4 menit baca 887 kata Diperbarui: 15 Januari 2026

🎯 Poin Penting tentang Like-for-Like Sales

  • Membandingkan penjualan dari periode yang sama di tahun sebelumnya untuk mengukur pertumbuhan organik.
  • Mengisolasi dampak faktor internal seperti strategi bisnis dan permintaan pasar.
  • Membantu investor dan manajemen mengevaluasi efektivitas strategi dan tren pasar.
  • Memberikan gambaran kinerja perusahaan yang lebih akurat dibandingkan total penjualan.
  • Penting untuk analisis investasi dan perbandingan dengan pesaing.

📑 Daftar Isi

Apa itu Like-for-Like Sales?

Like-for-Like Sales adalah Like-for-Like Sales adalah metrik perbandingan kinerja penjualan perusahaan dari waktu ke waktu, mengisolasi pertumbuhan organik tanpa pengaruh ekspansi atau akuisisi.

Penjelasan Lengkap tentang Like-for-Like Sales

Like-for-Like Sales, atau sering juga disebut sebagai same-store sales atau comparable store sales, adalah sebuah metrik kunci dalam analisis kinerja keuangan perusahaan, terutama yang bergerak di sektor ritel atau memiliki banyak cabang. Dalam konteks trading dan investasi, metrik ini merujuk pada perbandingan kinerja penjualan suatu entitas bisnis dari satu periode ke periode yang sama di masa lalu (misalnya, kuartal ini dibandingkan kuartal yang sama tahun lalu), dengan hanya mempertimbangkan unit bisnis yang telah beroperasi selama kedua periode tersebut.

Mengapa Like-for-Like Sales Penting?

Tujuan utama dari analisis like-for-like sales adalah untuk mengukur pertumbuhan atau penurunan penjualan yang murni berasal dari peningkatan kinerja operasional dan daya tarik pasar dari unit bisnis yang sudah ada. Ini berarti, metrik ini secara sengaja mengecualikan dampak dari:

  • Pembukaan cabang baru (ekspansi).
  • Penutupan cabang yang sudah ada.
  • Akuisisi atau divestasi unit bisnis.
  • Perubahan signifikan dalam harga jual produk atau layanan yang tidak mencerminkan peningkatan volume penjualan riil.

Dengan mengisolasi faktor-faktor eksternal tersebut, like-for-like sales memberikan gambaran yang lebih jernih mengenai seberapa efektif strategi bisnis, upaya pemasaran, dan daya saing produk perusahaan di pasar yang sudah mapan. Misalnya, jika sebuah perusahaan melaporkan kenaikan pendapatan total sebesar 10%, namun 5% di antaranya berasal dari pembukaan toko baru, maka pertumbuhan penjualan organik (like-for-like) sebenarnya hanya 5%. Analisis ini sangat berharga bagi para investor untuk menilai kesehatan fundamental perusahaan dan potensi pertumbuhan jangka panjangnya.

Manfaat dalam Trading dan Investasi

Bagi para trader dan investor, memahami like-for-like sales sangat krusial:

  • Evaluasi Kinerja Organik: Membantu mengidentifikasi apakah pertumbuhan penjualan didorong oleh peningkatan daya tarik produk/layanan atau hanya karena ekspansi fisik.
  • Pengukuran Efektivitas Strategi: Memungkinkan penilaian terhadap keberhasilan inisiatif bisnis, kampanye pemasaran, atau perubahan model bisnis.
  • Analisis Kompetitif: Memberikan dasar yang lebih kuat untuk membandingkan kinerja perusahaan dengan pesaing di industri yang sama, terutama jika pesaing memiliki strategi ekspansi yang berbeda.
  • Prediksi Tren Pasar: Perubahan like-for-like sales dapat mengindikasikan tren permintaan konsumen dan perubahan dinamika pasar.
  • Pengambilan Keputusan Investasi: Memberikan wawasan yang lebih mendalam untuk membuat keputusan alokasi modal yang lebih tepat.

