4 menit baca 897 kata Diperbarui: 15 Januari 2026

🎯 Poin Penting tentang Kairi Relative Index

  • KRI mengukur kekuatan pergerakan harga instrumen keuangan dibandingkan dengan rata-ratanya.
  • Nilai KRI positif menandakan kekuatan harga, sementara nilai negatif menunjukkan kelemahan.
  • Perpotongan garis harga dengan garis rata-rata harga pada grafik KRI dapat menjadi sinyal trading.
  • Indikator ini membantu mengidentifikasi potensi perubahan tren harga.
  • KRI sebaiknya digunakan bersama analisis lain untuk hasil optimal.

📑 Daftar Isi

Apa itu Kairi Relative Index?

Kairi Relative Index adalah Kairi Relative Index (KRI) adalah indikator teknis yang mengukur kekuatan pergerakan harga suatu instrumen keuangan terhadap rata-ratanya, membantu mengidentifikasi tren dan potensi sinyal trading.

Penjelasan Lengkap tentang Kairi Relative Index

Apa itu Kairi Relative Index (KRI)?

Kairi Relative Index (KRI), yang pertama kali diperkenalkan oleh Toshihiro Yamada pada tahun 1995, adalah sebuah indikator teknis yang dirancang untuk membantu trader dan investor dalam menganalisis kekuatan pergerakan harga suatu instrumen keuangan. Instrumen ini bisa berupa saham, pasangan mata uang (forex), komoditas, atau aset finansial lainnya. KRI bekerja dengan cara membandingkan pergerakan harga terkini dari suatu aset dengan rata-rata pergerakan harganya dalam periode waktu tertentu. Tujuannya adalah untuk memberikan gambaran apakah harga saat ini sedang bergerak lebih kuat atau lebih lemah dibandingkan dengan tren rata-ratanya.

Bagaimana KRI Bekerja?

Inti dari perhitungan KRI adalah mengukur persentase perubahan harga instrumen keuangan terhadap rata-rata harganya dalam periode waktu yang telah ditentukan. Formula dasarnya adalah:

KRI = ((Harga Saat Ini - Rata-rata Harga Periode) / Rata-rata Harga Periode) * 100%

  • KRI Positif: Jika hasil perhitungan KRI bernilai positif, ini mengindikasikan bahwa harga instrumen keuangan saat ini berada di atas rata-rata harganya. Kondisi ini menandakan adanya kekuatan pada pergerakan harga naik atau bullish momentum.
  • KRI Negatif: Sebaliknya, jika KRI bernilai negatif, artinya harga instrumen tersebut berada di bawah rata-rata harganya. Hal ini menunjukkan adanya kelemahan pada pergerakan harga atau bearish momentum.

Visualisasi dan Sinyal Trading dengan KRI

Dalam praktiknya, KRI biasanya divisualisasikan dalam bentuk grafik yang menampilkan garis tren harga instrumen keuangan dan garis tren rata-rata harga. Perpotongan antara kedua garis ini sering kali dianggap sebagai sinyal penting untuk melakukan transaksi:

  • Sinyal Beli: Ketika garis tren harga memotong garis tren rata-rata harga dari bawah ke atas, ini bisa diinterpretasikan sebagai sinyal potensial untuk melakukan transaksi beli (buy). Hal ini menunjukkan bahwa harga mulai menunjukkan kekuatan dan berpotensi bergerak naik lebih lanjut.
  • Sinyal Jual: Sebaliknya, jika garis tren harga memotong garis tren rata-rata harga dari atas ke bawah, ini dapat menjadi sinyal potensial untuk melakukan transaksi jual (sell). Ini mengindikasikan pelemahan harga dan potensi penurunan lebih lanjut.

