4 menit baca 705 kata Diperbarui: 15 Januari 2026

🎯 Poin Penting tentang IRR Rule

  • IRR Rule digunakan untuk mengevaluasi kelayakan proyek investasi berdasarkan Internal Rate of Return (IRR).
  • Proyek investasi dianggap layak jika IRR lebih tinggi dari biaya modal atau tingkat suku bunga yang berlaku.
  • IRR adalah tingkat diskonto yang membuat Net Present Value (NPV) arus kas sama dengan investasi awal.
  • Metode ini membantu membandingkan dan memilih investasi dengan potensi pengembalian optimal.
  • IRR Rule adalah alat penting untuk pengambilan keputusan investasi yang bijak dalam trading dan investasi.

📑 Daftar Isi

Apa itu IRR Rule?

IRR Rule adalah IRR Rule adalah kriteria evaluasi investasi di mana proyek dianggap layak jika Internal Rate of Return (IRR) melebihi biaya modal.

Penjelasan Lengkap tentang IRR Rule

IRR Rule, atau Aturan Tingkat Pengembalian Internal, adalah sebuah prinsip fundamental dalam analisis investasi dan pengambilan keputusan finansial, khususnya dalam konteks trading dan investasi. Aturan ini berfokus pada penggunaan metrik Internal Rate of Return (IRR) untuk menentukan apakah suatu proyek atau investasi layak untuk dijalankan.

Secara sederhana, IRR adalah tingkat diskonto (atau tingkat bunga) di mana Net Present Value (NPV) dari seluruh arus kas masa depan yang dihasilkan oleh suatu investasi sama dengan nilai investasi awal. Dengan kata lain, IRR mencerminkan tingkat pengembalian efektif yang diharapkan dari sebuah investasi.

IRR Rule menetapkan kriteria evaluasi sebagai berikut:

  • Kelayakan Investasi: Sebuah proyek investasi dianggap layak dan patut dipertimbangkan jika Internal Rate of Return (IRR) yang dihitung lebih besar daripada biaya modal (cost of capital) atau tingkat suku bunga yang relevan. Biaya modal ini merepresentasikan tingkat pengembalian minimum yang diharapkan investor untuk menutupi risiko dan biaya pendanaan.
  • Perbandingan Proyek: IRR Rule sangat berguna ketika membandingkan beberapa proyek investasi yang berbeda. Investor dapat memilih proyek yang menawarkan IRR tertinggi, asalkan IRR tersebut masih memenuhi kriteria minimum yang ditetapkan.
  • Pengambilan Keputusan Bijak: Dengan memanfaatkan IRR Rule, investor dapat membuat keputusan yang lebih terinformasi, meminimalkan risiko, dan memaksimalkan potensi keuntungan dari alokasi modal mereka.

Penting untuk dipahami bahwa IRR Rule merupakan alat analisis kuantitatif yang membantu dalam proses pengambilan keputusan, namun tetap perlu dipertimbangkan bersama faktor kualitatif lainnya dan toleransi risiko investor.

Cara Menggunakan IRR Rule

IRR Rule digunakan sebagai panduan untuk memutuskan apakah suatu investasi layak dilakukan dengan membandingkan tingkat pengembalian internalnya dengan biaya modal.

  1. 1Hitung Internal Rate of Return (IRR) untuk proyek investasi yang dianalisis.
  2. 2Tentukan biaya modal (cost of capital) atau tingkat suku bunga minimum yang Anda inginkan untuk investasi tersebut.
  3. 3Bandingkan nilai IRR dengan biaya modal.
  4. 4Jika IRR > Biaya Modal, maka proyek investasi dianggap layak dan berpotensi menguntungkan. Jika IRR <= Biaya Modal, proyek tersebut sebaiknya dihindari atau dievaluasi ulang.

Contoh Penggunaan IRR Rule dalam Trading

Misalkan Anda sedang mempertimbangkan dua proyek investasi:

Proyek A:
Investasi Awal: Rp 100.000.000
Arus Kas Tahunan (selama 5 tahun): Rp 30.000.000
Perhitungan IRR menghasilkan 19%.

Proyek B:
Investasi Awal: Rp 150.000.000
Arus Kas Tahunan (selama 5 tahun): Rp 40.000.000
Perhitungan IRR menghasilkan 15%.

Biaya modal Anda adalah 12%.

Penerapan IRR Rule:

  • Proyek A memiliki IRR 19% yang lebih besar dari biaya modal 12%. Maka, Proyek A dianggap layak.
  • Proyek B memiliki IRR 15% yang juga lebih besar dari biaya modal 12%. Maka, Proyek B juga dianggap layak.


Dalam kasus ini, kedua proyek layak. Namun, jika Anda harus memilih salah satu, IRR Rule menyarankan untuk memilih Proyek A karena menawarkan tingkat pengembalian internal yang lebih tinggi (19% vs 15%).

Istilah Terkait

Pelajari juga istilah-istilah berikut untuk memperdalam pemahaman Anda: Internal Rate of Return (IRR), Net Present Value (NPV), Biaya Modal (Cost of Capital), Analisis Investasi, Arus Kas, Tingkat Diskonto

Pertanyaan Umum tentang IRR Rule

Apa perbedaan utama antara IRR dan NPV?

IRR adalah tingkat pengembalian dalam persentase, sedangkan NPV adalah nilai moneter absolut dari keuntungan bersih investasi setelah memperhitungkan nilai waktu uang.

Apakah IRR Rule selalu memberikan keputusan yang tepat?

IRR Rule adalah alat yang kuat, namun tidak selalu memberikan gambaran lengkap. Faktor-faktor seperti skala proyek, risiko, dan periode waktu perlu dipertimbangkan bersama.

Bagaimana jika IRR sama dengan biaya modal?

Jika IRR sama dengan biaya modal, proyek tersebut dianggap impas, artinya hanya akan menutupi biaya modal tanpa memberikan keuntungan tambahan. Keputusan untuk melanjutkan biasanya bergantung pada tujuan strategis lain atau ketersediaan peluang yang lebih baik.