4 menit baca 795 kata Diperbarui: 15 Januari 2026
🎯 Poin Penting tentang Law of Diminishing Marginal Utility
- Kepuasan tambahan dari setiap unit barang/layanan yang dikonsumsi cenderung menurun.
- Dalam investasi, utilitas marjinal dari setiap unit aset yang dibeli juga menurun seiring penambahan kepemilikan.
- Konsep ini membantu investor memahami kejenuhan dan membuat keputusan alokasi aset yang lebih bijak.
- Memahami hukum ini penting untuk menghindari over-diversifikasi atau kepemilikan aset berlebih yang tidak lagi memberikan nilai tambah signifikan.
📑 Daftar Isi
- Definisi
- Penjelasan Lengkap
- Cara Menggunakan Law of Diminishing Marginal Utility
- Contoh Penggunaan
- Istilah Terkait
- FAQ
Apa itu Law of Diminishing Marginal Utility?
Law of Diminishing Marginal Utility adalah Hukum Utilitas Marjinal Menurun menyatakan kepuasan tambahan dari konsumsi suatu barang/layanan berkurang seiring penambahan jumlah. Dalam trading, ini terkait perilaku investor dan potensi keuntungan.
Penjelasan Lengkap tentang Law of Diminishing Marginal Utility
Hukum Utilitas Marjinal yang Menurun (Law of Diminishing Marginal Utility) adalah prinsip fundamental dalam ilmu ekonomi yang juga memiliki implikasi penting dalam dunia keuangan, trading, dan investasi. Konsep ini menjelaskan bahwa ketika seseorang mengonsumsi unit tambahan dari suatu barang atau jasa, kepuasan atau manfaat tambahan (utilitas marjinal) yang diperoleh dari setiap unit berikutnya akan cenderung berkurang.
Aplikasi dalam Trading dan Investasi
Dalam konteks pasar modal, hukum ini dapat diterapkan untuk menganalisis perilaku investor dan efektivitas strategi investasi. Ketika seorang investor membeli aset investasi, seperti saham, obligasi, atau komoditas, utilitas marjinal yang mereka peroleh dari unit pertama biasanya sangat tinggi. Ini bisa berupa potensi keuntungan yang besar, rasa aman, atau pencapaian tujuan finansial.
Namun, seiring dengan bertambahnya jumlah unit aset yang dimiliki, utilitas marjinal dari setiap unit tambahan cenderung menurun. Hal ini terjadi karena beberapa faktor:
- Kejenuhan Pasar: Pasar mungkin menjadi jenuh dengan aset tersebut, sehingga potensi keuntungan dari unit tambahan menjadi lebih kecil.
- Kebutuhan yang Terpenuhi: Keinginan awal investor untuk memiliki aset tersebut mungkin sudah terpenuhi. Unit tambahan tidak lagi memberikan tingkat kepuasan atau urgensi yang sama.
- Peningkatan Risiko: Kepemilikan aset yang terlalu banyak dapat meningkatkan risiko portofolio secara keseluruhan, sehingga mengurangi nilai tambah dari unit tambahan.
- Biaya Peluang: Dana yang diinvestasikan pada unit tambahan mungkin bisa dialokasikan ke peluang investasi lain yang lebih menguntungkan.
Contoh Sederhana
Bayangkan seorang investor yang membeli 10 lot saham perusahaan X. Potensi keuntungan dan kepuasan yang didapat dari 10 lot pertama ini mungkin sangat signifikan, karena mereka berinvestasi pada skala yang memberikan dampak nyata pada portofolio mereka. Namun, jika investor tersebut memutuskan untuk membeli 10 lot saham perusahaan X lagi, utilitas marjinal yang diperoleh dari 10 lot tambahan ini kemungkinan tidak akan sebesar 10 lot pertama. Kepuasan tambahan dari unit-unit berikutnya mungkin berkurang karena alasan-alasan yang telah disebutkan di atas.
Implikasi bagi Investor
Memahami Hukum Utilitas Marjinal yang Menurun sangat krusial bagi para investor untuk membuat keputusan yang lebih rasional dan strategis. Investor perlu menyadari bahwa penambahan kepemilikan aset tidak selalu berarti peningkatan nilai atau kepuasan yang proporsional. Oleh karena itu, setiap keputusan investasi tambahan harus didasarkan pada analisis risiko-imbalan yang cermat, kondisi pasar terkini, dan tujuan investasi jangka panjang.
Cara Menggunakan Law of Diminishing Marginal Utility
Gunakan konsep ini untuk mengevaluasi apakah penambahan kepemilikan aset masih memberikan nilai tambah yang signifikan atau justru meningkatkan risiko tanpa imbalan yang sepadan.
- 1Identifikasi aset investasi yang Anda miliki.
- 2Evaluasi potensi keuntungan dan risiko dari penambahan unit aset tersebut.
- 3Bandingkan utilitas marjinal dari unit tambahan dengan potensi imbal hasil dan risiko yang menyertainya.
- 4Tentukan apakah penambahan investasi pada aset tersebut masih rasional berdasarkan prinsip utilitas marjinal yang menurun.
Contoh Penggunaan Law of Diminishing Marginal Utility dalam Trading
Seorang trader forex memiliki posisi buy EUR/USD. Ia mendapatkan keuntungan yang signifikan dari lot pertama. Jika ia memutuskan untuk menambah posisi buy dengan lot yang sama, ia harus mempertimbangkan apakah potensi keuntungan tambahan dari lot kedua masih sepadan dengan peningkatan risiko yang timbul dari posisi yang lebih besar, mengingat 'utilitas marjinal' dari lot kedua mungkin tidak sebesar lot pertama.
Istilah Terkait
Pelajari juga istilah-istilah berikut untuk memperdalam pemahaman Anda: Utilitas Marjinal, Investasi, Trading, Portofolio, Risiko, Imbal Hasil, Alokasi Aset
Pertanyaan Umum tentang Law of Diminishing Marginal Utility
Apa perbedaan antara utilitas total dan utilitas marjinal?
Utilitas total adalah kepuasan keseluruhan yang diperoleh dari mengonsumsi sejumlah barang atau jasa, sedangkan utilitas marjinal adalah kepuasan tambahan yang diperoleh dari mengonsumsi satu unit tambahan dari barang atau jasa tersebut.
Apakah Hukum Utilitas Marjinal Menurun selalu berlaku?
Secara umum, hukum ini berlaku untuk sebagian besar barang dan jasa dalam kondisi normal. Namun, ada pengecualian, terutama untuk barang-barang yang bersifat langka atau koleksi yang nilainya bisa meningkat seiring bertambahnya kepemilikan.
Bagaimana hukum ini membantu dalam diversifikasi portofolio?
Memahami utilitas marjinal yang menurun membantu investor menyadari bahwa menambahkan terlalu banyak aset yang serupa atau pada sektor yang sama mungkin tidak memberikan manfaat tambahan yang besar, sehingga mendorong diversifikasi ke aset yang berbeda untuk mengurangi risiko dan meningkatkan potensi imbal hasil secara keseluruhan.