4 menit baca 745 kata Diperbarui: 15 Januari 2026
🎯 Poin Penting tentang Indirect Method
- Investor tidak memiliki aset dasar secara langsung, melainkan berspekulasi pada pergerakan harganya.
- Menggunakan instrumen keuangan seperti futures, options, atau CFD untuk mendapatkan eksposur harga.
- Memungkinkan posisi beli (long) atau jual (short) tanpa kepemilikan fisik.
- Menawarkan fleksibilitas dan potensi keuntungan lebih besar melalui leverage.
- Memiliki risiko lebih tinggi dibandingkan kepemilikan aset langsung karena volatilitas harga.
📑 Daftar Isi
Apa itu Indirect Method?
Indirect Method adalah Metode trading di mana investor mendapat untung dari perubahan harga aset terkait, bukan dari kepemilikan langsung aset tersebut, seringkali melalui instrumen derivatif.
Penjelasan Lengkap tentang Indirect Method
Indirect Method dalam dunia trading dan investasi merujuk pada sebuah strategi di mana investor berupaya meraih keuntungan bukan dari kepemilikan langsung atas suatu aset, melainkan dari perubahan harga aset lain yang memiliki korelasi atau terkait erat dengan aset utama tersebut. Dalam pendekatan ini, investor tidak secara fisik memegang aset yang diperdagangkan. Sebaliknya, mereka memanfaatkan instrumen keuangan derivatif atau produk finansial lainnya untuk mendapatkan eksposur terhadap pergerakan harga aset yang mendasarinya.
Bagaimana Indirect Method Bekerja?
Prinsip dasar dari Indirect Method adalah spekulasi terhadap pergerakan harga aset tanpa perlu melakukan transaksi pembelian atau penjualan aset fisik secara langsung. Investor menggunakan kontrak atau produk keuangan lain yang nilainya dipengaruhi oleh harga aset dasar. Keuntungan atau kerugian timbul dari selisih harga antara saat kontrak dibuka dan ditutup, sesuai dengan prediksi arah pergerakan harga aset dasar.
Contoh Instrumen dalam Indirect Method:
- Kontrak Berjangka (Futures Contract): Investor membuat perjanjian untuk membeli atau menjual aset pada harga yang telah ditentukan di masa depan. Mereka tidak memiliki aset secara fisik, tetapi berspekulasi pada pergerakan harganya.
- Opsi (Options): Memberikan hak, bukan kewajiban, bagi pembeli untuk membeli (call option) atau menjual (put option) aset pada harga tertentu sebelum atau pada tanggal kedaluwarsa.
- Contract for Difference (CFD): Kontrak antara trader dan broker untuk menukar selisih harga suatu aset dari saat kontrak dibuka hingga ditutup. Trader tidak memiliki aset dasar, hanya berspekulasi pada pergerakan harganya.
Keuntungan dan Risiko Indirect Method:
Salah satu keunggulan utama dari Indirect Method adalah fleksibilitas yang ditawarkannya. Investor dapat mengambil posisi long (beli) ketika memprediksi harga akan naik, atau posisi short (jual) ketika memprediksi harga akan turun, tanpa perlu memiliki aset tersebut. Selain itu, instrumen derivatif seringkali menawarkan leverage, yang memungkinkan investor mengontrol posisi yang lebih besar dengan modal yang relatif kecil, sehingga berpotensi menghasilkan keuntungan yang lebih besar. Namun, potensi keuntungan yang lebih tinggi ini juga sejalan dengan risiko yang lebih tinggi. Fluktuasi harga yang signifikan dapat menyebabkan kerugian yang substansial, terutama ketika menggunakan leverage.
Cara Menggunakan Indirect Method
Indirect Method digunakan dengan memilih instrumen derivatif yang sesuai dengan pandangan pasar dan tujuan investasi, lalu membuka posisi beli atau jual berdasarkan prediksi pergerakan harga aset dasar.
- 1Identifikasi aset dasar yang ingin Anda spekulasikan pergerakan harganya (misalnya, EUR/USD, Emas, Saham tertentu).
- 2Pilih instrumen derivatif yang tepat (Futures, Options, CFD) yang menawarkan eksposur terhadap aset dasar tersebut.
- 3Analisis pasar untuk memprediksi arah pergerakan harga aset dasar (naik atau turun).
- 4Buka posisi trading (beli atau jual) pada instrumen derivatif sesuai dengan prediksi Anda, manfaatkan leverage jika diperlukan dengan hati-hati.
- 5Pantau posisi Anda secara aktif dan kelola risiko dengan menggunakan stop-loss dan take-profit.
Contoh Penggunaan Indirect Method dalam Trading
Seorang trader memprediksi bahwa harga minyak mentah akan naik dalam beberapa minggu ke depan. Alih-alih membeli barel minyak fisik, trader tersebut menggunakan Contract for Difference (CFD) pada minyak mentah. Trader membuka posisi beli (long) pada CFD minyak mentah. Jika harga minyak mentah benar naik sesuai prediksi, trader akan mendapatkan keuntungan dari selisih kenaikan harga tersebut saat menutup posisinya. Sebaliknya, jika harga minyak mentah turun, trader akan mengalami kerugian.
Istilah Terkait
Pelajari juga istilah-istilah berikut untuk memperdalam pemahaman Anda: Leverage, Derivatif, Futures Contract, Options, CFD, Posisi Long, Posisi Short, Aset Dasar
Pertanyaan Umum tentang Indirect Method
Apa perbedaan utama antara direct method dan indirect method dalam trading?
Direct method melibatkan kepemilikan langsung aset (misalnya membeli saham fisik), sedangkan indirect method berspekulasi pada pergerakan harga aset melalui instrumen derivatif tanpa kepemilikan langsung.
Apakah indirect method cocok untuk pemula?
Indirect method bisa lebih kompleks dan berisiko tinggi karena melibatkan instrumen derivatif dan leverage. Pemula disarankan untuk memahami dasar-dasar trading dan manajemen risiko sebelum menggunakan metode ini.
Bagaimana cara mengelola risiko saat menggunakan indirect method?
Pengelolaan risiko yang ketat sangat penting. Gunakan stop-loss untuk membatasi potensi kerugian, tentukan ukuran posisi yang sesuai, dan hindari penggunaan leverage yang berlebihan.