4 menit baca 719 kata Diperbarui: 15 Januari 2026

🎯 Poin Penting tentang Illiquid

  • Illiquid berarti aset sulit diperdagangkan tanpa menggerakkan harga pasar.
  • Volume perdagangan rendah adalah ciri utama aset illiquid.
  • Trader mungkin mengalami kesulitan keluar posisi atau slippage pada aset illiquid.
  • Aset illiquid bisa menawarkan potensi keuntungan lebih tinggi namun dengan risiko likuiditas yang lebih besar.
  • Penting mempertimbangkan likuiditas sesuai tujuan trading jangka pendek atau panjang.

📑 Daftar Isi

Apa itu Illiquid?

Illiquid adalah Aset illiquid sulit dijual/dibeli tanpa memengaruhi harga pasar, umumnya karena volume perdagangan rendah. Ini meningkatkan risiko likuiditas bagi trader.

Penjelasan Lengkap tentang Illiquid

Dalam dunia trading dan investasi, istilah Illiquid merujuk pada kondisi di mana sebuah aset atau instrumen keuangan tidak mudah untuk diperjualbelikan atau diubah menjadi uang tunai tanpa menyebabkan pergerakan harga yang signifikan di pasar. Aset yang dikategorikan sebagai illiquid umumnya memiliki volume perdagangan yang rendah atau terbatas. Ini berarti, jumlah transaksi yang terjadi pada aset tersebut relatif sedikit dibandingkan dengan aset yang lebih likuid.

Ciri-ciri Aset Illiquid

  • Volume Perdagangan Rendah: Ini adalah indikator paling jelas. Semakin sedikit trader yang aktif memperdagangkan suatu aset, semakin besar kemungkinan aset tersebut illiquid.
  • Spread Bid-Ask Tinggi: Perbedaan antara harga penawaran beli (bid) dan harga permintaan jual (ask) cenderung lebih lebar pada aset illiquid. Ini mencerminkan ketidakpastian dan kesulitan dalam menemukan lawan transaksi yang sesuai.
  • Kesulitan Menemukan Pembeli/Penjual: Trader mungkin harus menunggu lebih lama untuk menemukan pihak lain yang bersedia membeli atau menjual aset pada harga yang diinginkan.

Konsekuensi Perdagangan Aset Illiquid

Berinvestasi atau melakukan trading pada aset yang illiquid membawa beberapa konsekuensi penting yang harus dipahami oleh setiap trader:

  • Kesulitan Keluar Posisi: Kemampuan untuk keluar dari posisi trading atau investasi secara cepat dan efisien menjadi terbatas. Hal ini bisa menjadi masalah serius jika trader membutuhkan dana mendesak atau jika strategi trading harus diubah secara tiba-tiba.
  • Potensi Slippage: Ketiadaan volume perdagangan yang tinggi dapat menyebabkan slippage. Slippage terjadi ketika harga eksekusi transaksi berbeda dari harga yang diharapkan saat order ditempatkan. Transaksi kecil pada aset illiquid dapat menyebabkan pergerakan harga yang drastis, sehingga trader mendapatkan harga yang kurang menguntungkan.
  • Volatilitas Harga yang Lebih Tinggi: Karena volume perdagangan yang rendah, bahkan sedikit permintaan atau penawaran dapat memicu perubahan harga yang lebih besar.

Contoh Aset Illiquid

Beberapa contoh aset yang sering dikategorikan sebagai illiquid antara lain:

  • Saham perusahaan kecil (small-cap stocks) yang jarang diperdagangkan.
  • Obligasi korporasi dengan likuiditas rendah.
  • Aset properti (real estate).
  • Investasi alternatif seperti beberapa jenis hedge funds atau private equity.

Meskipun aset illiquid sering kali memiliki potensi keuntungan yang menarik, risiko likuiditas yang menyertainya juga jauh lebih tinggi. Oleh karena itu, sangat krusial bagi setiap investor atau trader untuk mempertimbangkan tingkat likuiditas sebuah aset sesuai dengan tujuan investasi dan toleransi risiko mereka.

Cara Menggunakan Illiquid

Memahami konsep illiquid membantu trader menilai risiko likuiditas dalam memilih aset dan merencanakan strategi trading.

  1. 1Identifikasi volume perdagangan aset yang diminati; volume rendah mengindikasikan potensi illiquid.
  2. 2Periksa spread bid-ask; spread yang lebar menunjukkan kesulitan dalam eksekusi.
  3. 3Pertimbangkan tujuan trading Anda; aset illiquid kurang cocok untuk trading jangka pendek atau kebutuhan likuiditas mendesak.
  4. 4Analisis potensi keuntungan versus risiko likuiditas; sesuaikan alokasi modal Anda.

Contoh Penggunaan Illiquid dalam Trading

Seorang trader forex melihat peluang pada pasangan mata uang eksotis yang jarang diperdagangkan. Meskipun potensi profitnya menarik, ia menyadari bahwa pasangan mata uang tersebut bersifat illiquid. Ini berarti ia mungkin akan kesulitan membuka atau menutup posisi besar tanpa menggerakkan harga pasar secara signifikan, dan potensi slippage saat eksekusi order akan lebih tinggi dibandingkan dengan pasangan mata uang mayor seperti EUR/USD yang sangat likuid.

Istilah Terkait

Pelajari juga istilah-istilah berikut untuk memperdalam pemahaman Anda: Likuiditas, Volume Perdagangan, Spread Bid-Ask, Slippage, Pasangan Mata Uang Eksotis, Aset Finansial

Pertanyaan Umum tentang Illiquid

Apa perbedaan utama antara aset likuid dan illiquid?

Aset likuid mudah diperjualbelikan tanpa memengaruhi harga pasar (misalnya, saham blue-chip, mata uang mayor), sedangkan aset illiquid sulit diperjualbelikan tanpa menggerakkan harga pasar (misalnya, properti, saham kecil).

Apakah aset illiquid selalu berisiko tinggi?

Aset illiquid membawa risiko likuiditas yang lebih tinggi, yang berarti kesulitan dalam menjualnya dengan cepat. Namun, potensi keuntungannya bisa juga lebih tinggi, tergantung pada asetnya.

Bagaimana cara trader forex mengelola risiko aset illiquid?

Trader forex dapat mengelola risiko aset illiquid dengan memahami karakteristiknya, membatasi ukuran posisi, menggunakan order stop-loss yang ketat, dan hanya berdagang pada aset yang mereka pahami sepenuhnya.