4 menit baca 756 kata Diperbarui: 15 Januari 2026
🎯 Poin Penting tentang Hurdle Rate
- Hurdle rate adalah patokan minimum profitabilitas yang harus dilampaui sebuah investasi.
- Tujuannya adalah untuk memastikan investasi menguntungkan dan sepadan dengan risikonya.
- Dua metode umum penghitungannya adalah Discounted Cash Flow (DCF) dan perbandingan pasar.
- Investasi yang tidak memenuhi hurdle rate cenderung diabaikan karena dianggap kurang menguntungkan.
- Menjadi alat krusial dalam pengambilan keputusan investasi dan manajemen risiko.
📑 Daftar Isi
Apa itu Hurdle Rate?
Hurdle Rate adalah Hurdle rate adalah tingkat pengembalian minimum yang harus dicapai investasi agar dianggap layak. Digunakan untuk mengevaluasi profitabilitas proyek atau strategi trading.
Penjelasan Lengkap tentang Hurdle Rate
Dalam dunia forex dan investasi, Hurdle Rate merujuk pada tingkat pengembalian minimum atau tingkat pengembalian yang diharapkan yang harus dicapai oleh suatu investasi agar dianggap layak atau menguntungkan. Ini adalah semacam 'garis bawah' profitabilitas yang menjadi tolok ukur utama sebelum keputusan investasi atau perdagangan dibuat.
Mengapa Hurdle Rate Penting?
Hurdle rate memainkan peran krusial dalam proses pengambilan keputusan investasi maupun strategi perdagangan. Fungsinya adalah untuk:
- Menilai Kelayakan Investasi: Memastikan bahwa potensi keuntungan dari sebuah investasi melebihi biaya modal atau tingkat pengembalian alternatif yang lebih aman.
- Manajemen Risiko: Membantu investor membandingkan potensi keuntungan dengan tingkat risiko yang diambil. Jika potensi pengembalian tidak cukup tinggi untuk mengkompensasi risiko, investasi tersebut mungkin tidak akan diambil.
- Prioritisasi Proyek: Dalam konteks bisnis, hurdle rate membantu memprioritaskan proyek-proyek investasi yang paling menjanjikan dan berpotensi memberikan nilai tambah terbesar bagi perusahaan.
- Konsistensi Strategi: Menetapkan hurdle rate yang jelas membantu menjaga konsistensi dalam memilih peluang trading atau investasi, menghindari keputusan impulsif.
Metode Penghitungan Hurdle Rate
Terdapat beberapa metode untuk menghitung hurdle rate, dua yang paling umum adalah:
- Metode Penghitungan Arus Kas Terdiskonto (Discounted Cash Flow - DCF): Metode ini melibatkan penentuan nilai sekarang (present value) dari seluruh arus kas yang diharapkan di masa depan dari suatu investasi. Tingkat diskonto yang digunakan dalam perhitungan ini sering kali mencerminkan biaya modal perusahaan atau tingkat pengembalian yang diharapkan. Tingkat Pengembalian Internal (Internal Rate of Return/IRR) yang dihasilkan dari perhitungan DCF kemudian dapat dijadikan sebagai hurdle rate.
- Metode Perbandingan Pasar (Market Comparison): Metode ini melibatkan analisis tingkat pengembalian yang diharapkan dari investasi serupa yang sudah ada atau yang sedang aktif diperdagangkan di pasar. Investor atau trader kemudian mengadopsi tingkat pengembalian rata-rata atau yang dianggap wajar dari pasar tersebut sebagai hurdle rate untuk investasi yang sedang dievaluasi.
Pemilihan metode penghitungan sering kali bergantung pada jenis investasi, ketersediaan data, dan filosofi investasi dari pihak yang melakukan evaluasi.
Cara Menggunakan Hurdle Rate
Hurdle rate digunakan sebagai ambang batas untuk mengevaluasi apakah sebuah peluang investasi atau trading layak dikejar berdasarkan potensi keuntungannya.
- 1Langkah 1: Tentukan hurdle rate yang sesuai dengan profil risiko dan tujuan investasi Anda. Ini bisa berdasarkan biaya modal, tingkat inflasi, atau tingkat pengembalian investasi alternatif.
- 2Langkah 2: Hitung atau estimasikan potensi pengembalian dari peluang investasi atau trading yang sedang dipertimbangkan.
- 3Langkah 3: Bandingkan potensi pengembalian yang diestimasi dengan hurdle rate yang telah ditetapkan.
- 4Langkah 4: Jika potensi pengembalian melebihi atau sama dengan hurdle rate, pertimbangkan untuk melanjutkan investasi/trading. Jika tidak, cari peluang lain atau pertimbangkan kembali strategi Anda.
Contoh Penggunaan Hurdle Rate dalam Trading
Seorang trader forex ingin membuka posisi trading pada pasangan mata uang EUR/USD. Ia menetapkan hurdle rate sebesar 15% per bulan untuk setiap perdagangannya, yang mencerminkan tingkat pengembalian yang ia anggap cukup untuk mengkompensasi risiko yang diambil. Setelah menganalisis grafik dan indikator, ia memperkirakan potensi keuntungan dari setup trading ini adalah 20% per bulan. Karena potensi keuntungan (20%) melebihi hurdle rate (15%), ia memutuskan untuk melanjutkan transaksi tersebut.
Istilah Terkait
Pelajari juga istilah-istilah berikut untuk memperdalam pemahaman Anda: Tingkat Pengembalian Internal (IRR), Biaya Modal, Analisis Investasi, Manajemen Risiko, Profitabilitas, Return on Investment (ROI)
Pertanyaan Umum tentang Hurdle Rate
Apa perbedaan antara hurdle rate dan biaya modal?
Biaya modal adalah biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk mendanai asetnya, sedangkan hurdle rate adalah tingkat pengembalian minimum yang harus dicapai investasi agar menguntungkan, sering kali lebih tinggi dari biaya modal untuk memperhitungkan risiko tambahan.
Apakah hurdle rate selalu sama untuk semua jenis investasi?
Tidak, hurdle rate dapat bervariasi tergantung pada jenis investasi, tingkat risiko yang terkait, dan tujuan investor. Investasi berisiko tinggi biasanya memerlukan hurdle rate yang lebih tinggi.
Bagaimana jika potensi pengembalian investasi sama persis dengan hurdle rate?
Jika potensi pengembalian sama persis dengan hurdle rate, keputusan untuk melanjutkan investasi bisa bergantung pada faktor-faktor lain seperti tingkat risiko, likuiditas, dan tujuan strategis jangka panjang. Beberapa investor mungkin menganggapnya 'cukup baik', sementara yang lain mungkin mencari peluang dengan potensi keuntungan lebih tinggi.