4 menit baca 725 kata Diperbarui: 15 Januari 2026
🎯 Poin Penting tentang Kicking The Tires
- Kicking the tires adalah proses riset dan evaluasi aset sebelum membeli atau berinvestasi.
- Istilah ini berasal dari praktik memeriksa kondisi fisik kendaraan sebelum pembelian.
- Tujuannya adalah untuk memahami kinerja historis, tren pasar, dan faktor fundamental aset.
- Melibatkan analisis teknis dan fundamental untuk mencocokkan aset dengan tujuan investasi.
- Proses ini krusial untuk pengambilan keputusan yang terinformasi dan meminimalkan risiko.
📑 Daftar Isi
Apa itu Kicking The Tires?
Kicking The Tires adalah Kicking the tires adalah riset mendalam aset/produk sebelum investasi, mirip cek fisik mobil sebelum beli, demi mengurangi risiko dan maksimalkan untung.
Penjelasan Lengkap tentang Kicking The Tires
Dalam dunia trading dan investasi, istilah 'Kicking The Tires' merujuk pada tindakan krusial yang dilakukan oleh seorang trader atau investor untuk melakukan penelitian dan evaluasi mendalam terhadap suatu produk, instrumen, atau aset sebelum membuat keputusan final untuk membeli, menjual, atau berinvestasi.
Asal Usul Istilah
Istilah ini diadopsi dari praktik umum di luar dunia finansial, yaitu saat seseorang hendak membeli kendaraan bekas. Sebelum melakukan transaksi, calon pembeli akan melakukan pemeriksaan fisik menyeluruh, termasuk 'menendang ban' (kicking the tires) untuk menguji kekokohan dan memastikan kondisi kendaraan secara keseluruhan baik. Analogi ini menekankan pentingnya pemeriksaan detail sebelum komitmen.
Penerapan dalam Trading dan Investasi
Dalam konteks forex, saham, komoditas, atau instrumen keuangan lainnya, 'Kicking The Tires' berarti melakukan serangkaian langkah analitis untuk memahami secara komprehensif aset yang dituju. Ini bukan sekadar melihat harga, melainkan menggali lebih dalam untuk memastikan aset tersebut sesuai dengan kriteria, toleransi risiko, dan tujuan investasi yang telah ditetapkan oleh individu.
Proses Kicking The Tires Meliputi:
- Riset Mendalam: Mempelajari rekam jejak kinerja historis aset, termasuk volatilitas, keuntungan, dan kerugian di masa lalu.
- Identifikasi Tren Pasar: Menganalisis tren makroekonomi, tren industri, atau tren spesifik aset yang sedang terjadi.
- Analisis Fundamental: Memeriksa laporan keuangan (jika berlaku), berita ekonomi global dan lokal, kebijakan moneter, serta faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi nilai intrinsik aset.
- Analisis Teknis: Menggunakan grafik harga, indikator teknis (seperti Moving Average, RSI, MACD), dan pola grafik untuk memprediksi pergerakan harga di masa depan.
- Evaluasi Risiko dan Imbal Hasil: Menilai potensi keuntungan yang bisa didapat dibandingkan dengan risiko yang harus diambil, serta memastikan kesesuaian dengan profil risiko pribadi.
Dengan melakukan 'Kicking The Tires' secara cermat, trader dan investor dapat meminimalkan potensi kerugian yang disebabkan oleh keputusan impulsif atau kurangnya informasi. Ini adalah fondasi penting untuk membangun strategi trading yang solid dan meningkatkan peluang keberhasilan dalam jangka panjang.
Cara Menggunakan Kicking The Tires
Menerapkan 'Kicking The Tires' berarti melakukan riset komprehensif sebelum membuka posisi trading atau melakukan investasi, bukan terburu-buru.
- 1Langkah 1: Tentukan aset atau instrumen yang ingin Anda perdagangkan/investasikan.
- 2Langkah 2: Lakukan riset fundamental (berita ekonomi, laporan keuangan, tren industri) dan analisis teknis (grafik, indikator).
- 3Langkah 3: Evaluasi apakah aset tersebut sesuai dengan tujuan investasi, toleransi risiko, dan strategi trading Anda.
- 4Langkah 4: Jika hasil riset memuaskan dan sesuai dengan kriteria Anda, baru pertimbangkan untuk membuka posisi atau melakukan investasi.
Contoh Penggunaan Kicking The Tires dalam Trading
Seorang trader forex tertarik pada pasangan mata uang EUR/USD. Sebelum membuka posisi beli, ia melakukan 'Kicking The Tires' dengan menganalisis:
- Fundamental: Memeriksa data inflasi Uni Eropa, kebijakan suku bunga ECB, dan data ekonomi AS terbaru.
- Teknis: Mengamati grafik harian dan mingguan EUR/USD, mengidentifikasi level support/resistance, serta menggunakan indikator RSI untuk melihat kondisi overbought/oversold.
Setelah yakin bahwa data fundamental dan analisis teknis mendukung potensi kenaikan, barulah ia memutuskan untuk membuka posisi beli (long) pada EUR/USD.
Istilah Terkait
Pelajari juga istilah-istilah berikut untuk memperdalam pemahaman Anda: Analisis Fundamental, Analisis Teknis, Manajemen Risiko, Pasar Forex, Aset Investasi, Volatilitas
Pertanyaan Umum tentang Kicking The Tires
Apakah 'Kicking The Tires' hanya dilakukan sebelum membeli?
Tidak, 'Kicking The Tires' adalah proses evaluasi yang bisa dilakukan kapan saja, termasuk sebelum menambah posisi, mengurangi posisi, atau bahkan sebelum menjual aset yang sudah dimiliki jika ada perubahan signifikan pada aset atau pasar.
Seberapa lama proses 'Kicking The Tires' ini?
Durasi 'Kicking The Tires' bervariasi tergantung kompleksitas aset dan kedalaman riset yang dibutuhkan. Bisa memakan waktu beberapa jam hingga beberapa hari atau bahkan lebih lama untuk aset yang sangat kompleks.
Apakah 'Kicking The Tires' menjamin keuntungan?
Tidak ada jaminan keuntungan dalam trading atau investasi. Namun, 'Kicking The Tires' secara signifikan meningkatkan peluang pengambilan keputusan yang lebih baik dan mengurangi risiko kerugian yang tidak perlu.