dengan membeli saham perusahaan target secara agresif di pasar terbuka.
  • Bertentangan dengan 'friendly bid' yang disepakati kedua belah pihak.
  • Prosesnya bisa panjang, berisiko, dan menghadapi perlawanan dari manajemen target.

📑 Daftar Isi

Apa itu Hostile Bid?

Hostile Bid adalah Hostile bid adalah tawaran akuisisi perusahaan yang dilakukan tanpa persetujuan manajemen perusahaan target, biasanya melalui pembelian saham besar-besaran di pasar terbuka.

Penjelasan Lengkap tentang Hostile Bid

Dalam dunia investasi dan korporat, Hostile Bid merujuk pada sebuah strategi pengambilalihan di mana satu perusahaan (perusahaan pemberi tawaran atau bidding company) mengajukan tawaran untuk mengakuisisi perusahaan lain (perusahaan target atau target company) tanpa persetujuan atau bahkan dengan penolakan dari manajemen perusahaan target.

Mekanisme Hostile Bid

Strategi ini umumnya dijalankan dengan cara perusahaan pemberi tawaran secara agresif membeli sejumlah besar saham perusahaan target di pasar terbuka. Tujuannya adalah untuk mengumpulkan kepemilikan mayoritas saham, yang kemudian akan memberikan kendali atas perusahaan target. Dengan menguasai mayoritas saham, pihak bidding company memiliki kekuatan untuk:

  • Mengganti anggota dewan direksi.
  • Mengganti manajemen eksekutif.
  • Mengarahkan kebijakan perusahaan sesuai dengan kepentingan mereka.

Keputusan untuk melancarkan hostile bid seringkali didasari oleh keyakinan bahwa pengambilalihan tersebut akan memberikan keuntungan finansial yang signifikan bagi perusahaan pemberi tawaran, terlepas dari pandangan manajemen perusahaan target.

Perbedaan dengan Friendly Bid

Hostile bid sangat kontras dengan friendly bid. Dalam friendly bid, kedua belah pihak, baik perusahaan pemberi tawaran maupun perusahaan target, telah mencapai kesepakatan awal atau setuju untuk membuka negosiasi yang diharapkan menguntungkan bagi kedua belah pihak. Manajemen perusahaan target biasanya mendukung dan merekomendasikan tawaran tersebut kepada para pemegang sahamnya.

Risiko dan Tantangan

Meskipun berpotensi menguntungkan, proses hostile bid seringkali panjang, kompleks, dan penuh risiko. Perusahaan target yang tidak menginginkan pengambilalihan dapat melakukan berbagai strategi pertahanan (poison pill, penjualan aset strategis, mencari white knight) untuk melawan tawaran tersebut. Selain itu, hostile bid dapat menimbulkan ketidakpastian di pasar dan memengaruhi harga saham kedua perusahaan.

Cara Menggunakan Hostile Bid

Bagi investor, memahami hostile bid penting untuk mengidentifikasi potensi peluang atau risiko dalam portofolio saham perusahaan yang menjadi target atau pelaku hostile bid.

  1. 1Langkah 1: Pantau berita pasar keuangan untuk mengidentifikasi perusahaan yang mengajukan atau menjadi target hostile bid.
  2. 2Langkah 2: Analisis fundamental kedua perusahaan, termasuk posisi keuangan, prospek pertumbuhan, dan nilai intrinsik.
  3. 3Langkah 3: Perhatikan pergerakan harga saham perusahaan target, yang seringkali melonjak saat hostile bid diumumkan.
  4. 4Langkah 4: Evaluasi potensi keberhasilan hostile bid dan dampaknya terhadap nilai pemegang saham, baik bagi pembeli maupun penjual.

Contoh Penggunaan Hostile Bid dalam Trading

Contoh klasik adalah ketika perusahaan A meluncurkan hostile bid untuk mengakuisisi perusahaan B. Manajemen perusahaan B menolak tawaran tersebut, namun perusahaan A tetap gencar membeli saham perusahaan B di bursa efek. Jika perusahaan A berhasil mengumpulkan lebih dari 50% saham, mereka dapat mengambil alih kendali perusahaan B, terlepas dari keinginan manajemen awal perusahaan B.

Istilah Terkait

Pelajari juga istilah-istilah berikut untuk memperdalam pemahaman Anda: Akuisisi, Merger, Friendly Bid, Takeover, Saham, Manajemen Perusahaan

Pertanyaan Umum tentang Hostile Bid

Apa perbedaan utama antara hostile bid dan friendly bid?

Perbedaan utamanya terletak pada persetujuan manajemen perusahaan target. Friendly bid dilakukan dengan kesepakatan, sementara hostile bid dilakukan tanpa persetujuan atau bahkan ditentang oleh manajemen target.

Bagaimana cara perusahaan melakukan hostile bid?

Biasanya dengan membeli mayoritas saham perusahaan target secara agresif di pasar terbuka, sehingga mendapatkan hak suara untuk mengendalikan perusahaan.

Apakah hostile bid selalu berhasil?

Tidak, hostile bid bisa gagal. Perusahaan target dapat menerapkan strategi pertahanan untuk melawan tawaran tersebut, atau tawaran mungkin tidak cukup menarik bagi pemegang saham mayoritas.