5 menit baca 922 kata Diperbarui: 15 Januari 2026

🎯 Poin Penting tentang Income in Respect of a Decedent (IRD)

  • IRD merujuk pada pendapatan yang belum dikenai pajak sebelum kematian.
  • Pajak tetap berlaku untuk IRD meskipun diterima setelah kematian.
  • Pewaris atau penerima yang ditunjuk akan dikenakan pajak atas IRD.
  • Pengelolaan IRD penting untuk perencanaan perpajakan bagi pewaris.
  • Tarif pajak IRD dapat bervariasi tergantung penerima dan jenis pendapatan.

📑 Daftar Isi

Apa itu Income in Respect of a Decedent (IRD)?

Income in Respect of a Decedent (IRD) adalah IRD adalah pendapatan yang diperoleh sebelum kematian namun belum dikenai pajak, yang tetap wajib pajak saat diterima pewaris.

Penjelasan Lengkap tentang Income in Respect of a Decedent (IRD)

Income in Respect of a Decedent (IRD) adalah istilah penting dalam dunia investasi dan perencanaan warisan, terutama yang berkaitan dengan kewajiban pajak pasca kematian. Istilah ini merujuk pada pendapatan yang secara ekonomis telah diperoleh oleh seseorang sebelum ia meninggal, namun belum dilaporkan atau dikenakan pajak penghasilan hingga tanggal kematiannya.

Apa Itu IRD?

Ketika seorang investor atau trader meninggal dunia, aset yang ditinggalkannya seringkali masih menghasilkan berbagai bentuk pendapatan. Contoh umum dari pendapatan ini meliputi:

  • Dividen Saham: Pembayaran keuntungan perusahaan kepada pemegang saham.
  • Bunga Obligasi: Pembayaran bunga dari surat utang yang dimiliki.
  • Pembayaran Pensiun atau Anuitas: Dana pensiun yang masih harus dibayarkan.
  • Pendapatan Sewa: Pendapatan dari properti yang disewakan.
  • Pendapatan Bisnis: Keuntungan dari usaha yang masih berjalan.

Menurut peraturan perpajakan federal Amerika Serikat (US), pendapatan-pendapatan ini, meskipun diterima oleh ahli waris atau penerima yang ditunjuk setelah kematian, tetap dianggap sebagai pendapatan yang diperoleh oleh almarhum pada saat kematiannya. Oleh karena itu, IRD tetap tunduk pada pajak penghasilan.

Perbedaan Pajak IRD dengan Pendapatan Biasa

Perbedaan mendasar IRD dengan pendapatan yang diterima seseorang saat masih hidup adalah waktu pengenaan pajaknya. Jika seseorang masih hidup dan menerima dividen atau bunga, ia akan dikenakan pajak atas pendapatan tersebut pada tahun berjalan. Namun, untuk IRD, pajak baru dikenakan ketika pendapatan tersebut benar-benar diterima oleh pewaris atau penerima yang ditunjuk, meskipun pendapatan itu sendiri berasal dari periode sebelum kematian.

Penerima dan Kewajiban Pajak

Pendapatan yang termasuk dalam kategori IRD biasanya akan diteruskan kepada pewaris atau penerima yang telah ditetapkan dalam surat wasiat, polis asuransi jiwa, atau perjanjian lainnya. Kewajiban pajak atas IRD akan menjadi tanggung jawab penerima tersebut. Secara umum, penerima akan dikenakan tarif pajak penghasilan federal yang berlaku untuk individu. Namun, dalam kasus tertentu, seperti jika pendapatan IRD diberikan kepada organisasi nirlaba, tarif pajak yang lebih rendah atau perlakuan pajak khusus mungkin berlaku.

