5 menit baca 942 kata Diperbarui: 15 Januari 2026
🎯 Poin Penting tentang Knock-In Option
- Knock-in option memerlukan pencapaian level harga tertentu (barrier) agar menjadi aktif.
- Terdapat dua jenis utama: knock-in call (aktif jika harga naik ke barrier) dan knock-in put (aktif jika harga turun ke barrier).
- Opsi ini menawarkan potensi keuntungan lebih tinggi namun dengan risiko yang lebih besar dibandingkan opsi reguler.
- Cocok bagi trader yang memiliki prediksi spesifik mengenai pergerakan harga aset dasar.
- Memerlukan analisis pasar mendalam dan pemahaman strategi trading yang matang.
📑 Daftar Isi
Apa itu Knock-In Option?
Knock-In Option adalah Knock-in option adalah opsi yang hanya aktif jika harga aset dasar mencapai level harga tertentu (barrier). Jika tidak, opsi tersebut kedaluwarsa tanpa nilai.
Penjelasan Lengkap tentang Knock-In Option
Knock-in Option: Definisi dan Cara Kerjanya dalam Trading
Dalam dunia trading dan investasi, Knock-in Option merupakan salah satu instrumen derivatif yang memiliki karakteristik unik. Berbeda dengan opsi konvensional, knock-in option memiliki sebuah 'barrier' atau tingkat harga tertentu yang harus dicapai oleh aset dasar (underlying asset) agar opsi tersebut menjadi aktif dan dapat dieksekusi. Jika harga aset dasar tidak pernah menyentuh atau melampaui level barrier yang ditentukan sebelum tanggal kedaluwarsa, maka knock-in option tersebut akan dianggap tidak aktif dan berakhir tanpa nilai.
Jenis-jenis Knock-in Option
Knock-in option umumnya terbagi menjadi dua jenis utama, disesuaikan dengan arah pergerakan harga yang diharapkan:
- Knock-in Call Option: Opsi ini akan menjadi aktif (aktif 'knock-in') apabila harga aset dasar mencapai atau melampaui level harga 'barrier' tertentu dari bawah ke atas. Trader yang membeli knock-in call option biasanya memprediksi kenaikan harga aset dasar hingga mencapai level barrier tersebut.
- Knock-in Put Option: Sebaliknya, knock-in put option akan menjadi aktif apabila harga aset dasar turun hingga mencapai atau melampaui level harga 'barrier' tertentu dari atas ke bawah. Opsi ini cocok bagi trader yang memperkirakan penurunan harga aset dasar hingga menyentuh level barrier.
Keunggulan dan Risiko Knock-in Option
Keberadaan level barrier menjadikan knock-in option memiliki profil risiko dan potensi keuntungan yang berbeda dari opsi reguler. Tingkat risiko yang lebih tinggi muncul karena adanya syarat aktivasi; jika harga tidak mencapai barrier, premi yang dibayarkan untuk opsi bisa hilang seluruhnya. Namun, jika harga berhasil mencapai barrier dan opsi menjadi aktif, potensi keuntungannya bisa jauh lebih besar. Hal ini dikarenakan knock-in option seringkali diperdagangkan dengan premi yang lebih rendah dibandingkan opsi reguler dengan strike price yang sama, namun dengan potensi pergerakan harga yang signifikan setelah aktivasi.
Penggunaan dalam Strategi Trading
Knock-in option sangat populer di kalangan investor atau trader yang memiliki pandangan atau prediksi yang cukup spesifik mengenai pergerakan harga aset dasar dalam periode waktu tertentu. Mereka menggunakan instrumen ini untuk mendapatkan keuntungan dari pergerakan harga yang diharapkan, seringkali dengan biaya awal yang lebih rendah.
