4 menit baca 784 kata Diperbarui: 15 Januari 2026

🎯 Poin Penting tentang Intraday Momentum Index (IMI)

  • IMI mengukur kekuatan tren harga dalam satu hari perdagangan (intraday).
  • Menggunakan perbandingan pergerakan harga terhadap rentang pergerakan harga, bukan hanya perubahan harga antar periode.
  • Memanfaatkan konsep True Range untuk mengukur volatilitas dan kekuatan pergerakan harga intraday.
  • Membantu mengidentifikasi kondisi overbought (jenuh beli) dan oversold (jenuh jual) dalam pergerakan harga intraday.
  • Dapat digunakan untuk menentukan waktu masuk/keluar pasar dan sebagai alat konfirmasi strategi trading lain.

📑 Daftar Isi

Apa itu Intraday Momentum Index (IMI)?

Intraday Momentum Index (IMI) adalah Indikator teknikal yang mengukur kekuatan tren intraday dengan membandingkan pergerakan harga terhadap rentang pergerakan harga, membantu identifikasi overbought/oversold.

Penjelasan Lengkap tentang Intraday Momentum Index (IMI)

Apa itu Intraday Momentum Index (IMI)?

Intraday Momentum Index (IMI) adalah sebuah indikator teknikal yang dirancang khusus untuk menganalisis dan mengukur kekuatan serta arah pergerakan harga aset dalam kerangka waktu intraday, yaitu dalam satu sesi perdagangan harian. Dikembangkan oleh Tushar Chande dan diperkenalkan pada tahun 1991, IMI menawarkan perspektif unik yang berbeda dari indikator momentum tradisional yang umumnya hanya melihat perubahan harga dari satu periode ke periode sebelumnya.

Bagaimana IMI Bekerja?

Pendekatan IMI adalah dengan mengidentifikasi tren intraday melalui perbandingan antara pergerakan harga aktual dengan rentang pergerakan harga yang mungkin terjadi dalam periode tersebut. Pergerakan harga positif diasosiasikan dengan tren naik, sementara pergerakan harga negatif menandakan tren turun.

Salah satu elemen kunci dalam perhitungan IMI adalah konsep True Range. True Range mengukur perbedaan antara harga tertinggi dan harga terendah dalam suatu periode waktu tertentu, yang berfungsi untuk menangkap volatilitas dan kekuatan sebenarnya dari pergerakan harga, bahkan ketika ada lonjakan atau penurunan yang signifikan dalam satu hari.

IMI kemudian menggunakan data ini untuk menghitung skor yang mencerminkan momentum intraday. Indikator ini juga dilengkapi dengan kemampuan untuk mengidentifikasi level overbought (jenuh beli) dan oversold (jenuh jual) dengan memanfaatkan standar deviasi dari nilai IMI itu sendiri.

  • Level Overbought: Menunjukkan bahwa harga aset telah bergerak naik terlalu cepat dan terlalu tinggi dalam waktu singkat, sehingga berpotensi mengalami koreksi atau pembalikan arah turun.
  • Level Oversold: Mengindikasikan bahwa harga aset telah turun terlalu jauh dan terlalu cepat, sehingga ada kemungkinan akan terjadi pembalikan arah naik.

Manfaat IMI bagi Trader

Dengan menggunakan IMI, para trader dan investor dapat memperoleh wawasan berharga mengenai momen-momen krusial dalam pergerakan harga intraday. Hal ini memungkinkan mereka untuk membuat keputusan yang lebih tepat waktu mengenai kapan sebaiknya memasuki pasar (entry) atau keluar dari pasar (exit). Lebih lanjut, IMI dapat berfungsi sebagai alat konfirmasi yang sangat berguna untuk memvalidasi sinyal dari strategi trading lainnya, sehingga meningkatkan probabilitas keberhasilan.

Cara Menggunakan Intraday Momentum Index (IMI)

Trader menggunakan IMI untuk mengidentifikasi kekuatan tren intraday, potensi pembalikan arah, dan sebagai konfirmasi sinyal trading.

  1. 1Identifikasi tren intraday: Amati pergerakan IMI di atas atau di bawah garis nol untuk mengetahui apakah momentum cenderung naik atau turun dalam satu hari.
  2. 2Cari sinyal overbought/oversold: Perhatikan ketika IMI mencapai level ekstrem (misalnya, di atas 80 untuk overbought atau di bawah 20 untuk oversold) sebagai indikasi potensi pembalikan arah.
  3. 3Gunakan sebagai konfirmasi: Gabungkan sinyal dari IMI dengan indikator teknikal lain atau pola grafik untuk mengkonfirmasi setup trading.
  4. 4Tentukan titik masuk/keluar: Gunakan sinyal pembalikan yang terkonfirmasi dari IMI untuk menentukan waktu yang optimal untuk membuka atau menutup posisi trading.

Contoh Penggunaan Intraday Momentum Index (IMI) dalam Trading

Misalkan Anda mengamati grafik EUR/USD dalam timeframe 1 jam dan melihat Intraday Momentum Index (IMI) bergerak naik dengan kuat, melampaui level 70. Ini mengindikasikan momentum beli yang kuat dalam jangka pendek. Jika kemudian IMI mulai menunjukkan tanda-tanda perlambatan atau bahkan mulai berbalik turun dari level ekstrem (misalnya, kembali di bawah 80), ini bisa menjadi peringatan awal bahwa momentum beli mulai melemah dan trader dapat mempertimbangkan untuk menutup posisi beli atau mencari sinyal jual jika dikonfirmasi oleh indikator lain.

Istilah Terkait

Pelajari juga istilah-istilah berikut untuk memperdalam pemahaman Anda: Indikator Teknikal, Trading Intraday, Momentum, Overbought, Oversold, True Range, Volatilitas, Timeframe

Pertanyaan Umum tentang Intraday Momentum Index (IMI)

Apa perbedaan utama IMI dengan indikator momentum lainnya?

IMI membandingkan pergerakan harga dengan rentang pergerakan harga dan memanfaatkan True Range, bukan hanya perubahan harga antar periode, untuk mengukur momentum intraday.

Bagaimana cara membaca level overbought dan oversold pada IMI?

Level overbought umumnya ditunjukkan ketika IMI berada di zona positif yang tinggi (misalnya, di atas 70-80), mengindikasikan potensi pembalikan turun. Sebaliknya, level oversold ditunjukkan ketika IMI berada di zona negatif yang rendah (misalnya, di bawah 20-30), mengindikasikan potensi pembalikan naik.

Apakah IMI cocok untuk semua jenis pasar?

IMI dirancang untuk mengukur momentum intraday, sehingga paling efektif digunakan pada pasar yang menunjukkan pergerakan harga yang cukup dinamis dalam satu hari perdagangan, seperti pasar forex atau saham yang aktif diperdagangkan.