4 menit baca 757 kata Diperbarui: 15 Januari 2026
🎯 Poin Penting tentang Last Twelve Months (LTM)
- LTM adalah periode 12 bulan terakhir yang krusial untuk analisis keuangan.
- Mengevaluasi kinerja perusahaan lebih akurat dibandingkan data per kuartal atau tahunan.
- Membantu mengidentifikasi tren jangka panjang, fluktuasi, dan pola musiman.
- Memberikan perspektif holistik untuk pengambilan keputusan investasi yang informatif.
- Melibatkan penjumlahan data keuangan seperti pendapatan, laba bersih, dan arus kas.
📑 Daftar Isi
- Definisi
- Penjelasan Lengkap
- Cara Menggunakan Last Twelve Months (LTM)
- Contoh Penggunaan
- Istilah Terkait
- FAQ
Apa itu Last Twelve Months (LTM)?
Last Twelve Months (LTM) adalah Periode 12 bulan terakhir yang digunakan untuk mengevaluasi kinerja keuangan perusahaan atau investasi secara akurat.
Penjelasan Lengkap tentang Last Twelve Months (LTM)
Last Twelve Months (LTM), atau dalam Bahasa Indonesia berarti Dua Belas Bulan Terakhir, adalah sebuah metrik waktu yang sangat penting dalam dunia finansial, khususnya di pasar modal dan investasi. Istilah ini merujuk pada periode waktu yang mencakup tepat 12 bulan teraktual dari tanggal analisis. LTM digunakan secara luas oleh para trader, analis, dan investor untuk mendapatkan gambaran kinerja keuangan sebuah perusahaan atau aset investasi dalam rentang waktu yang komprehensif.
Mengapa LTM Penting dalam Analisis Keuangan?
Dalam analisis keuangan, melihat data kinerja perusahaan hanya dari satu kuartal atau satu tahun penuh terkadang bisa menyesatkan. Kinerja perusahaan bisa sangat bervariasi antar kuartal karena faktor musiman, peluncuran produk baru, atau peristiwa ekonomi tertentu. Dengan menggunakan data LTM, para analis dapat:
- Mengevaluasi Kinerja yang Lebih Akurat: LTM memberikan pandangan yang lebih stabil dan representatif tentang pendapatan, laba bersih, arus kas, dan metrik keuangan lainnya. Ini karena data dari empat kuartal terakhir digabungkan, menyeimbangkan potensi anomali dalam satu kuartal.
- Mengidentifikasi Tren Jangka Panjang: Dengan melihat data selama 12 bulan, investor dapat lebih mudah mengidentifikasi tren pertumbuhan atau penurunan yang berkelanjutan, bukan sekadar fluktuasi jangka pendek.
- Memahami Siklus Musiman: Banyak bisnis memiliki pola musiman yang kuat. LTM membantu menyoroti pola ini dengan menunjukkan bagaimana kinerja perusahaan berubah sepanjang tahun, memungkinkan prediksi yang lebih baik untuk periode mendatang.
- Menilai Kesehatan Finansial: Informasi LTM sangat berharga untuk menilai kesehatan keuangan perusahaan secara keseluruhan, mengidentifikasi potensi risiko, dan mengevaluasi potensi imbal hasil investasi.
Bagaimana LTM Dihitung?
Perhitungan LTM relatif sederhana. Ini melibatkan pengambilan data keuangan dari masing-masing kuartal yang membentuk periode 12 bulan terakhir, lalu menjumlahkannya. Misalnya, jika kita ingin menghitung LTM untuk pendapatan perusahaan pada akhir kuartal kedua tahun 2024, kita akan menjumlahkan pendapatan dari kuartal ketiga 2023, kuartal keempat 2023, kuartal pertama 2024, dan kuartal kedua 2024.
Secara umum, LTM memberikan perspektif yang lebih holistik dan mendalam tentang kinerja perusahaan, yang sangat krusial untuk membuat keputusan investasi atau trading yang lebih terinformasi dan berbasis data.
Cara Menggunakan Last Twelve Months (LTM)
Gunakan data Last Twelve Months (LTM) untuk mendapatkan gambaran kinerja keuangan perusahaan yang lebih stabil dan akurat, membantu dalam analisis tren dan pengambilan keputusan investasi.
- 1Identifikasi periode 12 bulan terakhir yang relevan dengan tanggal analisis Anda.
- 2Kumpulkan data keuangan kunci (pendapatan, laba bersih, arus kas, dll.) dari setiap kuartal dalam periode LTM tersebut.
- 3Jumlahkan data dari keempat kuartal untuk mendapatkan angka LTM.
- 4Bandingkan angka LTM perusahaan dengan periode LTM sebelumnya atau dengan pesaing untuk analisis yang lebih mendalam.
Contoh Penggunaan Last Twelve Months (LTM) dalam Trading
Seorang trader saham sedang menganalisis laporan keuangan PT ABC. Alih-alih hanya melihat laba bersih kuartal terakhir, ia menghitung LTM (Last Twelve Months) laba bersih perusahaan dengan menjumlahkan laba bersih dari Q3 2023, Q4 2023, Q1 2024, dan Q2 2024. Hasilnya, laba bersih LTM PT ABC adalah Rp 500 miliar. Ia kemudian membandingkan angka ini dengan LTM tahun sebelumnya (Rp 450 miliar) dan melihat adanya pertumbuhan 11.1%. Hal ini memberinya keyakinan lebih untuk membuka posisi beli saham PT ABC karena menunjukkan tren positif yang berkelanjutan.
Istilah Terkait
Pelajari juga istilah-istilah berikut untuk memperdalam pemahaman Anda: Analisis Fundamental, Laporan Keuangan, Kuartal (Quarter), Pendapatan (Revenue), Laba Bersih (Net Income), Arus Kas (Cash Flow), Metrik Keuangan
Pertanyaan Umum tentang Last Twelve Months (LTM)
Apa perbedaan utama antara LTM dan data tahunan (annual data)?
Data tahunan merujuk pada kinerja selama satu tahun kalender atau fiskal penuh, sementara LTM merujuk pada 12 bulan teraktual dari tanggal analisis, yang bisa melintasi batas tahun kalender/fiskal.
Apakah LTM hanya digunakan untuk perusahaan publik?
Tidak, LTM dapat digunakan untuk menganalisis kinerja entitas bisnis apa pun yang memiliki data keuangan terukur selama periode waktu tertentu, termasuk perusahaan swasta atau bahkan portofolio investasi.
Bagaimana LTM membantu dalam mengidentifikasi siklus musiman?
Dengan menjumlahkan data dari empat kuartal berturut-turut, LTM secara inheren mencakup seluruh siklus musiman dalam satu periode. Perbandingan LTM antar tahun kemudian dapat menyoroti pola musiman yang berulang.