4 menit baca 823 kata Diperbarui: 15 Januari 2026

🎯 Poin Penting tentang Incoterms

  • Incoterms mengatur tanggung jawab pembeli dan penjual dalam pengiriman barang internasional.
  • Diciptakan oleh International Chamber of Commerce (ICC) untuk mencegah kesalahpahaman dalam perdagangan global.
  • Mencakup pemindahan risiko, biaya pengiriman, asuransi, serta urusan bea cukai dan dokumen.
  • Setiap aturan Incoterms (misalnya, FOB, CIF, EXW) memiliki spesifikasi kewajiban yang berbeda.
  • Penggunaan Incoterms yang tepat krusial untuk kelancaran, kejelasan, dan pengurangan risiko dalam transaksi internasional.

📑 Daftar Isi

Apa itu Incoterms?

Incoterms adalah Incoterms adalah seperangkat aturan perdagangan internasional yang mendefinisikan tanggung jawab penjual dan pembeli terkait pengiriman barang, biaya, risiko, dan asuransi.

Penjelasan Lengkap tentang Incoterms

Apa itu Incoterms?

Incoterms, singkatan dari International Commercial Terms, adalah serangkaian aturan standar yang diterbitkan oleh International Chamber of Commerce (ICC) yang mendefinisikan hak dan kewajiban penjual dan pembeli dalam kontrak penjualan internasional. Aturan ini dirancang untuk menyederhanakan transaksi perdagangan global dengan memberikan kejelasan mengenai siapa yang bertanggung jawab atas apa dalam proses pengiriman barang. Incoterms bertujuan untuk meminimalkan kesalahpahaman, perselisihan, dan potensi kerugian finansial yang mungkin timbul akibat perbedaan interpretasi dalam kesepakatan pengiriman.

Fungsi dan Ruang Lingkup Incoterms

Dalam konteks perdagangan internasional, Incoterms mengatur beberapa aspek krusial dari proses pengiriman barang, antara lain:

  • Pemindahan Risiko: Menentukan titik di mana risiko kerusakan atau kehilangan barang berpindah dari penjual ke pembeli.
  • Biaya Pengiriman: Mendefinisikan pihak mana yang menanggung biaya-biaya terkait transportasi, seperti biaya pengangkutan, bongkar muat, dan biaya pelabuhan.
  • Kewajiban Asuransi: Menjelaskan apakah salah satu pihak wajib menyediakan perlindungan asuransi untuk barang selama transit, dan siapa yang menanggung biayanya.
  • Dokumentasi dan Bea Cukai: Menentukan tanggung jawab untuk pengurusan izin ekspor/impor, pembayaran bea masuk, serta penyediaan dokumen-dokumen yang diperlukan.

Setiap aturan Incoterms dirancang untuk mencakup berbagai skenario pengiriman, mulai dari pengambilan barang langsung dari fasilitas penjual hingga pengiriman ke tujuan akhir pembeli. Incoterms secara efektif membagi tanggung jawab dan biaya pengiriman antara pembeli dan penjual sesuai dengan ketentuan yang telah disepakati secara global.

Contoh Aturan Incoterms

Incoterms terdiri dari berbagai singkatan yang mewakili kondisi pengiriman yang spesifik. Beberapa yang paling umum digunakan antara lain:

  • EXW (Ex Works): Penjual menyediakan barang di tempat usahanya (pabrik/gudang). Pembeli menanggung semua biaya dan risiko sejak barang diambil dari tempat penjual.
  • FOB (Free on Board): Penjual bertanggung jawab atas biaya dan risiko hingga barang dimuat ke atas kapal di pelabuhan pengirim. Setelah itu, tanggung jawab beralih ke pembeli.
  • CIF (Cost, Insurance, and Freight): Penjual menanggung biaya pengangkutan dan asuransi hingga barang tiba di pelabuhan tujuan. Namun, risiko berpindah ke pembeli saat barang dimuat ke kapal di pelabuhan pengirim.

Setiap aturan Incoterms memberikan panduan yang sangat rinci mengenai kewajiban dan tanggung jawab yang harus dipenuhi oleh masing-masing pihak. Pemilihan Incoterms yang tepat sangat penting untuk memastikan kelancaran transaksi, kejelasan peran, dan untuk meminimalkan potensi perselisihan hukum maupun finansial dalam perdagangan internasional.

Cara Menggunakan Incoterms

Dalam konteks trading atau investasi, pemahaman Incoterms penting bagi pelaku pasar yang terlibat dalam perdagangan komoditas atau barang fisik, terutama yang melibatkan pengiriman internasional.

  1. 1Identifikasi sifat transaksi: Tentukan apakah Anda sebagai pembeli atau penjual dan jenis barang yang diperdagangkan.
  2. 2Pilih Incoterms yang sesuai: Pelajari berbagai aturan Incoterms dan pilih yang paling sesuai dengan kesepakatan Anda mengenai pembagian biaya, risiko, dan tanggung jawab pengiriman.
  3. 3Negosiasikan dan sepakati: Pastikan kedua belah pihak (pembeli dan penjual) memahami dan menyepakati Incoterms yang dipilih sebelum finalisasi kontrak.
  4. 4Cantumkan dalam kontrak: Sertakan secara jelas Incoterms yang disepakati dalam kontrak penjualan atau perjanjian perdagangan Anda untuk menghindari ambiguitas.

Contoh Penggunaan Incoterms dalam Trading

Seorang trader komoditas di Indonesia membeli biji kopi dari Brazil. Dalam kontraknya, disepakati penggunaan CIF (Cost, Insurance, and Freight) Pelabuhan Tanjung Priok. Ini berarti penjual di Brazil bertanggung jawab untuk membayar biaya pengiriman biji kopi hingga ke Pelabuhan Tanjung Priok, serta menyediakan asuransi untuk barang tersebut selama perjalanan. Namun, risiko atas biji kopi berpindah ke pembeli (trader Indonesia) begitu biji kopi dimuat ke atas kapal di pelabuhan Brazil. Trader Indonesia kemudian hanya perlu mengurus bea cukai dan pengangkutan dari Pelabuhan Tanjung Priok ke gudangnya.

Istilah Terkait

Pelajari juga istilah-istilah berikut untuk memperdalam pemahaman Anda: Perdagangan Internasional, Kontrak Penjualan, ICC, Logistik, Bea Cukai, Asuransi Kargo

Pertanyaan Umum tentang Incoterms

Apakah Incoterms berlaku untuk semua jenis barang?

Ya, Incoterms dirancang untuk berlaku untuk berbagai jenis barang yang diperdagangkan secara internasional, baik komoditas, barang manufaktur, maupun produk lainnya.

Siapa yang membuat dan memperbarui Incoterms?

Incoterms diterbitkan dan diperbarui secara berkala oleh International Chamber of Commerce (ICC). Versi terbaru saat ini adalah Incoterms 2020.

Apakah Incoterms mengatur pembayaran?

Incoterms tidak secara langsung mengatur metode atau tanggal pembayaran. Hal ini biasanya diatur dalam klausul pembayaran terpisah dalam kontrak penjualan.

Apa perbedaan utama antara FOB dan CIF?

Perbedaan utamanya terletak pada siapa yang menanggung biaya dan risiko pengiriman setelah barang dimuat ke kapal. Pada FOB, risiko dan biaya berpindah ke pembeli saat barang dimuat. Pada CIF, penjual menanggung biaya dan asuransi hingga pelabuhan tujuan, meskipun risiko berpindah ke pembeli saat barang dimuat di pelabuhan asal.