Contohnya, seorang trader yang yakin harga saham ABC akan naik hingga $100 dalam satu minggu dapat membeli knock-in call option dengan barrier di $100. Jika harga saham ABC benar-benar mencapai atau melebihi $100 dalam periode tersebut, opsi tersebut akan aktif dan trader dapat memanfaatkan kenaikan harga lebih lanjut untuk mendapatkan keuntungan. Namun, jika harga saham ABC gagal mencapai $100, opsi tersebut akan kedaluwarsa tanpa nilai, dan trader hanya akan kehilangan premi yang telah dibayarkan.
Penting bagi setiap pelaku pasar yang ingin menggunakan knock-in option untuk melakukan analisis pasar yang mendalam, memahami sepenuhnya profil risiko yang melekat, serta menguasai strategi trading yang relevan dengan kondisi pasar saat itu.
Cara Menggunakan Knock-In Option
Gunakan knock-in option ketika Anda memiliki prediksi kuat mengenai pencapaian level harga spesifik oleh aset dasar dalam jangka waktu tertentu.
- 1Langkah 1: Lakukan analisis fundamental dan teknikal untuk memprediksi pergerakan harga aset dasar.
- 2Langkah 2: Tentukan level harga 'barrier' yang Anda perkirakan akan dicapai oleh aset dasar.
- 3Langkah 3: Pilih jenis knock-in option (call atau put) yang sesuai dengan arah prediksi Anda.
- 4Langkah 4: Perhitungkan premi opsi dan potensi keuntungan serta kerugian jika harga mencapai atau tidak mencapai barrier.
- 5Langkah 5: Pantau pergerakan harga aset dasar secara berkala hingga tanggal kedaluwarsa opsi.
Contoh Penggunaan Knock-In Option dalam Trading
Seorang trader memprediksi bahwa harga pasangan mata uang EUR/USD akan mengalami kenaikan signifikan dan menembus level 1.1000 dalam dua minggu ke depan. Trader tersebut kemudian membeli sebuah Knock-in Call Option EUR/USD dengan:
- Strike Price: 1.1050
- Barrier: 1.1000
- Tanggal Kedaluwarsa: 2 minggu dari sekarang
- Premi: $500
Skenario 1 (Harga Mencapai Barrier): Jika dalam dua minggu ke depan, harga EUR/USD menyentuh atau turun di bawah 1.1000, maka Knock-in Call Option ini akan menjadi aktif. Jika setelah itu harga EUR/USD naik di atas 1.1050 (strike price), trader dapat mengeksekusi opsi tersebut dan mendapatkan keuntungan dari selisih harga dikurangi strike price, ditambah potensi kenaikan lebih lanjut.
Skenario 2 (Harga Tidak Mencapai Barrier): Jika dalam dua minggu ke depan, harga EUR/USD tidak pernah menyentuh atau turun di bawah 1.1000, maka opsi tersebut akan kedaluwarsa tanpa nilai (tidak aktif). Trader akan kehilangan seluruh premi sebesar $500.
Istilah Terkait
Pelajari juga istilah-istilah berikut untuk memperdalam pemahaman Anda: Opsi, Opsi Call, Opsi Put, Underlying Asset, Barrier Option, Strike Price, Premi Opsi, Tanggal Kedaluwarsa
Pertanyaan Umum tentang Knock-In Option
Apa perbedaan utama antara Knock-in Option dan Opsi Reguler?
Knock-in option hanya aktif jika harga aset dasar mencapai level harga 'barrier' tertentu, sedangkan opsi reguler aktif sejak dibeli dan dapat dieksekusi kapan saja hingga kedaluwarsa.
Apakah Knock-in Option selalu lebih berisiko daripada Opsi Reguler?
Ya, Knock-in option memiliki risiko lebih tinggi karena premi bisa hilang seluruhnya jika barrier tidak tercapai. Namun, potensi keuntungannya juga bisa lebih besar jika opsi menjadi aktif.
Kapan sebaiknya menggunakan Knock-in Option?
Sebaiknya digunakan ketika Anda memiliki prediksi yang kuat dan spesifik mengenai pergerakan harga aset dasar yang akan mencapai level harga tertentu (barrier) dalam jangka waktu yang ditentukan.