4 menit baca 787 kata Diperbarui: 15 Januari 2026

🎯 Poin Penting tentang ISM Manufacturing Index

  • ISM Manufacturing Index mengukur aktivitas dan kesehatan sektor manufaktur Amerika Serikat.
  • Indeks diterbitkan bulanan oleh Institute for Supply Management (ISM) berdasarkan survei perusahaan.
  • Nilai di atas 50% menunjukkan ekspansi, sementara di bawah 50% menandakan kontraksi sektor manufaktur.
  • Pergerakan indeks ini dapat memengaruhi pasar finansial seperti saham, obligasi, dan mata uang.
  • Trader dan investor menggunakan data ini untuk analisis ekonomi dan pengambilan keputusan trading.

📑 Daftar Isi

Apa itu ISM Manufacturing Index?

ISM Manufacturing Index adalah Indikator ekonomi AS yang mengukur kesehatan sektor manufaktur berdasarkan survei ke lebih dari 300 perusahaan. Angka di atas 50 menandakan ekspansi.

Penjelasan Lengkap tentang ISM Manufacturing Index

ISM Manufacturing Index, atau yang sering disebut sebagai Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur AS, adalah sebuah indikator ekonomi krusial yang dirilis setiap bulan oleh Institute for Supply Management (ISM). Indeks ini secara spesifik melacak dan melaporkan tingkat aktivitas ekonomi di sektor manufaktur Amerika Serikat. Tujuannya adalah untuk memberikan gambaran yang komprehensif mengenai kondisi dan tren terkini dalam industri manufaktur AS.

Metodologi dan Komponen Indeks

Metodologi ISM Manufacturing Index didasarkan pada survei yang dikirimkan kepada lebih dari 300 perusahaan manufaktur terkemuka di seluruh Amerika Serikat. Survei ini mencakup berbagai komponen penting yang mencerminkan kesehatan operasional dan prospek bisnis sektor manufaktur, antara lain:

  • Produksi (Production): Mengukur volume output barang yang dihasilkan oleh pabrik.
  • Pesanan Baru (New Orders): Menunjukkan permintaan baru untuk produk manufaktur.
  • Ketersediaan Bahan Baku (Supplier Deliveries): Mengindikasikan kecepatan pengiriman bahan mentah dari pemasok.
  • Inventaris (Inventories): Melacak tingkat persediaan bahan baku dan barang jadi.
  • Ketepatan Waktu Pengiriman (Delivery Times): Mengukur efisiensi logistik dan rantai pasokan.
  • Ketenagakerjaan (Employment): Mencerminkan perubahan jumlah tenaga kerja di sektor manufaktur.
  • Pembelian (Purchasing): Mengukur volume pembelian bahan baku oleh perusahaan.
  • Harga (Prices): Menilai tren kenaikan atau penurunan harga bahan baku dan produk jadi.
  • Pesanan Ekspor Baru (New Export Orders): Mengukur permintaan dari pasar internasional.
  • Impor (Imports): Melacak volume barang impor yang digunakan dalam proses manufaktur.

Interpretasi Nilai Indeks

Skala nilai ISM Manufacturing Index berkisar antara 0 hingga 100. Interpretasi utamanya adalah sebagai berikut:

  • Nilai di atas 50: Menandakan bahwa sektor manufaktur mengalami ekspansi atau pertumbuhan. Semakin tinggi angka di atas 50, semakin kuat laju pertumbuhan sektor tersebut.
  • Nilai tepat 50: Mengindikasikan tidak ada perubahan signifikan dalam aktivitas manufaktur (stagnasi).
  • Nilai di bawah 50: Menunjukkan bahwa sektor manufaktur mengalami kontraksi atau penurunan aktivitas. Semakin rendah angka di bawah 50, semakin dalam kontraksi yang terjadi.

Pentingnya bagi Trader dan Investor

Sebagai salah satu indikator ekonomi terkemuka, ISM Manufacturing Index memiliki dampak yang signifikan pada pasar finansial. Para trader dan investor, baik di pasar saham, obligasi, maupun forex, seringkali memantau rilis indeks ini untuk mendapatkan wawasan mengenai kesehatan ekonomi AS secara keseluruhan. Perubahan yang tajam, baik kenaikan maupun penurunan, dapat memicu volatilitas pasar dan memengaruhi keputusan investasi. Analisis mendalam terhadap tren dan pergerakan ISM Manufacturing Index dapat membantu pelaku pasar dalam merumuskan strategi trading, mengidentifikasi peluang, serta mengelola risiko secara efektif.

Cara Menggunakan ISM Manufacturing Index

Trader menggunakan ISM Manufacturing Index untuk memprediksi arah ekonomi AS dan dampaknya pada pasar finansial, terutama mata uang USD.

  1. 1Pantau rilis bulanan ISM Manufacturing Index dari sumber terpercaya.
  2. 2Bandingkan angka rilis dengan ekspektasi pasar dan data historis.
  3. 3Analisis komponen-komponen indeks untuk pemahaman yang lebih mendalam tentang penyebab pergerakan.
  4. 4Gunakan pergerakan indeks sebagai salah satu faktor dalam membuat keputusan trading, misalnya terkait pasangan mata uang yang melibatkan USD.

Contoh Penggunaan ISM Manufacturing Index dalam Trading

Jika ISM Manufacturing Index dirilis lebih tinggi dari perkiraan (misalnya 55.5, naik dari 53.2 sebelumnya) dan menunjukkan ekspansi yang kuat, ini bisa menjadi sinyal positif bagi ekonomi AS. Trader forex mungkin akan menginterpretasikan ini sebagai potensi penguatan Dolar AS (USD) terhadap mata uang lainnya, dan mempertimbangkan untuk membuka posisi beli pada pasangan seperti EUR/USD (mengharapkan penurunan) atau USD/JPY (mengharapkan kenaikan). Sebaliknya, jika indeks turun di bawah 50 (misalnya 48.0), ini bisa memicu kekhawatiran tentang resesi dan mendorong trader untuk menjual USD.

Istilah Terkait

Pelajari juga istilah-istilah berikut untuk memperdalam pemahaman Anda: Purchasing Managers' Index (PMI), Indikator Ekonomi, Dolar AS (USD), Kebijakan Moneter, Pasar Forex, Sentimen Pasar

Pertanyaan Umum tentang ISM Manufacturing Index

Kapan ISM Manufacturing Index dirilis?

ISM Manufacturing Index dirilis setiap bulan, biasanya pada hari kerja pertama setelah periode laporan berakhir.

Apa arti angka 50 pada ISM Manufacturing Index?

Angka 50 pada ISM Manufacturing Index berfungsi sebagai batas netral. Nilai di atas 50 menandakan ekspansi sektor manufaktur, sementara nilai di bawah 50 menandakan kontraksi.

Seberapa penting ISM Manufacturing Index bagi pasar forex?

ISM Manufacturing Index sangat penting bagi pasar forex karena memberikan gambaran mengenai kesehatan ekonomi AS. Data yang kuat dapat mendukung penguatan Dolar AS (USD), sementara data yang lemah dapat menekan USD.