4 menit baca 839 kata Diperbarui: 15 Januari 2026

🎯 Poin Penting tentang Leveraged Lease

  • Melibatkan tiga pihak utama: pengguna aset, perusahaan pembiayaan, dan pemberi pinjaman.
  • Perusahaan pembiayaan menggunakan pinjaman untuk mengakuisisi aset yang kemudian disewakan.
  • Memungkinkan pengguna aset memperoleh manfaat tanpa investasi modal awal yang besar.
  • Perusahaan pembiayaan mendapatkan keuntungan dari selisih bunga pinjaman dan biaya sewa.
  • Memiliki risiko jika penyewa mengalami kesulitan keuangan, yang dapat mempengaruhi kemampuan pembayaran pinjaman.

📑 Daftar Isi

Apa itu Leveraged Lease?

Leveraged Lease adalah Leveraged lease adalah skema pembiayaan aset di mana perusahaan pembiayaan meminjam dana untuk membeli aset, lalu menyewakannya kepada pengguna akhir.

Penjelasan Lengkap tentang Leveraged Lease

Apa itu Leveraged Lease?

Leveraged lease, atau dalam Bahasa Indonesia dikenal sebagai pembiayaan sewa dengan pinjaman, adalah sebuah struktur keuangan yang dirancang untuk memfasilitasi perolehan aset oleh suatu pihak tanpa harus mengeluarkan modal awal yang besar. Mekanisme ini melibatkan tiga entitas utama: perusahaan yang membutuhkan aset (penyewa), perusahaan pembiayaan (lessor), dan pemberi pinjaman (lender).

Dalam skema leveraged lease, perusahaan pembiayaan berperan sebagai perantara. Mereka tidak menggunakan dana sendiri sepenuhnya untuk membeli aset yang diinginkan oleh perusahaan penyewa. Sebaliknya, perusahaan pembiayaan akan mengajukan pinjaman kepada lembaga keuangan lain (pemberi pinjaman) untuk membiayai sebagian besar atau seluruh harga perolehan aset tersebut. Setelah aset diperoleh, perusahaan pembiayaan akan menyewakan aset tersebut kepada perusahaan yang membutuhkannya dengan syarat dan biaya sewa yang telah disepakati dalam kontrak.

Bagaimana Cara Kerjanya?

Cara kerja leveraged lease dapat diuraikan sebagai berikut:

  • Identifikasi Kebutuhan Aset: Perusahaan yang membutuhkan aset, misalnya mesin produksi baru, armada transportasi, atau properti, mengidentifikasi kebutuhannya.
  • Peran Perusahaan Pembiayaan: Perusahaan ini kemudian menjalin kesepakatan dengan perusahaan pembiayaan. Perusahaan pembiayaan akan mencari sumber pendanaan eksternal (pinjaman) untuk membeli aset tersebut.
  • Akuisisi Aset: Dengan dana pinjaman, perusahaan pembiayaan membeli aset yang diinginkan.
  • Perjanjian Sewa: Aset yang telah dibeli kemudian disewakan kepada perusahaan yang membutuhkan. Perjanjian sewa ini mencakup jangka waktu sewa, besaran biaya sewa, dan ketentuan lainnya.
  • Pembayaran Biaya Sewa: Perusahaan penyewa secara rutin membayar biaya sewa kepada perusahaan pembiayaan.
  • Pelunasan Pinjaman: Perusahaan pembiayaan menggunakan sebagian dari pendapatan sewa untuk membayar kembali pinjaman beserta bunganya kepada pemberi pinjaman.
  • Keuntungan: Keuntungan bagi perusahaan pembiayaan berasal dari selisih antara total biaya sewa yang diterima dari penyewa dan total biaya pinjaman yang harus dibayarkan kepada pemberi pinjaman, setelah dikurangi biaya operasional lainnya.

Keuntungan dan Risiko

Keuntungan Utama bagi Penyewa:

  • Mengurangi Beban Modal Awal: Tidak perlu mengeluarkan dana tunai dalam jumlah besar untuk pembelian aset.
  • Arus Kas yang Lebih Terkelola: Pembayaran sewa yang teratur dan dapat diprediksi.
  • Akses ke Aset Modern: Memungkinkan perusahaan untuk menggunakan aset terbaru tanpa terbebani depresiasi aset yang cepat.

