4 menit baca 739 kata Diperbarui: 15 Januari 2026

🎯 Poin Penting tentang Investment Policy Statement (IPS)

  • IPS adalah panduan tertulis untuk mencapai tujuan investasi.
  • Dokumen ini mendefinisikan toleransi risiko dan batasan investasi.
  • IPS menetapkan jangka waktu investasi dan strategi alokasi aset.
  • Memiliki IPS membantu investor tetap fokus dan menghindari keputusan emosional.
  • IPS memuat rencana pemantauan dan rebalancing portofolio.

📑 Daftar Isi

Apa itu Investment Policy Statement (IPS)?

Investment Policy Statement (IPS) adalah Dokumen tertulis yang merinci tujuan, batasan, dan strategi investasi untuk memandu keputusan rasional dan mengelola risiko.

Penjelasan Lengkap tentang Investment Policy Statement (IPS)

Apa itu Investment Policy Statement (IPS)?

Investment Policy Statement (IPS) adalah dokumen fundamental yang berfungsi sebagai cetak biru tertulis untuk setiap aktivitas investasi, baik bagi individu maupun institusi. Dokumen ini secara komprehensif menguraikan tujuan investasi yang ingin dicapai, batasan-batasan yang harus dipatuhi, serta strategi investasi yang akan diterapkan. IPS tidak hanya relevan untuk investor jangka panjang, tetapi juga sangat krusial dalam dunia trading forex maupun instrumen finansial lainnya.

Peran utama IPS adalah untuk memberikan kerangka kerja yang jelas dan terstruktur. Dengan adanya IPS, investor dibantu untuk memahami secara mendalam profil risiko mereka, menetapkan batasan yang tidak boleh dilampaui, dan yang terpenting, menghindari jebakan keputusan investasi yang didorong oleh emosi sesaat seperti ketakutan atau keserakahan. IPS memastikan bahwa setiap keputusan yang diambil selaras dengan rencana awal yang telah dirancang secara rasional dan strategis.

Komponen Penting dalam Investment Policy Statement (IPS)

Sebuah IPS yang efektif biasanya mencakup beberapa elemen kunci:

  • Tujuan Investasi: Mendefinisikan secara spesifik apa yang ingin dicapai oleh investor. Ini bisa berupa akumulasi kekayaan untuk pensiun, pembelian properti, dana pendidikan, atau tujuan finansial lainnya, baik dalam jangka pendek maupun panjang.
  • Toleransi Risiko: Menggambarkan sejauh mana investor bersedia dan mampu menanggung potensi kerugian. Ini mencakup identifikasi batas risiko maksimum yang dapat diterima tanpa mengganggu stabilitas finansial atau tujuan investasi utama.
  • Jangka Waktu Investasi: Menentukan horizon waktu investasi. Apakah fokusnya adalah investasi jangka pendek (kurang dari 3 tahun), jangka menengah (3-10 tahun), atau jangka panjang (lebih dari 10 tahun)? Jangka waktu ini akan sangat memengaruhi pilihan aset dan strategi.
  • Alokasi Aset: Merinci bagaimana dana investasi akan didistribusikan ke berbagai kelas aset seperti saham, obligasi, instrumen pasar uang, properti, komoditas, atau bahkan aset kripto. Proporsi alokasi ini didasarkan pada tujuan, toleransi risiko, dan jangka waktu investasi.
  • Kriteria Kinerja dan Rebalancing: Menjelaskan bagaimana kinerja investasi akan dipantau secara berkala, tolok ukur (benchmark) yang digunakan, dan frekuensi serta kriteria untuk melakukan penyesuaian (rebalancing) portofolio agar tetap sesuai dengan IPS.

Dengan memiliki IPS yang solid, investor dapat beroperasi dengan lebih disiplin, fokus pada tujuan jangka panjang, dan secara proaktif mengelola risiko, yang pada akhirnya akan meningkatkan probabilitas keberhasilan dalam mencapai target finansial mereka.

Cara Menggunakan Investment Policy Statement (IPS)

IPS digunakan sebagai panduan utama dalam membuat dan mengevaluasi setiap keputusan investasi untuk memastikan konsistensi dengan tujuan dan toleransi risiko.

  1. 1Langkah 1: Identifikasi dan definisikan tujuan finansial Anda secara spesifik (misalnya, dana pensiun, pembelian rumah).
  2. 2Langkah 2: Tentukan tingkat toleransi risiko Anda dan batasan kerugian yang dapat diterima.
  3. 3Langkah 3: Tetapkan jangka waktu investasi yang sesuai dengan tujuan Anda.
  4. 4Langkah 4: Rancang strategi alokasi aset yang seimbang antara risiko dan potensi imbal hasil.
  5. 5Langkah 5: Buat rencana untuk memantau kinerja portofolio secara berkala dan melakukan rebalancing jika diperlukan.

Contoh Penggunaan Investment Policy Statement (IPS) dalam Trading

Seorang trader forex pemula membuat IPS yang menetapkan tujuan untuk melipatgandakan modal awal sebesar 20% dalam satu tahun. Toleransi risikonya adalah tidak kehilangan lebih dari 5% modal dalam satu bulan. Strategi alokasinya fokus pada pasangan mata uang mayor dengan volatilitas moderat, menggunakan rasio risk/reward minimal 1:2 pada setiap trading, dan membatasi jumlah trading harian maksimal 3 kali. IPS ini akan menjadi acuan utama untuk mengevaluasi setiap potensi trading dan mencegah keputusan impulsif.

Istilah Terkait

Pelajari juga istilah-istilah berikut untuk memperdalam pemahaman Anda: Manajemen Risiko, Alokasi Aset, Portofolio Investasi, Toleransi Risiko, Strategi Trading

Pertanyaan Umum tentang Investment Policy Statement (IPS)

Apakah IPS hanya untuk investor besar?

Tidak, IPS sangat bermanfaat bagi semua jenis investor, baik individu maupun institusi, dari pemula hingga profesional.

Seberapa sering IPS perlu diperbarui?

IPS sebaiknya ditinjau secara berkala, minimal setahun sekali, atau ketika ada perubahan signifikan dalam tujuan finansial, situasi pribadi, atau kondisi pasar.

Apa perbedaan antara IPS dan rencana trading?

IPS lebih luas dan mencakup tujuan, batasan, serta strategi investasi secara keseluruhan, sementara rencana trading lebih spesifik pada eksekusi trading harian atau mingguan dalam kerangka IPS.