4 menit baca 890 kata Diperbarui: 15 Januari 2026

🎯 Poin Penting tentang Invoice Financing

  • Invoice Financing memungkinkan perusahaan mendapatkan dana tunai dengan cepat dari tagihan yang belum terbayar.
  • Strategi ini meningkatkan likuiditas dan aliran kas perusahaan tanpa harus menunggu pembayaran dari pelanggan.
  • Perusahaan pembiayaan membeli tagihan dengan diskon, memberikan pembayaran di muka kepada perusahaan penjual.
  • Mengurangi risiko kredit macet karena pembayaran diterima sebelum jatuh tempo dari pelanggan.
  • Membutuhkan analisis cermat terhadap biaya dan risiko, serta pemilihan mitra pembiayaan yang terpercaya.

📑 Daftar Isi

Apa itu Invoice Financing?

Invoice Financing adalah Invoice Financing adalah pendanaan dengan menjual tagihan belum jatuh tempo kepada pihak ketiga untuk mendapatkan kas segera, mengoptimalkan modal dan aliran kas.

Penjelasan Lengkap tentang Invoice Financing

Apa itu Invoice Financing?

Invoice Financing, atau pembiayaan faktur, adalah sebuah mekanisme keuangan di mana sebuah perusahaan menjual piutang atau tagihan yang belum jatuh tempo kepada pihak ketiga, yang dikenal sebagai perusahaan pembiayaan (faktoring) atau lembaga keuangan. Tujuannya adalah untuk mendapatkan likuiditas atau dana tunai segera, yang dapat digunakan untuk operasional, investasi, atau kebutuhan mendesak lainnya, tanpa harus menunggu pembayaran dari pelanggan.

Bagaimana Cara Kerjanya?

Proses dasar invoice financing melibatkan langkah-langkah berikut:

  • Penjualan Tagihan: Perusahaan (penjual) yang memiliki tagihan kepada pelanggan (pembeli) menjual tagihan tersebut kepada perusahaan pembiayaan.
  • Pembayaran di Muka: Perusahaan pembiayaan akan memberikan sejumlah dana tunai kepada perusahaan penjual sebagai pembayaran di muka. Jumlah ini biasanya merupakan persentase tertentu dari nilai total tagihan (misalnya, 70-90%).
  • Pengumpulan Pembayaran: Setelah tagihan jatuh tempo, perusahaan pembiayaan akan menagih pembayaran langsung kepada pelanggan pembeli.
  • Pembayaran Sisa Dana: Setelah pembayaran diterima dari pelanggan, perusahaan pembiayaan akan mengembalikan sisa dana kepada perusahaan penjual, dikurangi biaya layanan dan bunga yang telah disepakati.

Dalam praktiknya, proses ini seringkali difasilitasi melalui platform online atau kemitraan langsung antara perusahaan dan lembaga pembiayaan. Perusahaan yang mengajukan invoice financing perlu menyediakan detail lengkap mengenai tagihan, termasuk jumlah, tanggal jatuh tempo, dan informasi pelanggan.

Keuntungan Invoice Financing

Invoice financing menawarkan beberapa manfaat signifikan bagi perusahaan, terutama dalam konteks pengelolaan arus kas dan pertumbuhan bisnis:

  • Akses Dana Cepat: Perusahaan dapat memperoleh dana tunai dalam hitungan hari, mempercepat siklus kas mereka.
  • Peningkatan Likuiditas: Mengatasi kebutuhan modal kerja mendesak tanpa harus menunggu pembayaran dari pelanggan.
  • Pengurangan Risiko Kredit: Dalam beberapa model invoice financing (terutama 'non-recourse'), perusahaan pembiayaan menanggung risiko jika pelanggan gagal membayar.
  • Fleksibilitas: Dana yang diperoleh dapat digunakan untuk berbagai keperluan, seperti membayar pemasok, mendanai ekspansi, atau memanfaatkan peluang investasi.

