4 menit baca 832 kata Diperbarui: 15 Januari 2026

🎯 Poin Penting tentang Implied Authority

  • Implied authority adalah wewenang yang tidak eksplisit, namun diasumsikan dalam hubungan trading.
  • Biasanya terjadi antara investor dan broker atau manajer investasi.
  • Dapat timbul dari imbalan yang diberikan atau hubungan profesional yang terbangun.
  • Memudahkan pengambilan keputusan, namun berisiko jika disalahgunakan.
  • Pentingnya kepercayaan dan pemahaman yang jelas mengenai wewenang dalam hubungan trading.

📑 Daftar Isi

Apa itu Implied Authority?

Implied Authority adalah Wewenang yang diasumsikan atau dianggap dimiliki seseorang dalam trading, meski tidak tertulis, seringkali berdasarkan hubungan atau imbalan.

Penjelasan Lengkap tentang Implied Authority

Dalam dunia forex dan trading, Implied Authority merujuk pada wewenang yang secara implisit diberikan atau diasumsikan kepada seseorang, meskipun tidak ada perjanjian tertulis yang secara eksplisit menyatakan wewenang tersebut. Konsep ini sangat relevan dalam hubungan antara investor dengan pihak ketiga yang mengelola aset mereka, seperti broker atau manajer investasi.

Apa Itu Implied Authority?

Berbeda dengan express authority (wewenang yang diberikan secara jelas, baik lisan maupun tertulis), implied authority muncul dari tindakan, kebiasaan, atau hubungan yang ada. Dalam konteks trading, ini berarti broker atau agen investasi dapat mengambil tindakan tertentu atas nama klien, yang dianggap sebagai bagian dari tugas mereka, meskipun tidak secara spesifik tercantum dalam kontrak awal. Wewenang ini seringkali timbul dari pemahaman bersama, imbalan yang diterima, atau praktik standar industri.

Implied Authority dalam Praktik Trading

Misalnya, seorang investor mempercayakan pengelolaan portofolio investasinya kepada seorang broker. Investor tersebut mungkin tidak secara rinci menjelaskan setiap keputusan pembelian atau penjualan aset. Namun, berdasarkan kesepakatan umum dan pengalaman sebelumnya, broker memiliki implied authority untuk melakukan transaksi yang dianggap perlu demi mengoptimalkan keuntungan atau memitigasi risiko, sesuai dengan tujuan investasi klien.

Hal serupa terjadi ketika investor menyerahkan dana kepada manajer keuangan. Meskipun tidak ada instruksi tertulis untuk setiap langkah investasi, investor secara tidak langsung memberikan wewenang kepada manajer untuk membuat keputusan berdasarkan keahlian dan penilaian mereka, dengan harapan akan menghasilkan imbal hasil yang positif.

Risiko dan Pertimbangan

Meskipun implied authority dapat memperlancar proses pengambilan keputusan dan memberikan fleksibilitas, konsep ini juga membawa risiko signifikan:

  • Penyalahgunaan Wewenang: Pihak yang memiliki implied authority dapat menyalahgunakan wewenang tersebut untuk kepentingan pribadi, yang bertentangan dengan kepentingan investor.
  • Kesalahpahaman: Investor mungkin memiliki persepsi yang berbeda mengenai sejauh mana wewenang tersebut berlaku, yang dapat menyebabkan perselisihan.
  • Pelanggaran Regulasi: Tindakan yang diambil berdasarkan implied authority bisa saja melanggar peraturan keuangan jika tidak dilakukan dengan hati-hati dan sesuai dengan etika profesional.

Pentingnya Kepercayaan dan Komunikasi

Oleh karena itu, sangat penting bagi investor untuk membangun hubungan yang didasarkan pada kepercayaan dan komunikasi yang jelas dengan broker atau manajer investasi mereka. Memahami batasan dan cakupan implied authority dapat membantu mencegah potensi masalah di kemudian hari. Diskusi terbuka mengenai ekspektasi, toleransi risiko, dan jenis keputusan yang dapat diambil secara mandiri oleh pihak pengelola aset sangatlah krusial.

Cara Menggunakan Implied Authority

Memahami dan mengelola implied authority memerlukan kejelasan dalam komunikasi dan penetapan ekspektasi dengan pihak pengelola dana Anda.

  1. 1Langkah 1: Tentukan secara spesifik jenis wewenang yang ingin Anda berikan kepada broker atau manajer investasi, bahkan jika tidak tertulis dalam perjanjian awal.
  2. 2Langkah 2: Lakukan diskusi terbuka mengenai batasan dan cakupan keputusan yang dapat mereka ambil atas nama Anda.
  3. 3Langkah 3: Perhatikan rekam jejak dan reputasi pihak yang akan Anda percayai untuk mengelola dana Anda.
  4. 4Langkah 4: Tetapkan mekanisme pelaporan dan tinjau secara berkala keputusan yang telah diambil untuk memastikan kesesuaian dengan tujuan investasi Anda.

Contoh Penggunaan Implied Authority dalam Trading

Seorang trader, sebut saja Budi, memiliki implied authority atas akun tradingnya yang dikelola oleh broker profesional, Ani. Budi tidak secara eksplisit menuliskan bahwa Ani boleh melakukan hedging posisi jika pasar bergerak sangat volatil. Namun, karena Ani adalah seorang profesional berpengalaman dan telah mengelola akun Budi selama beberapa waktu, Budi secara implisit mempercayakan Ani untuk mengambil keputusan seperti hedging jika dirasa perlu untuk melindungi modal dari kerugian besar. Ketika pasar forex tiba-tiba mengalami lonjakan volatilitas, Ani memutuskan untuk membuka posisi hedging tanpa harus menunggu konfirmasi langsung dari Budi. Tindakan ini dianggap sah karena merupakan bagian dari praktik manajemen risiko yang umum dan diasumsikan dalam hubungan mereka, meskipun tidak tertulis secara rinci.

Istilah Terkait

Pelajari juga istilah-istilah berikut untuk memperdalam pemahaman Anda: Express Authority, Broker, Manajer Investasi, Manajemen Risiko, Akun Trading, Portofolio Investasi

Pertanyaan Umum tentang Implied Authority

Apa perbedaan utama antara implied authority dan express authority?

Express authority adalah wewenang yang diberikan secara jelas dan tegas, baik lisan maupun tertulis. Sementara implied authority adalah wewenang yang diasumsikan atau tersirat dari situasi, kebiasaan, atau hubungan, tanpa adanya pernyataan eksplisit.

Bagaimana cara investor melindungi diri dari penyalahgunaan implied authority oleh broker?

Investor dapat melindungi diri dengan melakukan komunikasi yang jelas dan terbuka mengenai batasan wewenang, meninjau laporan transaksi secara berkala, dan memilih broker atau manajer investasi yang memiliki reputasi baik dan terpercaya.

Apakah implied authority hanya berlaku untuk broker?

Tidak, implied authority dapat berlaku dalam berbagai hubungan profesional di mana satu pihak memiliki wewenang untuk bertindak atas nama pihak lain, seperti antara klien dan penasihat keuangan, atau antara perusahaan dan agennya.