5 menit baca 919 kata Diperbarui: 15 Januari 2026

🎯 Poin Penting tentang Keep and Pay

  • Mempertahankan kepemilikan aset investasi untuk potensi keuntungan jangka panjang.
  • Melibatkan pembayaran berkelanjutan atas biaya-biaya yang terkait dengan aset.
  • Cocok untuk aset seperti saham blue chip, real estat, atau obligasi.
  • Membutuhkan pandangan jangka panjang dan toleransi terhadap fluktuasi harga jangka pendek.
  • Dapat mengurangi biaya transaksi frekuensi tinggi dan berpotensi memberikan keuntungan pajak.

📑 Daftar Isi

Apa itu Keep and Pay?

Keep and Pay adalah Strategi 'Keep and Pay' dalam trading berarti mempertahankan aset investasi sambil terus membayar biaya terkait, demi potensi keuntungan jangka panjang.

Penjelasan Lengkap tentang Keep and Pay

Keep and Pay adalah sebuah filosofi atau strategi investasi yang menekankan pada pentingnya mempertahankan kepemilikan aset dalam jangka waktu yang relatif lama, sembari secara konsisten menanggung biaya-biaya yang melekat pada aset tersebut. Alih-alih melakukan transaksi jual beli secara sering (trading aktif), investor yang menerapkan strategi ini lebih berfokus pada potensi pertumbuhan nilai aset di masa depan atau pendapatan pasif yang dihasilkan.

Prinsip Dasar Keep and Pay

Inti dari strategi ini adalah keyakinan bahwa nilai aset akan meningkat seiring waktu, atau aset tersebut akan terus memberikan imbal hasil. Oleh karena itu, investor bersedia untuk terus 'membayar' (pay) segala biaya yang timbul, seperti biaya administrasi, biaya pemeliharaan, bunga pinjaman, pajak, atau biaya transaksi yang lebih kecil namun berkelanjutan, demi 'mempertahankan' (keep) kepemilikan aset tersebut.

Aplikasi dalam Berbagai Instrumen Investasi

  • Saham (Terutama Saham Blue Chip): Investor memilih saham perusahaan yang stabil, memiliki fundamental kuat, dan rekam jejak pertumbuhan yang baik. Mereka tidak terpengaruh oleh volatilitas pasar jangka pendek dan berencana memegang saham tersebut selama bertahun-tahun, bahkan dekade. Biaya yang dibayar meliputi biaya broker saat membeli, biaya kustodian, dan potensi pajak dividen atau capital gain saat menjual di masa depan.
  • Real Estat: Membeli properti (rumah, apartemen, tanah) sebagai investasi jangka panjang. Investor akan terus membayar cicilan KPR (jika ada), pajak bumi dan bangunan (PBB), biaya perawatan, asuransi, dan biaya pengelolaan jika disewakan. Tujuannya adalah apresiasi nilai properti atau pendapatan sewa yang stabil.
  • Obligasi: Membeli obligasi dengan tujuan menahan hingga jatuh tempo untuk mendapatkan kupon (bunga) secara berkala dan pengembalian pokok. Biaya yang mungkin timbul adalah biaya transaksi awal atau biaya pengelolaan dana jika dibeli melalui reksa dana pendapatan tetap.
  • Instrumen Investasi Lainnya: Strategi ini juga bisa diterapkan pada aset lain yang membutuhkan biaya pemeliharaan atau kepemilikan berkelanjutan.

Keuntungan Strategi Keep and Pay

  • Potensi Keuntungan Jangka Panjang: Memanfaatkan kekuatan compounding dan pertumbuhan nilai aset yang signifikan dalam jangka panjang.
  • Pengurangan Biaya Transaksi: Dengan jarang melakukan jual beli, investor menghemat biaya komisi atau spread yang bisa menumpuk jika sering bertransaksi.
  • Efisiensi Pajak: Dalam beberapa yurisdiksi, menahan aset dalam jangka panjang dapat memberikan keuntungan pajak, seperti tarif pajak capital gain yang lebih rendah atau insentif pajak lainnya terkait pendapatan pasif.
  • Mengurangi Stres Emosional: Investor tidak perlu terus-menerus memantau pergerakan pasar harian, sehingga mengurangi kecemasan dan membuat keputusan yang lebih rasional.

