5 menit baca 965 kata Diperbarui: 15 Januari 2026

🎯 Poin Penting tentang Internal Growth Rate

  • IGR mengukur potensi pertumbuhan perusahaan yang didanai sepenuhnya dari laba internal.
  • Perhitungan IGR melibatkan marjin laba bersih dan tingkat retensi laba (retention rate).
  • IGR yang tinggi menunjukkan kemandirian finansial dan efisiensi operasional perusahaan.
  • Memahami IGR membantu investor menilai kesehatan finansial dan potensi pertumbuhan jangka panjang perusahaan.
  • IGR memiliki batasan dan mungkin memerlukan pendanaan eksternal untuk ekspansi besar.

📑 Daftar Isi

Apa itu Internal Growth Rate?

Internal Growth Rate adalah Internal Growth Rate (IGR) adalah tingkat pertumbuhan maksimal perusahaan tanpa pendanaan eksternal, dihitung dari profitabilitas dan reinvestasi laba.

Penjelasan Lengkap tentang Internal Growth Rate

Apa itu Internal Growth Rate (IGR)?

Dalam dunia trading dan investasi, Internal Growth Rate (IGR) atau Tingkat Pertumbuhan Internal adalah metrik krusial yang mengukur tingkat pertumbuhan maksimal yang dapat dicapai oleh suatu perusahaan hanya dengan menggunakan sumber daya internalnya. Ini berarti pertumbuhan tersebut tidak didukung oleh tambahan pendanaan eksternal, seperti pinjaman bank, penerbitan saham baru, atau investasi dari pihak luar. IGR mencerminkan kemampuan inheren perusahaan dalam menghasilkan laba dan menginvestasikannya kembali untuk memperluas operasionalnya.

Bagaimana IGR Dihitung?

Perhitungan Internal Growth Rate didasarkan pada dua komponen utama:

  • Marjin Laba Bersih (Net Profit Margin): Ini adalah rasio yang mengukur persentase pendapatan yang tersisa sebagai laba bersih setelah semua biaya dan pajak dikeluarkan. Rumusnya adalah: Laba Bersih / Pendapatan Total. Marjin laba bersih yang tinggi menunjukkan efisiensi perusahaan dalam mengelola biaya dan memaksimalkan keuntungan dari setiap penjualan.
  • Tingkat Retensi Laba (Retention Rate atau Plowback Ratio): Ini adalah persentase laba bersih yang diinvestasikan kembali ke dalam perusahaan, bukan dibagikan sebagai dividen kepada pemegang saham. Rumusnya adalah: 1 - Rasio Pembayaran Dividen (Dividend Payout Ratio), atau secara langsung dihitung dari (Laba Bersih - Dividen) / Laba Bersih. Tingkat retensi yang tinggi menandakan bahwa perusahaan memilih untuk menumbuhkan bisnisnya melalui reinvestasi.

Rumus umum untuk Internal Growth Rate adalah:

IGR = Marjin Laba Bersih x Tingkat Retensi Laba

Secara intuitif, semakin tinggi marjin laba bersih (perusahaan sangat menguntungkan) dan semakin tinggi tingkat retensi laba (perusahaan menginvestasikan kembali sebagian besar keuntungannya), maka semakin tinggi pula Internal Growth Rate yang dapat dicapai perusahaan.

Keuntungan dan Keterbatasan IGR

Pencapaian tingkat pertumbuhan yang signifikan secara internal menawarkan beberapa keuntungan strategis bagi perusahaan:

  • Kemandirian Finansial: Mengurangi ketergantungan pada utang atau modal eksternal, yang berarti perusahaan tidak perlu membayar bunga atau memberikan bagian kepemilikan kepada investor luar.
  • Kontrol Lebih Besar: Manajemen memiliki keleluasaan lebih dalam pengambilan keputusan bisnis tanpa tekanan dari kreditur atau pemegang saham eksternal.
  • Peningkatan Kepercayaan Investor: IGR yang sehat dapat meningkatkan persepsi investor terhadap stabilitas dan potensi pertumbuhan perusahaan, yang berpotensi mendorong kenaikan harga saham.

Namun, IGR juga memiliki batasan:

  • Titik Jenuh Pasar: Perusahaan dapat mencapai titik di mana pasar sudah jenuh atau persaingan sangat ketat, membatasi peluang pertumbuhan internal lebih lanjut.
  • Kebutuhan Ekspansi Agresif: Untuk ekspansi besar, memasuki pasar baru, atau mengakuisisi teknologi canggih, pendanaan eksternal mungkin tetap diperlukan meskipun IGR perusahaan baik.

