4 menit baca 889 kata Diperbarui: 15 Januari 2026
🎯 Poin Penting tentang Limit Order
- Memberikan kontrol penuh atas harga eksekusi transaksi.
- Melindungi dari eksekusi pada harga yang tidak diinginkan.
- Transaksi hanya terjadi jika harga pasar mencapai atau melampaui harga limit.
- Potensi melewatkan peluang jika harga pasar tidak pernah mencapai limit.
- Membutuhkan analisis pasar dan pemantauan yang cermat.
📑 Daftar Isi
Apa itu Limit Order?
Limit Order adalah Limit Order adalah perintah trading untuk membeli atau menjual aset pada harga spesifik atau lebih baik, memberikan kontrol harga kepada trader.
Penjelasan Lengkap tentang Limit Order
Apa itu Limit Order?
Dalam dunia trading dan investasi, Limit Order adalah sebuah instruksi yang diberikan kepada broker untuk melakukan pembelian atau penjualan suatu aset keuangan (seperti saham, forex, atau komoditas) pada harga yang telah ditentukan oleh trader, atau harga yang lebih menguntungkan bagi trader tersebut. Berbeda dengan market order yang dieksekusi pada harga pasar terbaik yang tersedia saat itu, limit order memberikan kendali penuh kepada trader mengenai harga maksimum yang bersedia dibayar saat membeli, atau harga minimum yang bersedia diterima saat menjual.
Cara Kerja Limit Order
Trader menetapkan harga limit, yaitu level harga spesifik di mana mereka ingin transaksi dieksekusi.
- Untuk Buy Limit Order: Trader menetapkan harga maksimum yang bersedia dibayar. Perintah ini hanya akan tereksekusi jika harga pasar aset turun ke level harga limit atau lebih rendah.
- Untuk Sell Limit Order: Trader menetapkan harga minimum yang bersedia diterima. Perintah ini hanya akan tereksekusi jika harga pasar aset naik ke level harga limit atau lebih tinggi.
Jika kondisi pasar tidak pernah mencapai atau melampaui harga limit yang ditetapkan, maka order tersebut tidak akan tereksekusi dan akan tetap terbuka hingga trader membatalkannya atau hingga kedaluwarsa (jika ada pengaturan kedaluwarsa).
Keunggulan Limit Order
Penggunaan limit order menawarkan beberapa keuntungan signifikan bagi para trader:
- Kontrol Harga: Trader dapat memastikan bahwa mereka tidak membeli aset dengan harga yang terlalu tinggi atau menjualnya dengan harga yang terlalu rendah. Ini sangat penting terutama dalam pasar yang bergejolak.
- Menghindari Slippage: Dalam kondisi pasar yang sangat volatil, harga bisa bergerak cepat. Limit order membantu menghindari 'slippage' (perbedaan antara harga yang diharapkan dan harga eksekusi aktual) yang sering terjadi pada market order.
- Strategi Trading yang Tepat: Limit order sangat berguna untuk mengeksekusi strategi trading yang membutuhkan entri atau keluar pada level harga tertentu, seperti strategi breakout atau retracement.
Kelemahan Limit Order
Meskipun menawarkan kontrol, limit order juga memiliki potensi kerugian:
- Potensi Kehilangan Peluang: Jika harga pasar tidak pernah mencapai atau melampaui harga limit yang ditetapkan, maka transaksi tidak akan terjadi. Ini bisa berarti trader melewatkan potensi keuntungan atau kesempatan untuk membeli aset yang diinginkan.
- Eksekusi Tidak Terjamin: Tidak ada jaminan bahwa order akan tereksekusi. Ini berbeda dengan market order yang hampir selalu tereksekusi (meskipun mungkin pada harga yang kurang ideal).
- Risiko Melompatnya Harga: Dalam pasar yang sangat dinamis, harga bisa saja 'melompat' melewati harga limit yang ditetapkan tanpa pernah menyentuhnya, sehingga order tidak tereksekusi.
Optimalisasi Penggunaan Limit Order
Untuk memaksimalkan manfaat limit order, trader disarankan untuk:
- Melakukan analisis pasar yang mendalam terhadap aset yang diminati.
- Mempertimbangkan volatilitas dan likuiditas aset.
- Terus memantau pergerakan harga dan memperbarui harga limit jika diperlukan sesuai dengan kondisi pasar terkini.
Cara Menggunakan Limit Order
Gunakan Limit Order untuk membeli di bawah harga pasar saat ini atau menjual di atas harga pasar saat ini, memberikan kontrol atas harga eksekusi Anda.
- 1Identifikasi aset yang ingin Anda beli atau jual.
- 2Tentukan harga maksimum yang bersedia Anda bayar (untuk Buy Limit) atau harga minimum yang bersedia Anda terima (untuk Sell Limit).
- 3Buka platform trading Anda dan pilih opsi 'Limit Order'.
- 4Masukkan aset, jumlah, dan harga limit yang telah Anda tentukan, lalu konfirmasi order.
Contoh Penggunaan Limit Order dalam Trading
Seorang trader ingin membeli pasangan mata uang EUR/USD. Harga saat ini adalah 1.1050. Trader percaya bahwa harga akan sedikit turun sebelum naik kembali. Trader kemudian menempatkan Buy Limit Order pada harga 1.1020. Jika EUR/USD turun ke 1.1020 atau lebih rendah, order beli trader akan dieksekusi pada harga tersebut atau lebih baik. Jika harga tidak pernah turun ke 1.1020, order tidak akan tereksekusi.
Di sisi lain, seorang trader ingin menjual saham BBCA. Harga saat ini adalah Rp 9.000 per saham. Trader ingin menjualnya hanya jika harganya naik ke Rp 9.200 per saham. Trader menempatkan Sell Limit Order pada Rp 9.200. Jika harga saham BBCA naik ke Rp 9.200 atau lebih tinggi, order jual trader akan tereksekusi pada harga tersebut atau lebih baik.
Istilah Terkait
Pelajari juga istilah-istilah berikut untuk memperdalam pemahaman Anda: Market Order, Stop Order, Order Tunda, Eksekusi Order, Volatilitas Pasar, Likuiditas, Slippage, Forex Trading, Saham
Pertanyaan Umum tentang Limit Order
Apakah Limit Order selalu dieksekusi?
Tidak, Limit Order hanya akan dieksekusi jika harga pasar mencapai atau melampaui harga limit yang Anda tetapkan. Jika tidak, order tidak akan tereksekusi.
Kapan sebaiknya menggunakan Limit Order daripada Market Order?
Gunakan Limit Order jika Anda ingin kontrol penuh atas harga eksekusi dan bersedia menunggu harga yang lebih baik, terutama di pasar yang volatil. Market Order cocok jika Anda ingin eksekusi cepat tanpa peduli harga spesifik.
Apa perbedaan antara Buy Limit Order dan Sell Limit Order?
Buy Limit Order digunakan untuk membeli pada harga yang lebih rendah dari harga pasar saat ini, sedangkan Sell Limit Order digunakan untuk menjual pada harga yang lebih tinggi dari harga pasar saat ini.