5 menit baca 979 kata Diperbarui: 15 Januari 2026
🎯 Poin Penting tentang Law of One Price
- Menyatakan aset yang sama harus memiliki harga yang sama di berbagai pasar yang efisien.
- Perbedaan harga akan hilang melalui aktivitas arbitrase.
- Penting untuk mengidentifikasi peluang arbitrase dalam trading dan investasi.
- Memiliki implikasi penting dalam perdagangan internasional dan penetapan harga.
- Dalam praktiknya, hambatan perdagangan dan biaya dapat menyebabkan penyimpangan sementara.
📑 Daftar Isi
Apa itu Law of One Price?
Law of One Price adalah Konsep ekonomi yang menyatakan aset identik harus memiliki harga yang sama di pasar yang efisien, di mana perbedaan harga akan dihilangkan melalui arbitrase.
Penjelasan Lengkap tentang Law of One Price
Law of One Price (Hukum Harga Satu) adalah prinsip fundamental dalam ekonomi yang berfokus pada kesetaraan harga aset atau produk yang identik di berbagai pasar yang terhubung. Konsep ini berasumsi bahwa dalam kondisi pasar yang benar-benar efisien, di mana tidak ada hambatan perdagangan, biaya transportasi yang nol, dan tidak ada perbedaan dalam biaya produksi atau distribusi, maka aset yang sama harus diperdagangkan pada harga yang sama di mana pun.
Prinsip Dasar Law of One Price
Inti dari Law of One Price bukanlah bahwa harga nominal harus sama persis di setiap lokasi. Sebaliknya, jika terdapat perbedaan harga, perbedaan tersebut akan segera dimanfaatkan oleh pelaku pasar melalui mekanisme arbitrase. Arbitrase adalah praktik membeli aset di pasar yang harganya lebih rendah dan menjualnya di pasar yang harganya lebih tinggi secara bersamaan untuk mendapatkan keuntungan bebas risiko dari selisih harga tersebut.
Implikasi dalam Trading dan Investasi
Bagi para trader dan investor, Law of One Price menjadi alat penting untuk:
- Identifikasi Peluang Arbitrase: Jika seorang investor menemukan suatu aset diperdagangkan dengan harga yang lebih rendah di satu pasar dibandingkan pasar lain, ini menandakan adanya potensi keuntungan arbitrase. Dengan membeli di pasar yang lebih murah dan menjual di pasar yang lebih mahal, investor dapat mengunci keuntungan.
- Konvergensi Harga: Aktivitas arbitrase yang dilakukan oleh banyak pelaku pasar akan secara alami mendorong harga-harga tersebut untuk konvergen. Permintaan di pasar yang lebih murah akan menaikkan harganya, sementara pasokan di pasar yang lebih mahal akan menurunkannya, sehingga perbedaan harga menyusut hingga mendekati nol.
Relevansi dalam Perdagangan Internasional
Law of One Price juga sangat relevan dalam konteks perdagangan internasional. Ketika sebuah produk memiliki harga yang berbeda antara pasar domestik dan pasar internasional, setelah memperhitungkan faktor-faktor seperti:
- Kurs mata uang
- Biaya transportasi
- Perbedaan regulasi dan tarif
- Biaya asuransi
Maka, pelaku pasar dapat memanfaatkan perbedaan harga ini. Dengan memperdagangkan produk tersebut melintasi batas negara, mereka dapat mengambil keuntungan dari selisih harga tersebut. Perdagangan internasional yang aktif akan cenderung menyelaraskan harga-harga ini, membuat mereka lebih konvergen.
Batasan dan Realitas Pasar
Meskipun merupakan konsep teoritis yang kuat, dalam praktik trading dunia nyata, Law of One Price seringkali tidak berlaku secara sempurna. Berbagai faktor dapat menyebabkan penyimpangan harga:
- Biaya Transaksi: Biaya seperti komisi broker, spread bid-ask, dan biaya pertukaran mata uang dapat mengurangi atau menghilangkan keuntungan arbitrase.