Implikasi IGR dalam Trading dan Investasi

Bagi para trader dan investor, memahami Internal Growth Rate sangat penting untuk:

  • Menilai Potensi Pertumbuhan: IGR yang tinggi seringkali menjadi indikator kuat bahwa perusahaan memiliki keunggulan kompetitif yang solid dan model bisnis yang efisien, serta potensi keuntungan jangka panjang yang baik.
  • Mengidentifikasi Perusahaan Sehat: Tingkat pertumbuhan internal yang konsisten dan positif menunjukkan perusahaan yang dikelola dengan baik dan mampu menghasilkan nilai dari operasionalnya sendiri.
  • Membuat Keputusan Investasi yang Tepat: Investor dapat membandingkan IGR antar perusahaan dalam industri yang sama untuk mengidentifikasi pemimpin pasar atau perusahaan dengan potensi undervalued. Sebaliknya, IGR yang rendah atau stagnan bisa menjadi sinyal adanya masalah internal yang perlu dianalisis lebih lanjut sebelum berinvestasi.

Cara Menggunakan Internal Growth Rate

Investor menggunakan Internal Growth Rate untuk menilai seberapa baik perusahaan dapat tumbuh menggunakan laba yang dihasilkannya sendiri, tanpa perlu berhutang atau menerbitkan saham baru.

  1. 1Langkah 1: Dapatkan data keuangan perusahaan, terutama laba bersih, pendapatan total, dan dividen yang dibayarkan.
  2. 2Langkah 2: Hitung Marjin Laba Bersih (Laba Bersih / Pendapatan Total).
  3. 3Langkah 3: Hitung Tingkat Retensi Laba (1 - Rasio Pembayaran Dividen, atau (Laba Bersih - Dividen) / Laba Bersih).
  4. 4Langkah 4: Kalikan Marjin Laba Bersih dengan Tingkat Retensi Laba untuk mendapatkan Internal Growth Rate.
  5. 5Langkah 5: Bandingkan IGR dengan rata-rata industri dan pertumbuhan historis perusahaan untuk mendapatkan gambaran yang lebih komprehensif.

Contoh Penggunaan Internal Growth Rate dalam Trading

Misalkan Perusahaan A memiliki marjin laba bersih 15% dan tingkat retensi laba 60%. Maka, Internal Growth Rate (IGR) perusahaan ini adalah 15% x 60% = 9%. Ini berarti Perusahaan A berpotensi tumbuh sebesar 9% per tahun tanpa perlu mencari pendanaan eksternal. Investor yang membandingkan ini dengan Perusahaan B yang memiliki IGR 5% mungkin akan lebih tertarik pada Perusahaan A karena potensi pertumbuhan organiknya yang lebih tinggi.

Istilah Terkait

Pelajari juga istilah-istilah berikut untuk memperdalam pemahaman Anda: Marjin Laba Bersih, Tingkat Retensi Laba, Rasio Pembayaran Dividen, Pertumbuhan Organik, Pendanaan Eksternal, Analisis Fundamental, Valuasi Perusahaan

Pertanyaan Umum tentang Internal Growth Rate

Apakah Internal Growth Rate bisa negatif?

Secara teoritis, Internal Growth Rate tidak bisa negatif jika perusahaan membukukan laba positif. Namun, jika perusahaan mengalami kerugian, maka perhitungan marjin laba bersih akan negatif, yang secara tidak langsung mengindikasikan perusahaan tidak mampu tumbuh secara internal dan bahkan mungkin menyusut.

Seberapa penting IGR dibandingkan dengan metrik pertumbuhan lainnya?

IGR sangat penting untuk menilai kesehatan finansial dan kemandirian perusahaan. Metrik lain seperti Total Shareholder Return (TSR) atau Revenue Growth Rate juga penting, namun IGR memberikan pandangan spesifik tentang kemampuan pertumbuhan yang didanai secara internal.

Apakah IGR yang sangat tinggi selalu baik?

IGR yang sangat tinggi bisa menjadi indikator positif efisiensi dan profitabilitas. Namun, jika terlalu tinggi dan tidak realistis, bisa jadi ada masalah dalam perhitungan atau perusahaan mungkin menahan dividen secara berlebihan yang bisa mengecewakan investor yang mencari pendapatan pasif. Analisis kontekstual tetap diperlukan.