5 menit baca 1043 kata Diperbarui: 15 Januari 2026

🎯 Poin Penting tentang Iron Butterfly

  • Iron Butterfly adalah strategi opsi yang menguntungkan saat pasar bergerak sideways.
  • Melibatkan penjualan naked calls dan puts pada strike price yang sama.
  • Pembelian opsi di luar strike price digunakan sebagai proteksi kerugian.
  • Keuntungan maksimal dicapai ketika harga aset berada tepat di strike price penjualan saat kedaluwarsa.
  • Risiko timbul jika harga aset bergerak signifikan ke arah mana pun.

📑 Daftar Isi

Apa itu Iron Butterfly?

Iron Butterfly adalah Strategi trading opsi yang menjual naked calls dan puts pada strike yang sama, dibeli dengan strike yang lebih jauh untuk profit terbatas saat pasar sideways.

Penjelasan Lengkap tentang Iron Butterfly

Apa itu Iron Butterfly?

Iron Butterfly adalah sebuah strategi trading opsi yang dirancang untuk menghasilkan keuntungan ketika aset dasar diperkirakan akan bergerak sangat terbatas (sideways) hingga tanggal kedaluwarsa opsi. Strategi ini merupakan variasi dari Iron Condor, namun dengan struktur yang lebih simetris dan potensi keuntungan yang lebih terkonsentrasi pada satu titik harga.

Struktur Strategi Iron Butterfly

Strategi ini melibatkan empat posisi opsi dengan tanggal kedaluwarsa yang sama, namun berbeda pada strike price-nya:

  • Penjualan Opsi Call (Short Call): Menjual satu opsi call pada strike price tertentu (misalnya, $100).
  • Penjualan Opsi Put (Short Put): Menjual satu opsi put pada strike price yang sama dengan short call (misalnya, $100).
  • Pembelian Opsi Call (Long Call): Membeli satu opsi call pada strike price yang lebih tinggi dari short call (misalnya, $105) untuk membatasi potensi kerugian jika harga naik.
  • Pembelian Opsi Put (Long Put): Membeli satu opsi put pada strike price yang lebih rendah dari short put (misalnya, $95) untuk membatasi potensi kerugian jika harga turun.

Dengan demikian, trader menjual dua opsi (call dan put) di tengah (at-the-money atau mendekati at-the-money) dan membeli dua opsi di luar (out-of-the-money) sebagai pelindung. Jarak antara strike price penjualan dan pembelian ini biasanya sama untuk sisi call dan put, menciptakan profil risiko/imbalan yang simetris.

Cara Kerja dan Potensi Keuntungan/Kerugian

Keuntungan maksimal dari strategi Iron Butterfly terjadi ketika harga aset dasar pada saat kedaluwarsa sama persis dengan strike price tempat opsi call dan put dijual. Dalam skenario ini, kedua opsi yang dijual akan kedaluwarsa tanpa nilai (worthless), sementara opsi yang dibeli juga akan kedaluwarsa tanpa nilai, dan trader akan mempertahankan premi bersih yang diterima dari penjualan opsi.

Potensi kerugian dibatasi oleh jarak antara strike price penjualan dan pembelian. Jika harga aset bergerak signifikan naik melebihi strike price long call, kerugian akan terbatas pada selisih strike price dikurangi premi bersih yang diterima. Sebaliknya, jika harga aset turun di bawah strike price long put, kerugian juga akan terbatas pada selisih strike price dikurangi premi bersih.

Kapan Menggunakan Iron Butterfly?

Strategi ini paling efektif ketika trader memiliki keyakinan tinggi bahwa harga aset dasar tidak akan mengalami pergerakan besar dan cenderung tetap berada dalam rentang yang sempit hingga tanggal kedaluwarsa. Ini sering digunakan menjelang pengumuman laporan keuangan, peristiwa penting, atau ketika volatilitas pasar diperkirakan akan menurun.

Keunggulan dan Risiko

Keunggulan:

  • Potensi keuntungan yang relatif tinggi untuk strategi netral terhadap pasar.
  • Risiko yang terdefinisi dan terbatas.
  • Memanfaatkan peluruhan waktu (theta decay) yang menguntungkan posisi penjual opsi.

