# Pembelian Aset Skala Besar (LSAP): Stimulus Moneter Tak Konvensional

*English: Large-Scale Asset Purchases (LSAPs)*

> Pelajari tentang Large-Scale Asset Purchases (LSAPs) atau quantitative easing, kebijakan moneter bank sentral untuk menstimulasi ekonomi saat krisis.

**Definisi:** Pembelian Aset Skala Besar (LSAPs) adalah alat kebijakan moneter bank sentral untuk meningkatkan suplai uang dan menstimulasi ekonomi dengan membeli aset dalam jumlah besar.

**URL:** https://kamus.belajarforex.co.id/l/large-scale-asset-purchases

---

## Pembelian Aset Skala Besar (LSAPs)

Pembelian Aset Skala Besar (LSAPs), yang sering disebut sebagai "quantitative easing," adalah alat kebijakan moneter yang digunakan oleh bank sentral untuk meningkatkan suplai uang dan menstimulasi ekonomi.

LSAPs melibatkan bank sentral membeli aset dalam jumlah besar, seperti obligasi pemerintah, dari bank dan lembaga keuangan lainnya. Hal ini meningkatkan jumlah uang yang beredar dan membuat bank lebih mudah meminjamkan uang.

Sementara alat kebijakan moneter konvensional, seperti penyesuaian suku bunga, tetap menjadi pilihan utama bank sentral untuk mengelola fluktuasi ekonomi, LSAPs telah digunakan ketika langkah-langkah tradisional terbukti tidak mencukupi, seperti saat resesi ekonomi atau krisis keuangan.

## Apa itu Pembelian Aset Skala Besar (LSAPs)?

LSAPs adalah bentuk kebijakan moneter yang tidak konvensional yang melibatkan Federal Reserve membeli aset keuangan dalam jumlah besar, seperti obligasi pemerintah dan sekuritas berbasis hipotek, untuk menstimulasi ekonomi.

Strategi ini bertujuan untuk menurunkan suku bunga jangka panjang, meningkatkan suplai uang, dan memperbaiki kondisi keuangan secara keseluruhan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan lapangan kerja.

## Apa saja contoh Pembelian Aset Skala Besar (LSAPs)?

Federal Reserve memulai LSAPs pada akhir 2008 sebagai respons terhadap Krisis Keuangan Besar (GFC). The Fed membeli total aset senilai $4,5 triliun, termasuk sekuritas berbasis hipotek dan obligasi Treasury. Program ini berhasil membantu menstabilkan sistem keuangan dan mendorong pemulihan ekonomi.

European Central Bank (ECB) juga memulai LSAPs pada 2014 sebagai respons terhadap perlambatan ekonomi di zona euro. ECB membeli total aset senilai €2,6 triliun, termasuk obligasi pemerintah dan obligasi korporasi. Program ini berhasil membantu mendorong pertumbuhan ekonomi di zona euro.

Contoh terbaru Pembelian Aset Skala Besar (LSAPs) terjadi selama pandemi COVID-19. Pada Maret 2020, sebagai respons terhadap gejolak ekonomi yang disebabkan oleh pandemi, Federal Reserve mengumumkan serangkaian langkah darurat, termasuk LSAPs, untuk menstabilkan pasar keuangan dan mendukung ekonomi AS.

The Fed berkomitmen untuk membeli obligasi Treasury AS dan sekuritas berbasis hipotek dalam jumlah tak terbatas untuk memastikan kelancaran fungsi pasar ini dan mempertahankan biaya pinjaman yang rendah bagi rumah tangga dan bisnis.

Tindakan-tindakan ini bertujuan untuk mencegah krisis kredit yang parah, mendorong pemulihan ekonomi, dan menjaga stabilitas keuangan secara keseluruhan selama periode ketidakpastian yang belum pernah terjadi sebelumnya.

## Bagaimana LSAPs Bekerja

Ketika Federal Reserve melakukan LSAPs, ia membeli aset keuangan di pasar terbuka, biasanya dari bank dan lembaga keuangan lainnya.

Pembelian ini meningkatkan suplai uang secara keseluruhan, karena lembaga keuangan menerima lebih banyak uang tunai sebagai imbalan atas aset yang mereka jual kepada The Fed.

Masuknya uang ini dapat menyebabkan suku bunga lebih rendah, karena bank memiliki lebih banyak dana untuk dipinjamkan, dan pinjaman menjadi lebih murah.