Risiko Invoice Financing

Meskipun menawarkan banyak keuntungan, invoice financing juga memiliki beberapa risiko yang perlu dipertimbangkan:

  • Biaya Tambahan: Perusahaan pembiayaan akan mengenakan biaya layanan dan bunga, yang dapat mengurangi margin keuntungan jika tidak dikelola dengan baik.
  • Risiko Gagal Bayar (Non-Recourse): Jika jenis pembiayaan adalah 'recourse', perusahaan penjual tetap bertanggung jawab jika pelanggan gagal membayar tagihan.
  • Potensi Kerusakan Hubungan Pelanggan: Keterlibatan pihak ketiga dalam penagihan dapat memengaruhi hubungan antara perusahaan dan pelanggannya.

Penerapan dalam Trading dan Investasi

Dalam dunia trading dan investasi, invoice financing dapat menjadi strategi cerdas untuk mengoptimalkan penggunaan modal. Dengan mengubah piutang menjadi kas yang likuid, perusahaan dapat lebih gesit dalam merespons peluang pasar, melakukan investasi strategis, atau menutupi kebutuhan modal dalam transaksi trading yang membutuhkan likuiditas tinggi.

Penting bagi perusahaan untuk melakukan analisis menyeluruh terhadap biaya, manfaat, dan risiko yang terkait sebelum memutuskan untuk menggunakan invoice financing, serta memilih mitra pembiayaan yang andal dan memiliki rekam jejak yang baik.

Cara Menggunakan Invoice Financing

Invoice financing digunakan oleh perusahaan untuk mengubah tagihan yang belum dibayar menjadi uang tunai dengan cepat, sehingga meningkatkan likuiditas dan kemampuan operasional.

  1. 1Identifikasi tagihan yang belum jatuh tempo dan memiliki potensi untuk dijual.
  2. 2Pilih perusahaan pembiayaan atau lembaga keuangan yang menawarkan layanan invoice financing.
  3. 3Ajukan permohonan dengan melampirkan detail tagihan dan informasi pelanggan.
  4. 4Sepakati syarat dan ketentuan, termasuk persentase pembayaran di muka, biaya, dan risiko.
  5. 5Terima dana tunai di muka dan biarkan perusahaan pembiayaan mengelola penagihan kepada pelanggan.

Contoh Penggunaan Invoice Financing dalam Trading

Sebuah perusahaan manufaktur memiliki tagihan sebesar Rp 100.000.000 kepada kliennya yang baru akan jatuh tempo dalam 60 hari. Untuk memenuhi kebutuhan mendesak akan bahan baku baru yang memiliki diskon pembelian jika dibayar tunai dalam 7 hari, perusahaan tersebut memutuskan untuk menggunakan invoice financing. Perusahaan pembiayaan setuju untuk membeli tagihan tersebut dengan memberikan pembayaran di muka sebesar 85% (Rp 85.000.000) setelah memotong biaya administrasi dan bunga. Dana ini memungkinkan perusahaan manufaktur untuk segera membeli bahan baku dengan diskon, mengamankan keuntungan yang lebih besar, dan menjaga kelancaran operasionalnya. Setelah 60 hari, klien membayar penuh Rp 100.000.000 kepada perusahaan pembiayaan, yang kemudian akan mengembalikan sisa dana kepada perusahaan manufaktur sesuai perjanjian.

Istilah Terkait

Pelajari juga istilah-istilah berikut untuk memperdalam pemahaman Anda: Pembiayaan Faktoring, Arus Kas, Modal Kerja, Likuiditas, Piutang Usaha, Non-Recourse Financing, Recourse Financing

Pertanyaan Umum tentang Invoice Financing

Apakah invoice financing hanya untuk perusahaan besar?

Tidak, invoice financing dapat diakses oleh berbagai ukuran perusahaan, mulai dari usaha kecil hingga korporasi besar, selama mereka memiliki tagihan yang sah kepada pelanggan.

Berapa lama proses pencairan dana invoice financing?

Proses pencairan dana invoice financing umumnya relatif cepat, seringkali dalam beberapa hari kerja setelah persetujuan aplikasi dan penyerahan dokumen tagihan.

Apa perbedaan utama antara invoice financing dan pinjaman bank tradisional?

Invoice financing menggunakan aset (tagihan) sebagai jaminan, sehingga seringkali lebih mudah diakses bagi perusahaan yang mungkin kesulitan mendapatkan pinjaman bank tradisional. Selain itu, fokusnya adalah pada peningkatan likuiditas jangka pendek, bukan pinjaman modal jangka panjang.