- Hambatan Perdagangan: Tarif impor/ekspor, kuota, dan regulasi pemerintah dapat membatasi aliran barang antar pasar.
- Biaya Transportasi: Biaya pengiriman barang yang signifikan dapat membuat perbedaan harga lokal menjadi tidak menguntungkan untuk diarbitrase.
- Informasi Tidak Sempurna: Pasar mungkin tidak selalu memiliki informasi yang sempurna dan seketika, menyebabkan perbedaan harga bertahan lebih lama.
- Perbedaan Kualitas atau Spesifikasi: Meskipun tampak sama, mungkin ada perbedaan halus dalam kualitas atau spesifikasi produk antar pasar.
Oleh karena itu, trader yang cerdas akan selalu mempertimbangkan biaya dan hambatan potensial saat mengevaluasi peluang yang timbul dari penyimpangan harga yang diduga melanggar Law of One Price.
Cara Menggunakan Law of One Price
Trader dapat menggunakan Law of One Price untuk mengidentifikasi potensi keuntungan arbitrase dengan membandingkan harga aset yang sama di berbagai pasar atau bursa.
- 1Pilih aset atau instrumen keuangan yang diperdagangkan di lebih dari satu pasar atau bursa.
- 2Pantau harga aset tersebut secara real-time di semua pasar yang relevan.
- 3Bandingkan harga beli (bid) di satu pasar dengan harga jual (ask) di pasar lain untuk aset yang sama.
- 4Jika ditemukan selisih harga yang signifikan setelah memperhitungkan biaya transaksi (komisi, spread, dll.), pertimbangkan untuk melakukan arbitrase dengan membeli di pasar yang lebih murah dan menjual di pasar yang lebih mahal secara bersamaan.
Contoh Penggunaan Law of One Price dalam Trading
Misalkan saham 'XYZ' diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan harga Rp 1.000 per lembar dan di Bursa Efek London (LSE) dengan harga setara USD 0,07 per lembar, dengan kurs 1 USD = Rp 15.000. Jika biaya transaksi dan pengiriman diabaikan, maka harga di LSE setara dengan Rp 1.050 (0.07 * 15.000). Seorang trader dapat membeli saham XYZ di BEI seharga Rp 1.000 dan menjualnya di LSE seharga Rp 1.050 (setelah konversi mata uang), menghasilkan keuntungan Rp 50 per lembar. Namun, dalam praktiknya, biaya konversi mata uang, komisi broker, dan perbedaan waktu eksekusi harus dipertimbangkan dengan cermat.
Istilah Terkait
Pelajari juga istilah-istilah berikut untuk memperdalam pemahaman Anda: Arbitrase, Pasar Efisien, Spread Bid-Ask, Biaya Transaksi, Perdagangan Internasional, Kurs Mata Uang
Pertanyaan Umum tentang Law of One Price
Apa perbedaan antara Law of One Price dan teori paritas daya beli?
Law of One Price berfokus pada kesetaraan harga aset atau produk yang identik di berbagai pasar. Teori paritas daya beli (Purchasing Power Parity/PPP) adalah konsep yang lebih luas yang menyatakan bahwa nilai tukar antara dua mata uang harus sama dengan rasio harga sekeranjang barang dan jasa di kedua negara tersebut.
Apakah Law of One Price selalu berlaku dalam trading forex?
Dalam forex, Law of One Price sangat relevan karena pasar forex sangat efisien dan likuid. Perbedaan harga untuk pasangan mata uang yang sama di berbagai bank atau platform trading biasanya sangat kecil dan cepat hilang melalui arbitrase otomatis yang dilakukan oleh algoritma trading.
Faktor apa saja yang paling sering menyebabkan penyimpangan dari Law of One Price?
Faktor utama yang menyebabkan penyimpangan adalah biaya transaksi (komisi, spread), hambatan perdagangan (tarif, regulasi), biaya transportasi, dan perbedaan informasi antar pasar.