# Keltner Channel: Indikator Volatilitas untuk Trading Forex

*English: Keltner Channel*

> Pelajari Keltner Channel (KC), indikator teknikal berbasis volatilitas yang membantu identifikasi breakout, overbought, dan oversold dalam trading forex.

**Definisi:** Keltner Channel (KC) adalah indikator teknikal yang menggunakan pita berbasis volatilitas di atas dan di bawah moving average untuk menandakan potensi breakout harga serta kondisi overbought dan oversold.

**URL:** https://kamus.belajarforex.co.id/k/keltner-channel

---

# Keltner Channel

Keltner Channel atau KC adalah indikator teknikal yang terdiri dari pita berbasis volatilitas (atau channel) yang ditempatkan di atas dan di bawah moving average.

Pita biasanya ditempatkan dua Average True Range (ATR) di atas dan di bawah Middle Line, yang umumnya diatur ke EMA 20-periode.

Keltner Channel digunakan untuk memberi sinyal potensi breakout harga dan memberikan pembacaan overbought dan oversold.

Indikator ini mirip dengan Bollinger Bands (BB). Namun, alih-alih menggunakan Standard Deviation (SD) untuk menentukan jarak pita dari moving average, Keltner Channels menggunakan Average True Range (ATR).

Indikator Keltner Channels (KC) dikategorikan sebagai envelope, mirip dengan Bollinger Bands (BB) dan Moving Average Envelopes (MAE).

Envelope adalah indikator teknikal yang biasanya ditampilkan pada chart harga dengan batas atas dan bawah.

Ide dasar di balik indikator Keltner Channels diperkenalkan oleh Chester Keltner dalam bukunya tahun 1960, How to Make Money in Commodities.

Gagasannya telah dikembangkan dan disederhanakan oleh Market Wizard dan trader hedge fund, Linda Bradford Raschke. Raschke mempopulerkan penggunaan exponential moving average (EMA) untuk Middle Line dan menggunakan Average True Range (ATR) untuk Upper dan Lower Envelopes.

## Cara Kerja Keltner Channel

Keltner Channel terdiri dari tiga komponen:

- Middle Line
- Upper Envelope (di atas Middle Line)
- Lower Envelope (di bawah Middle Line)

Middle Line adalah moving average harga selama periode waktu tertentu, biasanya diatur ke 20.

Secara default, exponential moving average (EMA) digunakan, tetapi beberapa trader lebih suka menggunakan simple moving average (SMA).

Jarak Upper dan Lower Envelopes dari Middle Line didasarkan pada kelipatan tertentu dari Average True Range.

Ketiga garis bergerak mengikuti harga, menciptakan tampilan seperti channel.

Inilah sebabnya mengapa Upper dan Lower Envelopes juga disebut "channels".

Sebuah exponential moving average 20-periode (EMA 20-periode) dari harga digunakan untuk membangun Middle Line.

Kemudian Average True Range dihitung selama periode waktu (yang sama dengan Middle Line) dan dikalikan dengan kelipatan (biasanya 2).

Angka yang dihitung kemudian ditambahkan ke Middle Line untuk membentuk Keltner Channel atas dan dikurangi dari midline untuk membentuk Keltner Channel bawah.

EMA menentukan arah tren dan kelipatan ATR menentukan lebar channel.

## Cara Menggunakan Keltner Channel

Keltner awalnya menggunakan Keltner Channels sebagai indikator trend-following, untuk mengidentifikasi tren yang mendasarinya, tetapi saat ini juga digunakan untuk mengidentifikasi level overbought dan oversold.

Untuk mengetahui cara menggunakan indikator Keltner Channel, Anda harus terlebih dahulu mengidentifikasi apakah harga sedang trending atau ranging.

Ini menentukan strategi mana yang akan digunakan:

### Strategi Breakout

Strategi ini digunakan ketika harga menembus keluar dari Keltner Channel.

Indikator teknikal berbasis envelope dirancang untuk mengelilingi sebagian besar pergerakan harga.

Ini berarti bahwa setiap kali harga bergerak di atas atau di bawah channel, Anda harus memperhatikan karena kejadian seperti itu relatif jarang.

Tren seringkali dimulai dengan pergerakan kuat ke satu arah.

Lonjakan di atas channel atas menunjukkan kekuatan yang signifikan, sementara penurunan di bawah channel bawah menunjukkan kelemahan yang signifikan.

Pergerakan kuat seperti itu dapat menandakan akhir dari satu tren dan dimulainya tren lain.

Strategi Breakout digunakan untuk memanfaatkan transisi dari pasar ranging yang tidak trending ke tren naik atau tren turun.

- Ketika harga menembus dan ditutup di atas channel atas, lakukan long.
- Middle Line digunakan sebagai titik keluar.
- Tidak ada target profit untuk trade ini.
- Baik trade untung maupun rugi, cukup keluar dari trade kapan pun Middle Line tersentuh.

- Ketika harga turun dan ditutup di bawah channel atas, lakukan short.
- Middle Line digunakan sebagai titik keluar.
- Tidak ada target profit untuk trade ini.
- Baik trade untung maupun rugi, cukup keluar dari trade kapan pun Middle Line tersentuh.

### Strategi Trend Pullback

Strategi ini digunakan ketika harga berada dalam tren yang kuat, tetapi alih-alih mengejarnya, Anda menunggu pelemahan harga sementara untuk kembali masuk ke tren.

- Konfirmasikan bahwa harga tetap berada dalam tren naik yang kuat.
- Ketika harga mundur ke Middle Line, lakukan long.
- Tempatkan stop loss sekitar setengah jalan antara Middle Line dan channel bawah. Tempatkan target profit di atau dekat channel atas.

