5 menit baca 915 kata Diperbarui: 15 Januari 2026
🎯 Poin Penting tentang Limit Order Book
- Limit Order Book menampilkan semua pesanan beli (bid) dan jual (ask) yang aktif.
- Ini membantu trader memahami likuiditas pasar dan sentimen.
- Pertemuan antara pesanan beli dan jual memicu eksekusi transaksi.
- Analisis LOB dapat membantu dalam menentukan strategi trading.
- Pesanan diurutkan berdasarkan harga, dengan penawaran tertinggi atau permintaan terendah di posisi teratas.
📑 Daftar Isi
Apa itu Limit Order Book?
Limit Order Book adalah Limit Order Book adalah daftar pesanan beli dan jual yang terorganisir berdasarkan harga dan jumlah aset di bursa atau platform trading.
Penjelasan Lengkap tentang Limit Order Book
Limit Order Book (LOB) merupakan komponen fundamental dalam ekosistem trading dan investasi modern. Secara esensial, LOB adalah sebuah daftar dinamis yang mencatat seluruh pesanan beli (buy order) dan pesanan jual (sell order) yang belum dieksekusi di suatu bursa atau platform trading. Daftar ini berfungsi sebagai cerminan langsung dari kekuatan penawaran dan permintaan untuk aset tertentu pada waktu tertentu.
Struktur dan Komponen Limit Order Book
Limit Order Book secara umum terbagi menjadi dua sisi utama:
- Sisi Bid (Pesanan Beli): Menampilkan daftar pesanan dari para trader yang ingin membeli aset. Pesanan ini diurutkan dari harga tertinggi ke terendah. Trader yang menempatkan pesanan beli biasanya berharap untuk membeli aset pada harga yang lebih rendah dari harga pasar saat ini.
- Sisi Ask/Offer (Pesanan Jual): Menampilkan daftar pesanan dari para trader yang ingin menjual aset. Pesanan ini diurutkan dari harga terendah ke tertinggi. Trader yang menempatkan pesanan jual biasanya berharap untuk menjual aset pada harga yang lebih tinggi dari harga pasar saat ini.
Setiap entri dalam LOB mencakup informasi krusial seperti harga yang diinginkan oleh trader dan jumlah (volume) aset yang ingin dibeli atau dijual pada harga tersebut.
Bagaimana Transaksi Terjadi?
Eksekusi transaksi terjadi ketika ada kecocokan antara pesanan beli dan pesanan jual. Misalnya, jika harga pasar Bitcoin adalah $10.000, seorang trader dapat menempatkan pesanan beli (limit order) pada harga $9.800. Jika ada trader lain yang menawarkan untuk menjual Bitcoin pada harga $9.800, maka pesanan beli tersebut akan bertemu dengan pesanan jual, dan transaksi akan segera dieksekusi pada harga $9.800.
Peran Limit Order Book dalam Likuiditas Pasar
LOB adalah indikator utama dari likuiditas pasar. Pasar yang likuid memiliki banyak pesanan beli dan jual yang aktif dengan selisih harga (spread) yang sempit. Semakin besar total volume aset yang terdaftar di LOB, semakin tinggi likuiditas pasar. Likuiditas yang tinggi memungkinkan trader untuk melakukan transaksi dengan cepat tanpa menyebabkan pergerakan harga yang signifikan, serta mendapatkan harga yang lebih mendekati preferensi mereka.
Manfaat Analisis Limit Order Book
Para trader profesional dan investor seringkali menggunakan LOB sebagai alat analisis untuk:
- Memahami Sentimen Pasar: Proporsi antara pesanan beli dan jual dapat memberikan gambaran tentang apakah pasar cenderung bullish atau bearish.
- Mengidentifikasi Potensi Level Harga: Level harga dengan volume pesanan yang besar seringkali bertindak sebagai support (batas bawah) atau resistance (batas atas).
- Menentukan Waktu Entry dan Exit: Dengan memantau LOB, trader dapat mengantisipasi pergerakan harga dan menempatkan pesanan pada waktu yang optimal.
- Mendeteksi Manipulasi Pasar: Perubahan drastis pada LOB yang tidak didukung oleh berita fundamental dapat menjadi indikasi adanya upaya manipulasi.
Cara Menggunakan Limit Order Book
Trader menggunakan Limit Order Book untuk menganalisis kedalaman pasar, likuiditas, dan mengidentifikasi level harga penting guna membuat keputusan trading yang lebih informatif.
- 1Akses tampilan Limit Order Book pada platform trading Anda.
- 2Perhatikan daftar pesanan beli (bid) dan jual (ask) beserta volumenya.
- 3Identifikasi harga teratas dari pesanan beli (best bid) dan harga terendah dari pesanan jual (best ask) untuk melihat spread pasar.
- 4Amati volume pesanan pada level harga tertentu untuk mengidentifikasi potensi support dan resistance.
- 5Gunakan informasi ini untuk menempatkan limit order Anda pada harga yang strategis atau untuk mengkonfirmasi arah tren pasar.
Contoh Penggunaan Limit Order Book dalam Trading
Seorang trader mata uang melihat Limit Order Book untuk pasangan EUR/USD. Ia melihat bahwa ada volume pesanan jual yang besar pada harga 1.1050, menunjukkan adanya area resistance yang kuat. Di sisi lain, terdapat pula volume pesanan beli yang signifikan pada harga 1.1020, mengindikasikan potensi area support. Berdasarkan analisis ini, trader memutuskan untuk menempatkan limit buy order pada harga 1.1025, sedikit di atas support terdekat, dengan harapan harga akan naik dari level tersebut. Ia juga menyiapkan stop loss order di bawah 1.1020 untuk membatasi potensi kerugian jika support ditembus.
Istilah Terkait
Pelajari juga istilah-istilah berikut untuk memperdalam pemahaman Anda: Limit Order, Market Order, Bid Price, Ask Price, Spread, Likuiditas Pasar, Order Book Depth, Stop Loss Order
Pertanyaan Umum tentang Limit Order Book
Apa perbedaan antara Limit Order Book dan Order Book biasa?
Istilah 'Limit Order Book' dan 'Order Book' seringkali digunakan secara bergantian. Keduanya merujuk pada daftar pesanan beli dan jual yang belum tereksekusi. Namun, 'Limit Order Book' secara eksplisit menekankan bahwa pesanan yang terdaftar adalah 'limit order' (pesanan dengan harga yang ditentukan), berbeda dengan 'market order' yang dieksekusi segera pada harga pasar terbaik.
Bagaimana cara membaca Limit Order Book untuk memprediksi pergerakan harga?
Trader dapat mengamati konsentrasi volume pada level harga tertentu. Volume besar pada level jual dapat menjadi resistance, sementara volume besar pada level beli dapat menjadi support. Perubahan cepat pada volume atau harga juga bisa mengindikasikan pergerakan harga yang akan datang.
Apakah Limit Order Book hanya digunakan di pasar saham?
Tidak, Limit Order Book digunakan di berbagai pasar keuangan, termasuk pasar forex, komoditas, derivatif, dan aset kripto, di mana pun terdapat bursa atau platform trading yang memfasilitasi pencocokan pesanan secara terpusat.