4 menit baca 825 kata Diperbarui: 15 Januari 2026
🎯 Poin Penting tentang Information Ratio
- Mengukur kinerja portofolio atau strategi investasi terhadap benchmark.
- Menghitung excess return dibagi dengan standar deviasi excess return.
- Menilai efektivitas manajer dalam mengungguli pasar dengan risiko terkontrol.
- Nilai Information Ratio yang lebih tinggi menunjukkan kinerja yang lebih baik.
- Perlu dikombinasikan dengan metrik lain karena cenderung mengabaikan risiko negatif.
📑 Daftar Isi
Apa itu Information Ratio?
Information Ratio adalah Information Ratio mengukur kemampuan manajer investasi menghasilkan keuntungan berlebih (excess return) per unit risiko yang diambil, menunjukkan efektivitas strategi.
Penjelasan Lengkap tentang Information Ratio
Apa itu Information Ratio?
Information Ratio (IR) adalah metrik penting dalam dunia trading dan investasi yang digunakan untuk mengevaluasi kinerja suatu portofolio atau strategi investasi. Rasio ini secara spesifik dirancang untuk mengukur seberapa efektif seorang manajer investasi mampu menghasilkan keuntungan tambahan (excess return) di atas tingkat pengembalian acuan (benchmark) dengan mengambil risiko yang terkendali.
Bagaimana Information Ratio Dihitung?
Perhitungan Information Ratio melibatkan dua komponen utama:
- Excess Return (Keuntungan Berlebih): Ini adalah selisih antara tingkat pengembalian aktual dari portofolio atau strategi investasi dengan tingkat pengembalian dari benchmark yang telah ditentukan. Excess return menjadi indikator kemampuan manajer untuk 'mengalahkan pasar' atau mencapai hasil yang lebih baik dari acuan standar.
- Standar Deviasi Excess Return: Ukuran ini mengukur volatilitas atau risiko dari excess return tersebut. Semakin tinggi standar deviasi, semakin besar fluktuasi keuntungan berlebih yang dihasilkan, yang berarti risikonya juga lebih tinggi.
Rumus dasarnya adalah:
Information Ratio = (Return Portofolio - Return Benchmark) / Standar Deviasi (Return Portofolio - Return Benchmark)
Makna Information Ratio dalam Trading
Information Ratio memberikan wawasan tentang seberapa konsisten seorang manajer investasi dalam menghasilkan keuntungan di atas ekspektasi pasar, sambil tetap menjaga tingkat risiko yang dapat diterima. Manajer yang memiliki Information Ratio tinggi dianggap lebih terampil dalam mengelola portofolio mereka untuk menghasilkan nilai tambah.
Keunggulan dan Keterbatasan Information Ratio
Keunggulan:
- Memberikan gambaran yang jelas tentang efektivitas manajer dalam menghasilkan keuntungan aktif.
- Membantu investor membandingkan kinerja antar manajer atau strategi investasi yang berbeda.
Keterbatasan:
- Information Ratio cenderung hanya berfokus pada keuntungan berlebih dan dapat mengabaikan risiko negatif (misalnya, kerugian yang besar atau volatilitas yang tidak diinginkan dalam periode tertentu).
- Perhitungan ini sangat bergantung pada pemilihan benchmark yang tepat. Benchmark yang tidak relevan dapat menghasilkan rasio yang menyesatkan.
Oleh karena itu, sangat disarankan untuk tidak hanya mengandalkan Information Ratio saja, melainkan menggunakannya sebagai bagian dari analisis yang lebih komprehensif, dikombinasikan dengan metrik evaluasi kinerja lainnya.
Cara Menggunakan Information Ratio
Gunakan Information Ratio untuk mengevaluasi kinerja manajer investasi atau strategi trading, bandingkan dengan benchmark, dan cari nilai yang tinggi untuk potensi keuntungan berlebih yang efisien.
- 11. Tentukan benchmark yang relevan untuk portofolio atau strategi trading Anda.
- 22. Hitung tingkat pengembalian portofolio/strategi dan tingkat pengembalian benchmark selama periode waktu yang sama.
- 33. Hitung 'excess return' (selisih antara return portofolio dan return benchmark).
- 44. Hitung standar deviasi dari 'excess return' tersebut untuk mengukur risikonya.
- 55. Bagi 'excess return' dengan standar deviasinya untuk mendapatkan Information Ratio.
- 66. Bandingkan Information Ratio dari berbagai portofolio/strategi. Nilai yang lebih tinggi umumnya lebih baik, namun selalu pertimbangkan konteks risiko keseluruhan.
Contoh Penggunaan Information Ratio dalam Trading
Seorang trader forex membandingkan dua strategi trading: Strategi A dan Strategi B. Keduanya menggunakan pasangan mata uang EUR/USD sebagai benchmark. Selama setahun terakhir:
- Strategi A: Menghasilkan return 15%, sedangkan benchmark menghasilkan 10%. Standar deviasi dari selisih return (5%) adalah 2%.
- Strategi B: Menghasilkan return 12%, sedangkan benchmark menghasilkan 10%. Standar deviasi dari selisih return (2%) adalah 1%.
Perhitungan:
- Information Ratio Strategi A: (15% - 10%) / 2% = 5% / 2% = 2.5
- Information Ratio Strategi B: (12% - 10%) / 1% = 2% / 1% = 2.0
Berdasarkan Information Ratio, Strategi A menunjukkan kinerja yang lebih baik karena mampu menghasilkan excess return yang lebih tinggi per unit risiko yang diambil dibandingkan Strategi B.
Istilah Terkait
Pelajari juga istilah-istilah berikut untuk memperdalam pemahaman Anda: Excess Return, Benchmark, Standar Deviasi, Manajer Investasi, Volatilitas, Portofolio, Strategi Trading
Pertanyaan Umum tentang Information Ratio
Apakah Information Ratio hanya untuk manajer investasi profesional?
Tidak, Information Ratio dapat digunakan oleh siapa saja yang ingin mengevaluasi kinerja strategi investasi atau trading mereka terhadap suatu acuan, termasuk investor individu.
Berapa nilai Information Ratio yang dianggap baik?
Tidak ada angka pasti yang universal. Namun, secara umum, nilai IR di atas 1 sering dianggap baik, di atas 2 sangat baik, dan di atas 3 luar biasa. Perbandingan dengan IR dari strategi serupa atau manajer lain dalam industri yang sama lebih relevan.
Bagaimana jika Information Ratio negatif?
Information Ratio negatif berarti portofolio atau strategi tersebut berkinerja lebih buruk dari benchmark (menghasilkan <em>negative excess return</em>) atau risiko yang diambil sangat tinggi relatif terhadap keuntungannya. Ini menunjukkan kinerja yang perlu diperbaiki.
Apakah Information Ratio memperhitungkan semua jenis risiko?
Tidak sepenuhnya. Information Ratio terutama berfokus pada risiko downside (volatilitas <em>excess return</em>) dan tidak secara eksplisit membedakan antara risiko positif (pergerakan harga yang menguntungkan) dan risiko negatif (kerugian).