4 menit baca 826 kata Diperbarui: 15 Januari 2026

🎯 Poin Penting tentang Laggard

  • Laggard adalah aset atau saham yang performanya di bawah rata-rata pasar.
  • Performa buruk laggard dapat disebabkan oleh faktor fundamental perusahaan atau kondisi ekonomi.
  • Investor umumnya menghindari laggard karena potensi keuntungan yang rendah.
  • Identifikasi laggard dilakukan dengan membandingkan kinerja historis dengan indeks atau aset sejenis.
  • Laggard bisa menjadi peluang bagi investor yang jeli untuk membeli aset terdepresiasi.

📑 Daftar Isi

Apa itu Laggard?

Laggard adalah Aset atau saham yang kinerjanya tertinggal jauh di bawah rata-rata pasar, seringkali akibat masalah fundamental atau ekonomi.

Penjelasan Lengkap tentang Laggard

Dalam dunia trading dan investasi, istilah Laggard merujuk pada saham, aset, atau bahkan seluruh sektor industri yang menunjukkan kinerja (performa) yang jauh tertinggal di bawah rata-rata pasar atau aset sejenisnya. Aset yang dikategorikan sebagai laggard umumnya mengalami pertumbuhan yang sangat lambat, stagnan, atau bahkan mengalami penurunan nilai dalam periode waktu tertentu.

Faktor Penyebab Suatu Aset Menjadi Laggard

Terdapat berbagai faktor yang dapat menjadikan sebuah aset sebagai laggard. Beberapa penyebab umum meliputi:

  • Kinerja Keuangan yang Buruk: Perusahaan yang melaporkan kerugian berkelanjutan, penurunan pendapatan, atau rasio profitabilitas yang rendah seringkali menjadi laggard.
  • Masalah Manajemen atau Tata Kelola: Kepemimpinan yang tidak efektif, skandal, atau praktik tata kelola perusahaan yang buruk dapat merusak kepercayaan investor dan kinerja saham.
  • Persaingan Industri yang Ketat: Perusahaan yang tidak mampu bersaing secara efektif dalam industrinya, terutama menghadapi inovasi atau pemain baru yang lebih kuat, bisa tertinggal.
  • Perubahan Teknologi atau Tren Pasar: Perusahaan yang gagal beradaptasi dengan perubahan teknologi atau pergeseran tren konsumen dapat melihat produk atau layanan mereka menjadi usang.
  • Kondisi Ekonomi Makro yang Melemah: Sektor atau perusahaan tertentu mungkin sangat sensitif terhadap perlambatan ekonomi, inflasi tinggi, atau kenaikan suku bunga, yang menyebabkan kinerjanya menurun drastis.
  • Masalah Regulasi: Perubahan regulasi yang merugikan industri tertentu dapat memberikan tekanan signifikan pada aset-aset di dalamnya.

Mengidentifikasi Laggard

Mengidentifikasi aset laggard memerlukan analisis komparatif. Investor dapat melakukan hal berikut:

  • Analisis Kinerja Historis: Bandingkan pergerakan harga dan imbal hasil saham atau aset selama periode waktu tertentu (misalnya, 1 tahun, 3 tahun, 5 tahun) dengan indeks pasar utama (seperti IHSG di Indonesia, S&P 500 di AS) atau dengan rata-rata kinerja aset-aset dalam sektor yang sama.
  • Analisis Fundamental: Periksa laporan keuangan perusahaan, rasio profitabilitas, tingkat utang, dan prospek pertumbuhan masa depan.
  • Analisis Sektoral: Evaluasi tren dan prospek keseluruhan dari industri tempat aset tersebut beroperasi.

Jika sebuah aset secara konsisten menunjukkan kinerja yang jauh di bawah rata-rata, maka aset tersebut dapat dikategorikan sebagai laggard.

Laggard sebagai Peluang Investasi

Secara umum, laggard dianggap sebagai investasi yang kurang menarik karena potensi keuntungannya yang terbatas. Namun, bagi investor yang berpengalaman dan memiliki strategi yang matang, laggard bisa menjadi peluang. Prinsip 'beli murah, jual mahal' dapat diterapkan di sini. Investor dapat membeli aset laggard yang harganya terdepresiasi secara tidak wajar, dengan harapan bahwa fundamental perusahaan akan membaik di masa depan atau pasar akan kembali menghargai aset tersebut dengan tepat. Strategi ini memerlukan riset mendalam dan toleransi risiko yang tinggi.

Cara Menggunakan Laggard

Memahami konsep laggard membantu investor dalam membuat keputusan alokasi aset yang lebih baik, baik untuk menghindari kerugian maupun mencari peluang investasi yang unik.

  1. 1Identifikasi aset yang menunjukkan performa buruk secara konsisten dibandingkan pasar atau peer-nya.
  2. 2Analisis penyebab utama di balik kinerja buruk aset tersebut (fundamental perusahaan, industri, atau ekonomi).
  3. 3Evaluasi apakah penurunan harga aset mencerminkan masalah mendasar yang permanen atau hanya sementara.
  4. 4Jika Anda seorang investor yang berani mengambil risiko, pertimbangkan laggard sebagai potensi 'value play' jika Anda yakin ada pembalikan arah di masa depan.

Contoh Penggunaan Laggard dalam Trading

Misalnya, dalam indeks saham teknologi, sebagian besar saham mengalami kenaikan signifikan selama periode tertentu. Namun, ada satu saham perusahaan teknologi lama yang kinerjanya stagnan atau bahkan menurun karena produknya sudah ketinggalan zaman dan tidak mampu bersaing dengan inovasi baru. Saham perusahaan teknologi lama ini dapat dikategorikan sebagai laggard. Investor yang melihat ini mungkin akan menjual saham tersebut untuk beralih ke saham yang lebih berkinerja baik, atau jika mereka memiliki pandangan jangka panjang dan riset yang kuat, mereka mungkin melihatnya sebagai kesempatan untuk membeli dengan harga murah jika mereka percaya perusahaan tersebut akan melakukan restrukturisasi atau inovasi untuk bangkit kembali.

Istilah Terkait

Pelajari juga istilah-istilah berikut untuk memperdalam pemahaman Anda: Saham Blue Chip, Saham Pertumbuhan, Saham Nilai, Indeks Pasar, Fundamental Perusahaan, Bear Market

Pertanyaan Umum tentang Laggard

Apakah laggard selalu merupakan investasi yang buruk?

Tidak selalu. Meskipun umumnya memiliki potensi keuntungan lebih rendah, laggard bisa menjadi peluang bagi investor yang jeli untuk membeli aset yang terdepresiasi dengan harapan pembalikan arah atau perbaikan fundamental.

Bagaimana cara membedakan laggard dengan saham yang sedang dalam tren turun sementara?

Membedakannya memerlukan analisis mendalam terhadap fundamental perusahaan, prospek industri, dan kondisi ekonomi makro. Laggard biasanya memiliki masalah mendasar yang lebih struktural atau jangka panjang dibandingkan tren turun sementara.

Apakah laggard hanya berlaku untuk saham?

Tidak, istilah laggard juga dapat diterapkan pada aset lain seperti obligasi, komoditas, atau bahkan seluruh sektor industri yang kinerjanya tertinggal dibandingkan pasar secara keseluruhan.