Manfaat dan Keterbatasan KRI

Penggunaan KRI dalam strategi trading dan investasi dapat memberikan keuntungan dengan membantu trader mengidentifikasi potensi perubahan tren harga secara lebih dini. Dengan memahami dinamika kekuatan harga relatif terhadap rata-ratanya, keputusan trading dapat dibuat menjadi lebih informatif dan terukur. Namun, penting untuk diingat bahwa KRI, seperti halnya semua indikator teknis lainnya, bukanlah alat yang sempurna. Ketergantungan tunggal pada KRI tanpa mempertimbangkan faktor lain dapat berisiko. Oleh karena itu, KRI paling efektif ketika dikombinasikan dengan analisis teknis lainnya (seperti indikator RSI, MACD, Moving Average) dan analisis fundamental untuk mengkonfirmasi sinyal dan meningkatkan akurasi prediksi.

Cara Menggunakan Kairi Relative Index

KRI digunakan untuk menganalisis kekuatan harga suatu aset terhadap rata-ratanya dan mengidentifikasi potensi sinyal trading berdasarkan perpotongan garis.

  1. 1Identifikasi periode waktu yang akan digunakan untuk menghitung rata-rata harga (misalnya, 14 hari, 20 hari, dll.).
  2. 2Hitung nilai KRI menggunakan formula: ((Harga Saat Ini - Rata-rata Harga Periode) / Rata-rata Harga Periode) * 100%.
  3. 3Amati pergerakan KRI: Nilai positif menunjukkan kekuatan harga, nilai negatif menunjukkan kelemahan.
  4. 4Pantau perpotongan antara garis harga aset dan garis rata-rata harga pada grafik yang relevan; perpotongan ke atas bisa menjadi sinyal beli, dan ke bawah bisa menjadi sinyal jual.
  5. 5Konfirmasikan sinyal KRI dengan indikator teknis lain atau analisis fundamental sebelum membuat keputusan trading.

Contoh Penggunaan Kairi Relative Index dalam Trading

Misalkan seorang trader forex sedang menganalisis pasangan mata uang EUR/USD. Trader tersebut menggunakan KRI dengan periode 10 hari. Jika harga EUR/USD saat ini berada di 1.1050 dan rata-rata harga 10 hari adalah 1.1000, maka KRI = ((1.1050 - 1.1000) / 1.1000) * 100% = +0.45%. Nilai positif ini menunjukkan bahwa EUR/USD sedang mengalami kekuatan harga. Jika pada grafik terlihat garis harga EUR/USD memotong garis rata-rata 10 hari dari bawah ke atas, trader tersebut mungkin akan mempertimbangkan untuk membuka posisi beli, dengan harapan harga akan terus naik.

Istilah Terkait

Pelajari juga istilah-istilah berikut untuk memperdalam pemahaman Anda: Indikator Teknis, Analisis Teknikal, Moving Average, Forex Trading, Pasangan Mata Uang, Sinyal Trading, Momentum Pasar, Tren Harga

Pertanyaan Umum tentang Kairi Relative Index

Apa perbedaan KRI dengan Relative Strength Index (RSI)?

Meskipun keduanya mengukur 'kekuatan' harga, Relative Strength Index (RSI) mengukur kecepatan dan besarnya perubahan harga untuk mengevaluasi kondisi overbought atau oversold, sedangkan Kairi Relative Index (KRI) secara spesifik membandingkan harga saat ini dengan rata-rata harganya untuk mengukur momentum relatif.

Periode waktu berapa yang paling umum digunakan untuk KRI?

Tidak ada periode waktu tunggal yang paling 'benar' karena pilihan periode tergantung pada gaya trading dan volatilitas pasar. Namun, periode seperti 10, 14, atau 20 hari sering digunakan sebagai titik awal.

Apakah KRI bisa digunakan sendirian untuk trading?

Sangat tidak disarankan. Seperti indikator teknis lainnya, KRI paling efektif ketika digunakan sebagai bagian dari strategi trading yang komprehensif, dikombinasikan dengan indikator lain, analisis fundamental, dan manajemen risiko yang baik.