4 menit baca 808 kata Diperbarui: 15 Januari 2026
🎯 Poin Penting tentang Lapping Scheme
- Lapping scheme adalah praktik penipuan keuangan ilegal dalam trading dan investasi.
- Pelaku memanipulasi urutan pembayaran untuk mengalihkan dana perusahaan ke rekening pribadi.
- Modus operandi melibatkan penggunaan uang dari transaksi baru untuk menutupi pembayaran transaksi lama.
- Membutuhkan akses langsung ke rekening dan catatan keuangan perusahaan untuk dilakukan.
- Perusahaan dapat mencegahnya dengan pengendalian internal yang kuat dan audit rutin.
📑 Daftar Isi
Apa itu Lapping Scheme?
Lapping Scheme adalah Praktik ilegal mencuri dana perusahaan dengan memanipulasi urutan pembayaran transaksi, menutupi jejak dengan dana dari transaksi lain.
Penjelasan Lengkap tentang Lapping Scheme
Dalam dunia forex dan investasi, istilah Lapping Scheme merujuk pada sebuah praktik ilegal yang sangat merugikan, di mana seorang individu atau sekelompok orang melakukan pencurian dana dari sebuah organisasi atau perusahaan dengan cara memanipulasi transaksi keuangan secara licik. Skema ini biasanya dilakukan oleh pihak internal yang memiliki akses istimewa dan langsung ke rekening serta catatan transaksi keuangan perusahaan.
Bagaimana Lapping Scheme Bekerja?
Modus operandi utama dari skema lapping adalah mengalihkan dana yang seharusnya masuk ke kas perusahaan, dengan cara mengutak-atik urutan pembayaran. Berikut adalah alur kerjanya:
- Pengalihan Dana Awal: Pelaku, yang memiliki akses ke sistem keuangan, akan mengambil uang dari transaksi yang baru saja terjadi, misalnya pembayaran dari seorang pelanggan. Dana ini kemudian dialihkan ke rekening pribadi mereka.
- Menutupi Jejak: Untuk menghindari deteksi dan menjaga agar catatan keuangan tetap terlihat seimbang, pelaku akan menggunakan dana dari transaksi sebelumnya yang belum dibayarkan atau belum ditagih sepenuhnya. Dana ini kemudian digunakan untuk 'membayar' tagihan dari transaksi baru yang tadi mereka ambil uangnya.
- Siklus Berulang: Proses ini diulang terus menerus. Setiap kali ada transaksi pembayaran baru, sebagian dana diambil oleh pelaku, dan kemudian ditutupi menggunakan dana dari transaksi lain yang belum diselesaikan. Dengan cara ini, secara kasat mata, tidak ada ketidaksesuaian atau kejanggalan yang terlihat pada catatan keuangan dari transaksi yang bersangkutan.
Lapping scheme memungkinkan pelaku untuk mencuri dana perusahaan dalam jumlah yang signifikan dan dalam jangka waktu yang lama tanpa terdeteksi oleh manajemen. Tingkat akses pelaku ke sistem keuangan menjadi kunci keberhasilan mereka dalam memanipulasi dan menyembunyikan aktivitas curang tersebut.
Perlindungan Terhadap Lapping Scheme
Untuk melindungi perusahaan dari ancaman lapping scheme, penerapan langkah-langkah pengendalian internal yang kuat sangat krusial. Beberapa strategi yang efektif meliputi:
- Pemisahan Tugas (Segregation of Duties): Memastikan bahwa tidak ada satu individu pun yang memiliki kendali penuh atas seluruh proses transaksi keuangan.
- Audit Internal yang Efektif: Melakukan audit secara berkala dan mendalam terhadap semua catatan dan transaksi keuangan.
- Pengawasan Ketat: Menerapkan sistem pengawasan yang ketat terhadap setiap transaksi keuangan yang mencurigakan atau tidak biasa.
- Sistem Pelacakan Canggih: Menggunakan teknologi dan sistem pelacakan yang dapat mendeteksi tren aneh, pola yang tidak biasa, atau ketidaksesuaian dalam catatan keuangan yang berpotensi mengindikasikan adanya skema lapping.
Konsekuensi Hukum
Secara hukum, pelaku skema lapping dapat menghadapi tuntutan serius seperti penipuan, pemalsuan dokumen, atau pemalsuan catatan keuangan. Hukuman yang dijatuhkan dapat bervariasi, mulai dari denda yang besar hingga hukuman penjara, tergantung pada beratnya kejahatan, jumlah kerugian yang ditimbulkan, serta yurisdiksi dan undang-undang yang berlaku.
Cara Menggunakan Lapping Scheme
Memahami lapping scheme penting bagi trader dan investor untuk mengenali potensi penipuan dalam investasi atau pengelolaan dana perusahaan.
- 1Pelajari modus operandi lapping scheme untuk mengenali tanda-tanda kecurangan.
- 2Perhatikan ketidaksesuaian atau pola pembayaran yang aneh dalam laporan keuangan investasi Anda.
- 3Pastikan perusahaan atau platform investasi yang Anda gunakan memiliki sistem pengendalian internal yang kuat.
- 4Jika Anda adalah pebisnis, terapkan langkah-langkah pencegahan seperti pemisahan tugas dan audit rutin untuk melindungi aset perusahaan.
Contoh Penggunaan Lapping Scheme dalam Trading
Seorang akuntan di sebuah perusahaan trading forex, sebut saja Budi, memiliki akses penuh ke rekening bank perusahaan. Budi mulai mengambil uang dari pembayaran margin call yang baru diterima dari klien A. Untuk menutupi lubang ini, Budi menggunakan dana dari pembayaran komisi yang belum ditagih dari klien B untuk 'membayar' margin call klien A. Dengan cara ini, catatan keuangan perusahaan terlihat seimbang, seolah-olah dana dari klien A telah dibayarkan penuh, padahal dana tersebut telah masuk ke rekening pribadi Budi. Budi terus mengulangi skema ini dengan berbagai klien, sehingga dalam beberapa bulan berhasil mengumpulkan dana yang cukup besar tanpa terdeteksi hingga akhirnya audit internal mengungkapkan ketidaksesuaian yang mencurigakan.
Istilah Terkait
Pelajari juga istilah-istilah berikut untuk memperdalam pemahaman Anda: Penipuan Keuangan, Audit Internal, Pengendalian Internal, Forex Trading, Manajemen Risiko
Pertanyaan Umum tentang Lapping Scheme
Apa perbedaan lapping scheme dengan kiting scheme?
Lapping scheme melibatkan manipulasi urutan pembayaran untuk menutupi pencurian dana, sedangkan kiting scheme melibatkan manipulasi cek antar bank untuk menciptakan saldo fiktif.
Siapa yang paling berisiko menjadi korban lapping scheme?
Perusahaan atau organisasi yang memiliki transaksi keuangan kompleks dan lemah dalam pengendalian internalnya paling berisiko menjadi korban lapping scheme.
Bagaimana cara mendeteksi lapping scheme?
Deteksi dapat dilakukan melalui audit keuangan yang cermat, pemantauan ketat terhadap arus kas, dan analisis pola transaksi yang tidak biasa atau berulang.