Dengan menargetkan suku bunga jangka panjang, LSAPs dapat memiliki pengaruh yang lebih langsung pada aktivitas ekonomi.

Suku bunga jangka panjang yang lebih rendah mendorong bisnis dan konsumen untuk meminjam untuk investasi dan pengeluaran, yang dapat membantu memacu pertumbuhan ekonomi.

Selain itu, LSAPs dapat memperbaiki fungsi pasar keuangan dengan menyediakan likuiditas dan mendukung harga aset.

## Dampak LSAPs terhadap Ekonomi

LSAPs telah digunakan selama periode tekanan ekonomi yang parah ketika alat kebijakan moneter konvensional tidak lagi efektif.

Contoh LSAPs yang paling menonjol adalah selama krisis keuangan global 2008 dan pandemi COVID-19.

*   **Menstimulasi pertumbuhan ekonomi:** LSAPs membantu menurunkan suku bunga jangka panjang, membuat pinjaman lebih menarik bagi bisnis dan konsumen. Peningkatan pinjaman ini dapat menyebabkan pengeluaran dan investasi yang lebih tinggi, yang pada gilirannya mendorong pertumbuhan ekonomi.
*   **Mendukung pasar keuangan:** Dengan membeli aset keuangan dalam jumlah besar, The Fed dapat menyediakan likuiditas yang sangat dibutuhkan ke pasar dan menstabilkan harga aset. Dukungan ini dapat membantu memulihkan kepercayaan pada sistem keuangan dan mencegah gangguan pasar lebih lanjut.
*   **Melengkapi kebijakan moneter konvensional:** Ketika suku bunga jangka pendek mendekati nol (ZIRP), kemampuan Federal Reserve untuk menstimulasi ekonomi melalui cara konvensional terbatas. LSAPs menawarkan alat alternatif untuk mendorong pemulihan ekonomi selama masa-masa ini.

Pembelian aset skala besar, atau quantitative easing, telah muncul sebagai alat penting bagi Federal Reserve di masa krisis ekonomi.

Dengan membeli aset keuangan dalam skala besar, The Fed dapat menurunkan suku bunga jangka panjang, menstimulasi pertumbuhan ekonomi, dan mendukung stabilitas pasar keuangan.

LSAPs adalah alat kebijakan yang kontroversial. Beberapa ekonom berpendapat bahwa mereka efektif dalam menstimulasi ekonomi, sementara yang lain berpendapat bahwa mereka berisiko dan dapat menyebabkan inflasi.

Meskipun LSAPs tidak lepas dari potensi risiko, seperti inflasi atau gelembung aset, penggunaannya telah terbukti menjadi komponen penting dari strategi The Fed untuk menavigasi periode tekanan ekonomi yang parah.


## FAQ

**Apa tujuan utama dari Large-Scale Asset Purchases (LSAPs)?**
Tujuan utama LSAPs adalah untuk meningkatkan suplai uang, menurunkan suku bunga jangka panjang, dan menstimulasi pertumbuhan ekonomi serta lapangan kerja, terutama saat kebijakan moneter konvensional tidak lagi efektif.

**Kapan Federal Reserve pertama kali menggunakan LSAPs?**
Federal Reserve pertama kali menggunakan LSAPs pada akhir tahun 2008 sebagai respons terhadap Krisis Keuangan Besar (GFC).

**Bagaimana LSAPs bekerja dalam meningkatkan suplai uang?**
LSAPs bekerja dengan cara bank sentral membeli aset keuangan dalam jumlah besar dari bank dan lembaga keuangan lainnya, yang secara langsung meningkatkan jumlah uang tunai yang dimiliki oleh lembaga-lembaga tersebut.

**Apa saja contoh aset yang dibeli dalam program LSAPs?**
Contoh aset yang dibeli dalam program LSAPs meliputi obligasi pemerintah (seperti Treasury bonds) dan sekuritas berbasis hipotek (mortgage-backed securities).

**Apakah LSAPs selalu efektif dalam menstimulasi ekonomi?**
LSAPs adalah alat kebijakan yang kontroversial; beberapa ekonom menganggapnya efektif, sementara yang lain khawatir tentang potensi risiko seperti inflasi atau gelembung aset, meskipun penggunaannya terbukti penting dalam periode krisis ekonomi.