Pentingnya Pengelolaan IRD dalam Trading dan Investasi

Bagi para trader dan investor, memahami konsep IRD sangat krusial. Hal ini berkaitan langsung dengan perencanaan warisan dan kewajiban perpajakan yang akan dihadapi oleh ahli waris. Dengan memahami IRD, pewaris dapat:

  • Mengantisipasi Kewajiban Pajak: Mengetahui potensi jumlah pajak yang harus dibayarkan atas pendapatan pasca kematian.
  • Melakukan Perencanaan Pajak yang Efektif: Mengoptimalkan strategi untuk meminimalkan beban pajak secara legal, misalnya dengan mempertimbangkan waktu penerimaan pendapatan atau memanfaatkan potongan pajak yang tersedia.
  • Membuat Keputusan Investasi yang Lebih Baik: Mempertimbangkan implikasi IRD saat merencanakan aset dan warisan.

Perencanaan perpajakan yang cermat sangat disarankan untuk memastikan bahwa warisan dikelola dengan efisien dan sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Cara Menggunakan Income in Respect of a Decedent (IRD)

Memahami IRD membantu dalam perencanaan warisan dan kewajiban pajak bagi pewaris atas aset yang menghasilkan pendapatan setelah kematian.

  1. 1Identifikasi aset almarhum yang berpotensi menghasilkan pendapatan pasca kematian (dividen, bunga, dll.).
  2. 2Tentukan apakah pendapatan tersebut memenuhi kriteria sebagai Income in Respect of a Decedent (IRD).
  3. 3Ketahui siapa penerima yang ditunjuk untuk setiap jenis pendapatan IRD.
  4. 4Konsultasikan dengan profesional pajak untuk memahami implikasi pajak dan merencanakan strategi pelaporan serta pembayaran pajak yang optimal.

Contoh Penggunaan Income in Respect of a Decedent (IRD) dalam Trading

Misalkan seorang investor, Bapak Andi, meninggal dunia pada tanggal 15 Maret 2023. Beliau memiliki saham di PT Maju Jaya yang mengumumkan pembayaran dividen sebesar Rp 10.000.000 pada tanggal 1 April 2023. Dividen ini secara ekonomis diperoleh Bapak Andi sebelum kematiannya, namun baru dibayarkan setelah beliau meninggal. Oleh karena itu, dividen sebesar Rp 10.000.000 ini dikategorikan sebagai Income in Respect of a Decedent (IRD). Jika ahli waris Bapak Andi adalah istrinya, Ibu Budi, maka Ibu Budi akan melaporkan dan dikenakan pajak atas dividen Rp 10.000.000 tersebut pada tahun pajak 2023, sesuai dengan tarif pajak penghasilan yang berlaku baginya.

Istilah Terkait

Pelajari juga istilah-istilah berikut untuk memperdalam pemahaman Anda: Perencanaan Warisan, Pajak Penghasilan, Ahli Waris, Dividen, Bunga Obligasi, Aset Investasi

Pertanyaan Umum tentang Income in Respect of a Decedent (IRD)

Apakah semua pendapatan setelah kematian termasuk IRD?

Tidak, hanya pendapatan yang secara ekonomis diperoleh sebelum kematian tetapi belum dikenai pajak yang termasuk IRD.

Siapa yang bertanggung jawab membayar pajak atas IRD?

Pajak atas IRD menjadi tanggung jawab pewaris atau penerima yang ditunjuk yang menerima pendapatan tersebut.

Bagaimana cara mengetahui apakah suatu pendapatan termasuk IRD?

Umumnya, pendapatan yang timbul dari hak yang sudah ada sebelum kematian, namun pembayarannya terjadi setelah kematian, dikategorikan sebagai IRD. Konsultasi dengan ahli pajak sangat disarankan.

Apakah IRD hanya berlaku di Amerika Serikat?

Konsep IRD seperti yang dijelaskan merujuk pada sistem pajak penghasilan federal Amerika Serikat. Namun, prinsip pengenaan pajak atas pendapatan yang diperoleh sebelum kematian namun diterima setelahnya bisa bervariasi di negara lain.

Apa perbedaan IRD dengan pendapatan 'step-up in basis'?

Step-up in basis adalah penyesuaian nilai aset warisan ke nilai pasar pada tanggal kematian untuk tujuan perhitungan capital gain di masa depan. IRD adalah pendapatan yang sudah 'terbentuk' sebelum kematian dan tetap dikenai pajak penghasilan, bukan capital gain.