Keuntungan bagi Perusahaan Pembiayaan:

  • Potensi Keuntungan: Memperoleh keuntungan dari selisih bunga pinjaman dan pendapatan sewa.
  • Diversifikasi Pendapatan: Menambah portofolio bisnis melalui layanan pembiayaan aset.

Risiko yang Terlibat:

  • Risiko Kredit Penyewa: Jika perusahaan penyewa mengalami kesulitan keuangan, gagal bayar, atau bangkrut, perusahaan pembiayaan mungkin kesulitan melunasi pinjaman yang digunakan untuk membeli aset.
  • Risiko Bunga: Perubahan suku bunga pinjaman dapat mempengaruhi margin keuntungan perusahaan pembiayaan.
  • Risiko Aset: Nilai aset yang disewakan dapat terdepresiasi lebih cepat dari perkiraan atau mengalami kerusakan.

Untuk memitigasi risiko, perusahaan pembiayaan seringkali meminta jaminan tambahan dari penyewa atau melibatkan pemberi pinjaman dalam struktur perjanjian untuk memastikan kelancaran pembayaran pinjaman.

Cara Menggunakan Leveraged Lease

Leveraged lease lebih umum digunakan oleh perusahaan besar sebagai strategi pembiayaan aset jangka panjang, bukan instrumen trading harian. Namun, pemahaman konsep ini penting bagi trader untuk mengerti bagaimana perusahaan membiayai operasionalnya.

  1. 1Identifikasi kebutuhan aset strategis yang memerlukan investasi modal besar.
  2. 2Cari perusahaan pembiayaan yang menawarkan skema leveraged lease.
  3. 3Negosiasikan syarat dan ketentuan sewa, termasuk jangka waktu, biaya sewa, dan opsi akhir sewa.
  4. 4Evaluasi risiko keuangan dan operasional yang terkait dengan aset dan perjanjian sewa.

Contoh Penggunaan Leveraged Lease dalam Trading

Sebuah perusahaan manufaktur membutuhkan mesin produksi baru senilai Rp 10 Miliar. Alih-alih meminjam dana langsung untuk membeli, perusahaan tersebut menggunakan leveraged lease. Perusahaan pembiayaan meminjam Rp 9 Miliar dari bank, lalu membeli mesin tersebut dan menyewakannya kepada perusahaan manufaktur selama 5 tahun dengan biaya sewa bulanan Rp 200 Juta. Perusahaan manufaktur mendapatkan akses ke mesin tanpa modal awal besar, sementara perusahaan pembiayaan mendapatkan keuntungan dari selisih bunga pinjaman bank dan pendapatan sewa.

Istilah Terkait

Pelajari juga istilah-istilah berikut untuk memperdalam pemahaman Anda: leasing, pembiayaan aset, struktur keuangan, lessor, lessee, modal kerja, debt financing

Pertanyaan Umum tentang Leveraged Lease

Siapa saja pihak yang terlibat dalam leveraged lease?

Pihak yang terlibat adalah perusahaan yang membutuhkan aset (penyewa/lessee), perusahaan pembiayaan (lessor), dan pemberi pinjaman (lender).

Apa keuntungan utama leveraged lease bagi perusahaan yang membutuhkan aset?

Keuntungan utamanya adalah tidak perlu mengeluarkan dana besar untuk membeli aset secara langsung, sehingga menghemat modal awal dan menjaga arus kas.

Bagaimana perusahaan pembiayaan mendapatkan keuntungan dari leveraged lease?

Perusahaan pembiayaan mendapatkan keuntungan dari selisih antara biaya sewa yang diterima dari penyewa dan biaya pinjaman yang harus dibayarkan kepada pemberi pinjaman.

Apa risiko utama yang dihadapi perusahaan pembiayaan dalam leveraged lease?

Risiko utamanya adalah jika perusahaan penyewa mengalami kesulitan keuangan, perusahaan pembiayaan mungkin kesulitan melunasi pinjaman yang digunakan untuk membeli aset tersebut.