Risiko:

  • Kerugian bisa signifikan jika terjadi pergerakan harga yang tajam ke salah satu arah.
  • Keuntungan maksimal sangat spesifik pada satu titik harga.
  • Memerlukan manajemen posisi yang aktif jika pasar mulai bergerak di luar ekspektasi.

Cara Menggunakan Iron Butterfly

Iron Butterfly digunakan ketika trader memprediksi volatilitas rendah dan harga aset akan tetap stabil di sekitar strike price tertentu.

  1. 1Langkah 1: Identifikasi aset dasar yang diperkirakan akan bergerak sideways.
  2. 2Langkah 2: Pilih tanggal kedaluwarsa opsi.
  3. 3Langkah 3: Tentukan strike price pusat (tempat Anda menjual call dan put). Idealnya, strike price ini adalah harga aset saat ini atau sedikit di atas/bawahnya.
  4. 4Langkah 4: Pilih strike price untuk opsi call yang dibeli (lebih tinggi dari strike penjualan call) dan opsi put yang dibeli (lebih rendah dari strike penjualan put). Jarak antara strike penjualan dan pembelian harus sama untuk sisi call dan put.
  5. 5Langkah 5: Eksekusi keempat transaksi secara bersamaan sebagai satu strategi (spread).
  6. 6Langkah 6: Pantau posisi hingga kedaluwarsa atau tutup lebih awal jika diperlukan.

Contoh Penggunaan Iron Butterfly dalam Trading

Misalkan saham ABC diperdagangkan pada harga $100. Trader memprediksi saham ini akan tetap stabil dalam 30 hari ke depan. Trader dapat menerapkan strategi Iron Butterfly sebagai berikut:

  • Jual 1 Kontrak Opsi Call ABC dengan strike $100 (menerima premi).
  • Jual 1 Kontrak Opsi Put ABC dengan strike $100 (menerima premi).
  • Beli 1 Kontrak Opsi Call ABC dengan strike $105 (membayar premi kecil).
  • Beli 1 Kontrak Opsi Put ABC dengan strike $95 (membayar premi kecil).

Jika pada saat kedaluwarsa harga saham ABC tepat $100, maka kedua opsi yang dijual akan kedaluwarsa tanpa nilai, dan kedua opsi yang dibeli juga tanpa nilai. Trader akan mendapatkan keuntungan bersih dari total premi yang diterima dikurangi total premi yang dibayarkan.

Jika harga saham ABC bergerak ke $103, maka opsi call $100 akan menghasilkan kerugian, tetapi opsi put $100 dan $95 akan kedaluwarsa tanpa nilai, dan opsi call $105 juga tanpa nilai. Keuntungan dari premi yang diterima dari short call $100 akan mengurangi kerugian dari short put $100, dan kerugian total akan dibatasi oleh long call $105.

Istilah Terkait

Pelajari juga istilah-istilah berikut untuk memperdalam pemahaman Anda: Strategi Opsi, Iron Condor, Opsi Call, Opsi Put, Strike Price, Kedaluwarsa Opsi, Premi Opsi, Volatilitas, Sideways Market, Spread Opsi

Pertanyaan Umum tentang Iron Butterfly

Apa perbedaan utama antara Iron Butterfly dan Iron Condor?

Perbedaan utamanya terletak pada strike price penjualan. Pada Iron Butterfly, opsi call dan put yang dijual memiliki strike price yang sama (seringkali di harga aset saat ini atau mendekati 'at-the-money'), sedangkan pada Iron Condor, strike price penjualan call lebih tinggi dari strike price penjualan put.

Kapan waktu terbaik untuk menerapkan strategi Iron Butterfly?

Waktu terbaik adalah ketika Anda memprediksi bahwa harga aset dasar akan tetap stabil dan tidak mengalami pergerakan besar hingga tanggal kedaluwarsa opsi. Ini sering terjadi menjelang pengumuman penting atau ketika volatilitas pasar diperkirakan akan rendah.

Berapa potensi keuntungan maksimal dari strategi Iron Butterfly?

Potensi keuntungan maksimal dicapai ketika harga aset dasar pada saat kedaluwarsa sama persis dengan strike price tempat opsi call dan put dijual. Keuntungan maksimal adalah premi bersih yang diterima dari penjualan opsi, dikurangi biaya pembelian opsi pelindung.