4 menit baca 805 kata Diperbarui: 15 Januari 2026

🎯 Poin Penting tentang Jitney

  • Jitney adalah pesanan yang ditempatkan pada harga target yang belum tercapai.
  • Strategi ini bersifat spekulatif dan bertujuan memanfaatkan pergerakan harga yang signifikan.
  • Pedagang menempatkan pesanan jitney berdasarkan keyakinan pada pergerakan harga di masa depan.
  • Ada risiko pesanan tidak tereksekusi jika harga tidak mencapai level yang diinginkan.
  • Memerlukan pemahaman pasar yang baik dan analisis cermat sebelum menggunakan jitney.

📑 Daftar Isi

Apa itu Jitney?

Jitney adalah Jitney adalah strategi trading spekulatif di mana trader memesan aksi pada harga target yang belum tercapai, berharap harga akan bergerak ke level tersebut.

Penjelasan Lengkap tentang Jitney

Apa itu Jitney dalam Trading?

Dalam dunia trading dan investasi, istilah Jitney merujuk pada sebuah taktik atau strategi pemesanan yang unik. Berbeda dengan pesanan pasar biasa yang dieksekusi pada harga saat ini, pesanan jitney adalah jenis pesanan yang ditempatkan oleh seorang trader atau investor untuk membeli atau menjual suatu aset (seperti saham atau pasangan mata uang di forex, meskipun lebih umum di saham) pada harga target yang spesifik, yang belum tercapai pada saat pesanan tersebut dibuat.

Konsep ini pada dasarnya serupa dengan pesanan tertunda (pending order) seperti buy limit atau sell limit, namun seringkali diasosiasikan dengan situasi pasar yang lebih dinamis, volatil, atau spekulatif. Seorang trader yang menggunakan strategi jitney biasanya memiliki keyakinan kuat bahwa harga aset akan bergerak menuju level target yang telah ditentukan dalam periode waktu tertentu.

Bagaimana Cara Kerja Jitney?

Seorang trader akan menempatkan pesanan jitney ketika mereka mengantisipasi pergerakan harga yang signifikan. Misalnya, jika sebuah saham diperdagangkan pada harga $50, seorang trader yang percaya bahwa harga akan turun dalam waktu dekat mungkin akan menempatkan pesanan jitney untuk membeli saham tersebut di harga $45. Harapannya adalah ketika harga mencapai $45, pesanan pembelian mereka akan tereksekusi secara otomatis.

Strategi ini seringkali digunakan oleh trader yang memiliki:

  • Pemahaman mendalam tentang dinamika pasar.
  • Kemampuan untuk mengidentifikasi peluang trading potensial.
  • Toleransi risiko yang memadai.

Selain untuk membeli pada harga yang lebih rendah dari harga saat ini, jitney juga bisa digunakan untuk mengantisipasi pergerakan harga naik. Contohnya, seorang trader bisa menempatkan pesanan jitney untuk membeli saham jika harganya menembus level resistensi tertentu, dengan harapan bahwa penembusan tersebut akan memicu kenaikan harga lebih lanjut.

Risiko dan Keuntungan Penggunaan Jitney

Penggunaan strategi jitney menawarkan potensi keuntungan yang menarik jika harga aset bergerak sesuai prediksi dan mencapai level target. Namun, penting untuk diingat bahwa strategi ini memiliki risiko yang inheren. Tidak ada jaminan bahwa harga akan mencapai level yang diinginkan. Jika harga tidak pernah menyentuh level target, pesanan jitney tersebut bisa kedaluwarsa atau tidak pernah tereksekusi sama sekali, sehingga tidak menghasilkan posisi trading.

Oleh karena itu, sebelum menerapkan strategi jitney, trader sangat disarankan untuk melakukan analisis pasar yang cermat, termasuk analisis teknikal dan fundamental, serta mempertimbangkan sepenuhnya faktor risiko yang terkait dengan setiap pesanan.

Cara Menggunakan Jitney

Gunakan pesanan jitney untuk mengeksekusi trading pada harga target yang diinginkan, terutama dalam kondisi pasar yang volatil atau saat mengantisipasi pergerakan harga signifikan.

  1. 1Identifikasi aset yang ingin Anda perdagangkan dan tentukan level harga target yang spesifik.
  2. 2Perkirakan pergerakan harga yang akan terjadi (naik atau turun) menuju level target Anda.
  3. 3Tempatkan pesanan 'Buy Limit' (jika ingin membeli di bawah harga saat ini) atau 'Sell Limit' (jika ingin menjual di atas harga saat ini) pada platform trading Anda, dengan menentukan harga target tersebut.
  4. 4Pantau pasar dan pesanan Anda. Pesanan akan tereksekusi hanya jika harga pasar mencapai level target Anda.

Contoh Penggunaan Jitney dalam Trading

Misalkan Anda memantau pasangan mata uang EUR/USD yang saat ini diperdagangkan di level 1.1050. Anda percaya bahwa jika EUR/USD turun ke 1.1000, ada kemungkinan akan terjadi pantulan (rebound) yang kuat. Anda kemudian menempatkan pesanan Jitney berupa 'Buy Limit' pada 1.1000. Jika EUR/USD mencapai level 1.1000, pesanan Anda akan tereksekusi, dan Anda akan membuka posisi beli dengan harapan harga akan naik kembali.

Istilah Terkait

Pelajari juga istilah-istilah berikut untuk memperdalam pemahaman Anda: Pesanan Limit, Pesanan Tertunda, Trading Spekulatif, Volatilitas Pasar, Analisis Teknikal, Breakout, Pullback

Pertanyaan Umum tentang Jitney

Apakah 'Jitney' sama dengan 'Stop Order'?

Tidak, 'Jitney' lebih mirip dengan 'Limit Order' (Buy Limit atau Sell Limit) karena dieksekusi pada harga yang ditentukan atau lebih baik. 'Stop Order' (Buy Stop atau Sell Stop) dieksekusi pada harga pasar setelah level stop tercapai, dan sering digunakan untuk membatasi kerugian atau memasuki posisi saat tren dimulai.

Kapan waktu terbaik untuk menggunakan strategi Jitney?

Strategi Jitney paling efektif digunakan ketika Anda memiliki keyakinan kuat terhadap pergerakan harga ke level tertentu, seperti saat mengantisipasi penembusan level support/resistance, atau saat pasar menunjukkan tanda-tanda pembalikan arah pada level harga kunci.

Apakah Jitney hanya berlaku untuk saham?

Meskipun konsep 'Jitney' sering diilustrasikan dengan saham, prinsipnya dapat diterapkan pada instrumen trading lain seperti forex, komoditas, atau bahkan kripto menggunakan jenis pesanan yang setara (Limit Orders) pada platform trading yang relevan.