4 menit baca 816 kata Diperbarui: 15 Januari 2026

🎯 Poin Penting tentang Like-Kind Property

  • Like-Kind Property merujuk pada aset yang serupa jenisnya untuk tujuan pertukaran.
  • Memanfaatkan 'Like-Kind Exchange' dapat menunda pembayaran pajak modal atas keuntungan penjualan aset.
  • Pertukaran aset sejenis memungkinkan investor memaksimalkan potensi investasi dengan mengalihkan dana pajak.
  • Transaksi ini dapat meminimalkan gangguan dan biaya yang terkait dengan penggunaan uang tunai.
  • Persyaratan hukum dan jenis aset yang spesifik harus dipenuhi agar memenuhi syarat sebagai 'Like-Kind Exchange'.

📑 Daftar Isi

Apa itu Like-Kind Property?

Like-Kind Property adalah Aset sejenis yang dipertukarkan, memungkinkan penundaan pajak modal dalam transaksi investasi atau trading.

Penjelasan Lengkap tentang Like-Kind Property

Dalam dunia trading dan investasi, istilah Like-Kind Property merujuk pada aset-aset yang memiliki kesamaan jenis atau kategori. Konsep ini sangat relevan ketika seorang investor atau trader berencana untuk menjual satu aset dan segera menggantinya dengan aset lain yang serupa. Tujuan utama dari pertukaran aset sejenis ini seringkali adalah untuk memanfaatkan keuntungan perpajakan yang dikenal sebagai Like-Kind Exchange.

Apa itu Like-Kind Property?

Secara sederhana, Like-Kind Property adalah aset yang memiliki karakteristik serupa dengan aset yang dipertukarkan. Kriteria 'sejenis' ini sangat penting dan bervariasi tergantung pada jenis aset. Misalnya, dalam sektor properti, sebuah properti komersial dianggap sejenis dengan properti komersial lainnya, meskipun lokasinya berbeda.

Keuntungan Like-Kind Exchange

Memanfaatkan mekanisme Like-Kind Exchange menawarkan beberapa keuntungan signifikan bagi investor:

  • Penundaan Pajak Modal (Tax Deferral): Ini adalah keuntungan paling utama. Ketika aset dijual dengan keuntungan, biasanya akan dikenakan pajak modal. Namun, melalui Like-Kind Exchange, pembayaran pajak modal atas keuntungan tersebut dapat ditunda selama aset baru yang diperoleh juga merupakan aset sejenis. Ini memberikan likuiditas lebih bagi investor.
  • Memaksimalkan Potensi Investasi: Dana yang seharusnya dibayarkan sebagai pajak dapat dialihkan untuk menambah modal investasi. Hal ini memungkinkan investor untuk membeli aset yang lebih berharga, memperluas portofolio, atau melakukan reinvestasi yang lebih strategis.
  • Meminimalkan Gangguan Transaksi: Dalam banyak kasus Like-Kind Exchange, transaksi dapat dilakukan tanpa melibatkan pertukaran uang tunai secara langsung. Ini dapat menyederhanakan proses, mengurangi potensi biaya transaksi, dan membuat pertukaran aset berjalan lebih mulus.

Persyaratan untuk Like-Kind Exchange

Agar sebuah pertukaran dapat dikategorikan sebagai Like-Kind Exchange dan memenuhi syarat untuk keuntungan perpajakan, beberapa kriteria penting harus dipenuhi:

  • Tujuan Penggunaan Aset: Aset yang dipertukarkan harus digunakan untuk tujuan investasi atau perdagangan (bukan untuk penggunaan pribadi).
  • Kesamaan Jenis Aset: Seperti yang telah dijelaskan, aset harus sejenis. Kategori ini biasanya lebih luas dalam konteks real estat (misalnya, semua properti investasi real estat dianggap sejenis satu sama lain), namun lebih ketat untuk aset lain.
  • Lokasi Geografis: Tergantung pada yurisdiksi perpajakan, aset mungkin harus berada di wilayah hukum yang sama.
  • Waktu Pertukaran: Ada batasan waktu yang ketat untuk mengidentifikasi properti pengganti dan menyelesaikan pertukaran setelah aset awal dilepas.

Penting untuk dicatat bahwa definisi 'sejenis' dan aturan perpajakan dapat sangat kompleks dan spesifik. Oleh karena itu, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan profesional perpajakan atau penasihat keuangan sebelum melakukan transaksi yang melibatkan Like-Kind Property.

Cara Menggunakan Like-Kind Property

Like-Kind Property digunakan dalam strategi investasi untuk menunda kewajiban pajak modal saat mengganti aset dengan aset serupa.

  1. 1Identifikasi aset yang ingin Anda jual dan pertimbangkan untuk menggantinya dengan aset yang sejenis.
  2. 2Pahami kriteria 'sejenis' yang berlaku untuk jenis aset Anda, baik itu properti, saham, atau aset lain yang relevan.
  3. 3Konsultasikan dengan profesional pajak untuk memastikan transaksi Anda memenuhi semua persyaratan hukum untuk 'Like-Kind Exchange'.
  4. 4Lakukan pertukaran aset sesuai dengan prosedur yang ditetapkan, seringkali melibatkan pihak ketiga (seperti 'qualified intermediary') untuk memfasilitasi transaksi tanpa menerima uang tunai secara langsung.

Contoh Penggunaan Like-Kind Property dalam Trading

Seorang investor properti memiliki sebuah apartemen senilai Rp 5 Miliar yang telah meningkat nilainya menjadi Rp 8 Miliar. Investor ini ingin menjual apartemen tersebut dan membeli sebuah ruko komersial yang juga bernilai Rp 8 Miliar. Jika transaksi ini dilakukan sebagai 'Like-Kind Exchange', keuntungan sebesar Rp 3 Miliar (Rp 8 Miliar - Rp 5 Miliar) tidak akan dikenakan pajak modal pada saat penjualan apartemen. Pajak modal baru akan dikenakan ketika investor menjual ruko di kemudian hari, atau jika investor menerima uang tunai dari transaksi tersebut.

Istilah Terkait

Pelajari juga istilah-istilah berikut untuk memperdalam pemahaman Anda: Pajak Modal, Like-Kind Exchange, Investasi Properti, Capital Gains Tax, Reinvestasi

Pertanyaan Umum tentang Like-Kind Property

Apakah semua jenis aset bisa dipertukarkan sebagai Like-Kind Property?

Tidak, hanya aset-aset yang dianggap sejenis oleh peraturan perpajakan yang dapat dipertukarkan sebagai Like-Kind Property. Misalnya, properti investasi real estat dengan properti investasi real estat lainnya, namun saham dengan obligasi tidak dianggap sejenis.

Bagaimana cara kerja penundaan pajak modal dalam Like-Kind Exchange?

Penundaan pajak modal terjadi karena keuntungan dari aset yang dijual tidak diakui sebagai penghasilan kena pajak pada saat pertukaran. Dasar pengenaan pajak (basis cost) aset baru akan sama dengan basis cost aset lama, ditambah keuntungan yang ditunda.

Apakah Like-Kind Exchange berlaku untuk aset pribadi?

Umumnya, Like-Kind Exchange hanya berlaku untuk aset yang digunakan dalam tujuan investasi atau bisnis, bukan untuk aset pribadi seperti rumah tinggal utama atau mobil pribadi.