Secara ringkas, like-for-like sales adalah alat analisis yang fundamental untuk memahami pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan dan sehat, terlepas dari manuver ekspansi atau restrukturisasi.

Cara Menggunakan Like-for-Like Sales

Like-for-Like Sales digunakan untuk mengukur pertumbuhan atau penurunan penjualan yang murni berasal dari unit bisnis yang sudah ada, dengan mengeliminasi efek ekspansi atau penutupan unit.

  1. 1Identifikasi periode pelaporan saat ini dan periode pembanding yang sama di masa lalu (misalnya, Q2 2023 vs Q2 2022).
  2. 2Tentukan daftar unit bisnis (toko, cabang, dll.) yang beroperasi secara penuh selama kedua periode tersebut.
  3. 3Hitung total penjualan dari unit bisnis yang teridentifikasi pada periode pelaporan saat ini.
  4. 4Hitung total penjualan dari unit bisnis yang sama pada periode pembanding di masa lalu.
  5. 5Gunakan rumus: ((Penjualan Periode Saat Ini - Penjualan Periode Lalu) / Penjualan Periode Lalu) * 100% untuk mendapatkan persentase pertumbuhan like-for-like sales.

Contoh Penggunaan Like-for-Like Sales dalam Trading

Misalkan perusahaan ritel 'Fashion Trend' melaporkan pendapatan kuartal II 2023 sebesar Rp 100 miliar, naik dari Rp 80 miliar di kuartal II 2022. Namun, perusahaan membuka 10 toko baru di tahun ini. Jika kita hanya membandingkan penjualan dari toko-toko yang sudah ada sejak kuartal II 2022, ternyata penjualannya hanya naik dari Rp 70 miliar menjadi Rp 75 miliar. Maka, Like-for-Like Sales perusahaan ini adalah: ((Rp 75 miliar - Rp 70 miliar) / Rp 70 miliar) * 100% = sekitar 7.14%. Angka ini jauh lebih mencerminkan pertumbuhan organik dibandingkan kenaikan total pendapatan yang 25% (Rp 100 miliar vs Rp 80 miliar). Investor akan lebih fokus pada angka 7.14% untuk menilai kesehatan bisnis inti 'Fashion Trend'.

Istilah Terkait

Pelajari juga istilah-istilah berikut untuk memperdalam pemahaman Anda: Pendapatan Kotor, Pertumbuhan Organik, Analisis Keuangan, Metrik Kinerja, Rasio Keuangan

Pertanyaan Umum tentang Like-for-Like Sales

Apa perbedaan utama antara total penjualan dan like-for-like sales?

Total penjualan mencakup semua sumber pendapatan, termasuk dari unit bisnis baru atau yang baru diakuisisi, sedangkan like-for-like sales hanya membandingkan kinerja unit bisnis yang sudah ada dari periode ke periode yang sama.

Apakah like-for-like sales hanya relevan untuk perusahaan ritel?

Meskipun paling umum digunakan di ritel, konsep like-for-like sales juga dapat diterapkan pada bisnis lain yang memiliki unit operasional yang dapat dibandingkan dari waktu ke waktu, seperti restoran berantai atau layanan berlangganan.

Bagaimana cara menghitung like-for-like sales jika ada perubahan harga?

Idealnya, like-for-like sales mengukur perubahan volume penjualan. Jika ada perubahan harga yang signifikan, analis mungkin perlu menyesuaikan data penjualan untuk mencerminkan perubahan volume riil, atau secara eksplisit menyatakan bahwa angka tersebut belum disesuaikan untuk inflasi atau perubahan harga.

Mengapa investor peduli dengan like-for-like sales?

Investor peduli karena like-for-like sales memberikan gambaran yang lebih murni tentang kemampuan perusahaan untuk tumbuh dan bersaing di pasar yang sudah ada, yang merupakan indikator kesehatan fundamental jangka panjang.