4 menit baca 758 kata Diperbarui: 15 Januari 2026
🎯 Poin Penting tentang Letter of Intent (LOI)
- LOI adalah pernyataan minat serius, bukan kontrak yang mengikat secara hukum.
- Dokumen ini berfungsi sebagai langkah awal negosiasi sebelum kesepakatan final.
- LOI memuat detail seperti harga, jumlah aset, dan batas waktu transaksi.
- Dapat digunakan dalam trading aset finansial maupun proses investasi.
- Penting untuk berkonsultasi dengan ahli hukum sebelum menandatangani LOI.
📑 Daftar Isi
- Definisi
- Penjelasan Lengkap
- Cara Menggunakan Letter of Intent (LOI)
- Contoh Penggunaan
- Istilah Terkait
- FAQ
Apa itu Letter of Intent (LOI)?
Letter of Intent (LOI) adalah Letter of Intent (LOI) adalah dokumen non-mengikat yang menyatakan minat serius untuk melakukan transaksi bisnis atau investasi, berfungsi sebagai dasar negosiasi awal sebelum kontrak formal.
Penjelasan Lengkap tentang Letter of Intent (LOI)
Letter of Intent (LOI), atau Surat Niat, merupakan dokumen krusial dalam dunia bisnis dan investasi yang menandakan adanya minat atau niat yang serius dari satu pihak (atau lebih) untuk terlibat dalam sebuah transaksi atau kesepakatan tertentu. Dalam konteks trading forex, saham, komoditas, atau aset finansial lainnya, LOI seringkali menjadi jembatan awal sebelum terjadinya perjanjian yang lebih mengikat.
Fungsi utama LOI adalah untuk mengekspresikan ketertarikan mendalam terhadap suatu peluang bisnis atau investasi. Dokumen ini berfungsi sebagai landasan awal untuk memulai proses negosiasi yang lebih mendalam dan terstruktur. Sebelum para pihak yang terlibat beranjak ke tahap penandatanganan kontrak formal yang kompleks, LOI memberikan kerangka kerja yang jelas mengenai poin-poin penting yang ingin dicapai.
Apa Saja yang Biasanya Termuat dalam LOI?
Meskipun sifatnya tidak mengikat secara hukum, LOI biasanya mencakup elemen-elemen penting yang menjadi dasar negosiasi, antara lain:
- Harga yang Diinginkan: Penawaran harga awal atau rentang harga yang diharapkan oleh pihak yang mengajukan LOI.
- Jumlah Aset yang Diperdagangkan: Spesifikasi kuantitas aset yang diminati untuk dibeli atau dijual.
- Batas Waktu Transaksi: Estimasi periode waktu untuk menyelesaikan seluruh proses transaksi.
- Klausul Penting: Dapat mencakup syarat-syarat spesifik seperti syarat pembatalan, mekanisme pembayaran, atau kondisi-kondisi lain yang relevan.
- Informasi Pihak yang Terlibat: Identitas jelas dari pihak yang mengajukan dan pihak yang menerima LOI.
Dalam konteks investasi, misalnya saat seorang investor tertarik untuk mendanai sebuah startup, LOI dapat merinci jumlah investasi yang ditawarkan, persentase kepemilikan yang diharapkan, serta persyaratan lain yang menyertainya.
LOI vs. Kontrak Formal
Penting untuk digarisbawahi bahwa LOI bukanlah kontrak yang mengikat secara hukum. Sifatnya lebih sebagai pernyataan niat yang fleksibel. LOI memberikan gambaran awal tentang kemungkinan kesepakatan di masa depan dan memfasilitasi dialog antar pihak. Namun, jika terjadi perselisihan atau salah satu pihak memutuskan untuk mundur dari negosiasi, LOI umumnya tidak dapat dipaksakan secara hukum, kecuali jika ada klausul tertentu yang secara eksplisit dibuat mengikat (misalnya, klausul kerahasiaan).
Oleh karena itu, sebelum menandatangani LOI, sangat disarankan untuk melakukan konsultasi dengan profesional hukum atau ahli terkait. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa semua aspek hukum, potensi risiko, dan implikasi dari dokumen tersebut telah dipahami dengan baik oleh semua pihak yang terlibat.
Cara Menggunakan Letter of Intent (LOI)
LOI digunakan sebagai langkah awal untuk mengekspresikan minat serius dalam transaksi atau investasi, sebelum memasuki negosiasi formal dan penandatanganan kontrak.
- 1Identifikasi peluang transaksi atau investasi yang menarik.
- 2Susun draf LOI yang mencakup detail penting seperti harga, jumlah, dan syarat utama.
- 3Ajukan LOI kepada pihak yang dituju untuk mengekspresikan minat serius.
- 4Gunakan LOI sebagai dasar untuk memulai negosiasi dan diskusi lebih lanjut.
- 5Setelah negosiasi berhasil, lanjutkan ke penyusunan kontrak formal.
Contoh Penggunaan Letter of Intent (LOI) dalam Trading
Seorang trader forex yang memiliki minat kuat untuk mengakuisisi sebagian besar saham sebuah perusahaan sekuritas lokal dapat mengirimkan Letter of Intent (LOI) kepada manajemen perusahaan tersebut. LOI ini akan menyatakan:
- Minat serius untuk membeli 51% saham perusahaan.
- Harga indikatif per saham sebesar Rp 1.500.
- Periode negosiasi eksklusif selama 30 hari.
- Klausul kerahasiaan mengenai detail transaksi.
LOI ini bukan kontrak pembelian, melainkan sinyal kuat bahwa trader tersebut serius dan siap untuk melakukan uji tuntas (due diligence) serta negosiasi lebih lanjut untuk mencapai kesepakatan akhir.
Istilah Terkait
Pelajari juga istilah-istilah berikut untuk memperdalam pemahaman Anda: Kontrak Formal, Negosiasi, Due Diligence, Transaksi Finansial, Perjanjian Bisnis, Investor, Trader
Pertanyaan Umum tentang Letter of Intent (LOI)
Apakah LOI mengikat secara hukum?
Secara umum, LOI tidak mengikat secara hukum, kecuali jika ada klausul tertentu yang secara eksplisit dirancang untuk mengikat, seperti klausul kerahasiaan atau perjanjian negosiasi eksklusif.
Kapan LOI biasanya digunakan?
LOI biasanya digunakan pada tahap awal negosiasi bisnis atau investasi, sebelum pihak-pihak yang terlibat mencapai kesepakatan final dan menandatangani kontrak resmi.
Apa perbedaan utama antara LOI dan kontrak?
Perbedaan utamanya adalah LOI menyatakan niat dan berfungsi sebagai dasar negosiasi, sementara kontrak adalah perjanjian yang mengikat secara hukum dan memuat semua detail kesepakatan final.