- Konfirmasikan bahwa harga tetap berada dalam tren turun yang kuat.
- Ketika harga naik kembali ke Middle Line, lakukan short.
- Tempatkan stop loss sekitar setengah jalan antara Middle Line dan channel atas.
- Tempatkan target profit di atau dekat channel bawah.

Sebelum menggunakan strategi ini, pastikan harga berada dalam tren naik atau tren turun.

Jika harga berfluktuasi antara channel atas dan bawah, jangan gunakan strategi ini. Ketika tren yang jelas TIDAK ada, strategi ini buruk.

### Overbought dan Oversold

Selama kondisi pasar yang tidak trending, trading breakout terasa buruk.

Pergerakan harga yang tidak trending dapat diidentifikasi dengan moving average yang datar (miring horizontal) dan Average Directional Index (ADX).

Jika harga tidak trending, trading dalam rentang atau sideways, Anda dapat menggunakan Keltner Channels seperti indikator osilator dan mengidentifikasi level overbought dan oversold.

- Tunggu harga menembus di bawah Keltner Channel bawah,
- Tunggu hingga harga ditutup kembali di dalam Keltner Channel bawah.
- Lakukan long.
- Dengan menunggu penutupan kembali di dalam Keltner Channel, Anda menghindari kerugian besar dan menangkap pisau jatuh jika breakout ternyata merupakan breakout Keltner Channel ke bawah yang sebenarnya.

- Tunggu harga menembus di atas Keltner Channel atas,
- Tunggu hingga harga ditutup kembali di dalam Keltner Channel atas.
- Lakukan short.
- Dengan menunggu penutupan kembali di dalam Keltner Channel, Anda menghindari jebakan beruang jika breakout ternyata merupakan breakout Keltner Channel ke atas yang sebenarnya.

Saat menggunakan Keltner Channels sebagai "indikator overbought/oversold", perlu diingat bahwa kondisi overbought dan oversold biasanya merupakan tanda kekuatan tren.

"Overbought" bisa berarti tren naik yang kuat, sementara "oversold" bisa berarti tren turun yang kuat.

Tren saat ini dapat terus menguat dan tetap "overbought" atau "oversold".

Inilah sebabnya mengapa Anda harus memastikan bahwa Anda hanya menggunakan strategi ini ketika harga diperdagangkan secara sideways atau ranging.

## Cara Menghitung Keltner Channels

Meskipun Keltner Channels diperkenalkan oleh Chester Keltner pada tahun 1960-an, indikator ini diperbarui oleh Linda Bradford Raschke pada tahun 1980-an.

Versi Raschke dari indikator inilah yang digunakan saat ini.

Keltner Channels adalah kombinasi dari dua indikator lain:

- Exponential Moving Average (EMA)
- Average True Range (ATR)

Moving average adalah rata-rata harga untuk sejumlah periode. EMA memberikan bobot lebih besar pada harga yang lebih baru.

ATR adalah ukuran volatilitas.

Keltner Channels memerlukan tiga parameter:

- Pilih panjang untuk exponential moving average (EMA).
- Pilih periode waktu untuk Average True Range (ATR).
- Pilih multiplier untuk Average True Range (ATR).

Berikut cara menghitung Keltner Channels:

Anda mungkin perlu sedikit menyesuaikan parameter Keltner Channel Anda jika Anda memperdagangkan aset yang berbeda.

Parameter yang Anda gunakan pada satu aset belum tentu bekerja dengan baik untuk aset lain.

Periode EMA umumnya diatur ke 20 tetapi dapat diatur ke angka berapa pun yang Anda inginkan. Panjang EMA 15 hingga 40 adalah tipikal.

Multiplier umum untuk ATR adalah 2, yang berarti band atas akan diplot 2 x ATR di atas EMA, dan band bawah akan diplot 2 x ATR di bawah EMA.

Saat menyesuaikan multiplier, semakin tinggi multiplier, semakin lebar channelnya. Semakin kecil multiplier, semakin sempit channelnya.

Multiplier yang lebih kecil seperti 1.5 atau multiplier yang lebih tinggi seperti 2.5 mungkin memberi Anda informasi yang lebih baik untuk aset yang Anda perdagangkan.


## FAQ

**Apa itu Keltner Channel?**
Keltner Channel (KC) adalah indikator teknikal yang terdiri dari pita volatilitas yang ditempatkan di atas dan di bawah moving average untuk membantu trader mengidentifikasi potensi breakout harga dan level overbought/oversold.

**Bagaimana Keltner Channel berbeda dari Bollinger Bands?**
Perbedaan utama adalah Keltner Channel menggunakan Average True Range (ATR) untuk menentukan lebar pita, sementara Bollinger Bands menggunakan Standard Deviation (SD).

**Bagaimana cara menggunakan Keltner Channel untuk strategi breakout?**
Strategi breakout menggunakan Keltner Channel ketika harga menembus di atas atau di bawah pita. Jika harga ditutup di atas channel atas, trader dapat melakukan long, dengan Middle Line sebagai target keluar. Sebaliknya, jika harga ditutup di bawah channel bawah, trader dapat melakukan short.

**Kapan sebaiknya menggunakan strategi Trend Pullback dengan Keltner Channel?**
Strategi Trend Pullback digunakan ketika pasar berada dalam tren yang kuat. Trader menunggu harga mundur ke Middle Line sebelum masuk ke posisi searah tren, dengan target profit di channel yang berlawanan.

**Bagaimana Keltner Channel dapat digunakan untuk mengidentifikasi kondisi overbought dan oversold?**
Dalam pasar yang tidak trending, Keltner Channel dapat digunakan seperti osilator. Trader menunggu harga menembus di luar channel dan kemudian kembali masuk ke dalam channel untuk mengidentifikasi potensi pembalikan arah.