Pertimbangan Penting

Menerapkan strategi Keep and Pay membutuhkan kesabaran, visi jangka panjang, dan pemahaman mendalam tentang aset yang diinvestasikan serta kondisi pasar. Investor harus siap menghadapi periode penurunan nilai aset dan memiliki likuiditas yang cukup untuk menutupi biaya-biaya yang timbul tanpa harus terpaksa menjual aset pada saat yang tidak menguntungkan.

Cara Menggunakan Keep and Pay

Strategi Keep and Pay diterapkan dengan memilih aset investasi yang prospektif untuk jangka panjang, lalu berkomitmen untuk menahannya sambil mengelola dan membayar biaya-biaya yang terkait secara berkelanjutan.

  1. 1Langkah 1: Lakukan riset mendalam untuk mengidentifikasi aset investasi (saham, properti, obligasi, dll.) yang memiliki potensi pertumbuhan atau pendapatan jangka panjang yang kuat.
  2. 2Langkah 2: Perhitungkan semua biaya yang terkait dengan kepemilikan aset tersebut, termasuk biaya transaksi awal, biaya administrasi, pajak, biaya pemeliharaan, dan potensi biaya lainnya.
  3. 3Langkah 3: Alokasikan dana yang cukup untuk menutupi biaya-biaya tersebut secara berkelanjutan, bahkan jika nilai aset mengalami fluktuasi jangka pendek.
  4. 4Langkah 4: Tetapkan tujuan investasi jangka panjang dan disiplin untuk tidak menjual aset kecuali ada perubahan fundamental yang signifikan pada aset atau tujuan investasi Anda.

Contoh Penggunaan Keep and Pay dalam Trading

Seorang investor membeli 100 lembar saham BBCA di harga Rp 8.000 per lembar. Total investasi awal adalah Rp 800.000 (belum termasuk biaya broker). Investor ini berencana menahan saham tersebut minimal 5-10 tahun. Selama periode tersebut, ia akan terus membayar biaya transaksi kecil saat membeli tambahan saham atau menjual sebagian kecil jika diperlukan untuk kebutuhan mendesak, serta siap menghadapi fluktuasi harga harian. Investor ini percaya bahwa BBCA akan terus bertumbuh dan memberikan dividen yang stabil, sehingga ia memilih untuk 'Keep and Pay' daripada menjualnya saat harga turun sedikit.

Istilah Terkait

Pelajari juga istilah-istilah berikut untuk memperdalam pemahaman Anda: Saham Blue Chip, Investasi Jangka Panjang, Capital Gain, Dividen, Apresiasi Nilai, Volatilitas Pasar

Pertanyaan Umum tentang Keep and Pay

Apakah strategi Keep and Pay cocok untuk semua jenis investor?

Strategi Keep and Pay lebih cocok untuk investor yang memiliki pandangan jangka panjang, kesabaran, dan toleransi terhadap fluktuasi pasar. Investor yang mencari keuntungan cepat mungkin tidak cocok dengan strategi ini.

Apa saja biaya yang umumnya termasuk dalam strategi Keep and Pay?

Biaya yang termasuk bervariasi tergantung asetnya, namun umumnya meliputi biaya transaksi (broker, spread), biaya administrasi, biaya kustodian, pajak (pajak dividen, pajak capital gain, PBB untuk properti), biaya pemeliharaan, dan bunga pinjaman (jika menggunakan leverage).

Bagaimana cara mengelola risiko saat menerapkan strategi Keep and Pay?

Risiko dapat dikelola dengan diversifikasi portofolio, melakukan riset mendalam terhadap aset yang dipilih, memiliki dana darurat yang terpisah, dan secara berkala meninjau ulang kinerja aset investasi Anda untuk memastikan fundamentalnya tetap kuat.