4 menit baca 700 kata Diperbarui: 15 Januari 2026

🎯 Poin Penting tentang Liquidating Dividend

  • Liquidating Dividend dibagikan saat perusahaan menghentikan operasional dan melakukan likuidasi.
  • Tujuannya adalah mengembalikan sebagian atau seluruh modal yang diinvestasikan pemegang saham.
  • Dibagikan setelah semua kewajiban perusahaan (hutang, biaya) telah dibayar.
  • Seringkali menjadi indikasi kesulitan keuangan signifikan pada perusahaan.
  • Membutuhkan persetujuan pemegang saham sebelum dibagikan.

📑 Daftar Isi

Apa itu Liquidating Dividend?

Liquidating Dividend adalah Dividen yang dibagikan perusahaan kepada pemegang saham saat menghentikan operasional (likuidasi) untuk mengembalikan modal investasi.

Penjelasan Lengkap tentang Liquidating Dividend

Liquidating Dividend, atau dividen likuidasi, adalah pembayaran yang dilakukan oleh sebuah perusahaan kepada para pemegang sahamnya ketika perusahaan tersebut mengambil keputusan untuk menghentikan seluruh operasionalnya dan melakukan proses likuidasi. Pembagian dividen ini merupakan mekanisme untuk mengembalikan sebagian atau bahkan seluruh modal yang telah diinvestasikan oleh para pemegang saham selama masa perusahaan beroperasi.

Proses Likuidasi dan Pembagian Dividen

Dalam skenario likuidasi, seluruh aset yang dimiliki oleh perusahaan akan dijual. Hasil penjualan aset ini kemudian digunakan untuk memenuhi berbagai kewajiban perusahaan. Kewajiban tersebut mencakup pembayaran hutang kepada kreditur, penyelesaian biaya operasional yang tertunda, serta segala biaya yang timbul selama proses likuidasi itu sendiri. Jika setelah seluruh kewajiban tersebut terpenuhi masih terdapat sisa aset, maka sisa aset inilah yang akan didistribusikan kepada para pemegang saham dalam bentuk liquidating dividend.

Indikasi dan Penyebab Likuidasi

Munculnya liquidating dividend seringkali menjadi pertanda bahwa perusahaan sedang menghadapi kesulitan keuangan yang cukup serius dan tidak lagi mampu untuk melanjutkan kegiatan operasionalnya. Beberapa faktor yang dapat mendorong sebuah perusahaan untuk melakukan likuidasi meliputi:

  • Kinerja bisnis yang terus-menerus memburuk.
  • Mengalami kerugian finansial yang besar dan berkelanjutan.
  • Kegagalan dalam upaya restrukturisasi bisnis.
  • Adanya perubahan signifikan dalam kebijakan perusahaan atau kondisi pasar yang membuat operasional bisnis tidak lagi ekonomis atau layak.

Prosedur dan Dampak Bagi Pemegang Saham

Keputusan untuk membagikan liquidating dividend harus melalui persetujuan resmi dari para pemegang saham. Setelah dividen ini dibagikan, perusahaan secara resmi akan menghentikan seluruh aktivitas operasionalnya, dan saham perusahaan tersebut akan dihapus dari daftar bursa efek (delisting).

Bagi para pemegang saham, penerimaan liquidating dividend bisa memiliki dampak yang beragam. Di satu sisi, ini bisa dianggap sebagai berita baik karena dapat membantu mengurangi kerugian investasi yang dialami, mengingat sebagian dari aset perusahaan yang dijual dikembalikan kepada mereka. Namun, di sisi lain, dividen ini juga merupakan indikasi kuat bahwa investasi yang mereka tanamkan tidak berhasil dan mengalami kerugian yang substansial.

Secara ringkas, liquidating dividend adalah mekanisme pengembalian modal kepada pemegang saham saat perusahaan mengakhiri eksistensinya, yang umumnya disebabkan oleh kendala finansial.

Cara Menggunakan Liquidating Dividend

Bagi investor, memahami liquidating dividend penting untuk mengevaluasi kembali investasi yang berpotensi terancam. Ini bukan dividen rutin, melainkan sinyal akhir dari sebuah perusahaan.

  1. 1Identifikasi berita atau pengumuman perusahaan mengenai potensi likuidasi.
  2. 2Periksa laporan keuangan perusahaan untuk memahami aset yang tersisa setelah kewajiban.
  3. 3Evaluasi nilai liquidating dividend yang diperkirakan akan diterima dibandingkan dengan modal investasi awal.
  4. 4Pertimbangkan implikasi pajak dari penerimaan liquidating dividend.
  5. 5Ambil keputusan strategis apakah akan mempertahankan saham atau menjualnya sebelum likuidasi penuh.

Contoh Penggunaan Liquidating Dividend dalam Trading

Perusahaan 'XYZ Tbk' mengumumkan akan menghentikan operasinya karena kerugian besar. Setelah menjual semua asetnya senilai Rp 100 miliar dan melunasi hutang Rp 70 miliar serta biaya likuidasi Rp 5 miliar, tersisa Rp 25 miliar. Jika XYZ Tbk memiliki 10 juta lembar saham, maka setiap pemegang saham akan menerima liquidating dividend sebesar Rp 2.500 per lembar saham. Investor yang sebelumnya membeli saham di harga Rp 10.000 per lembar, kini menerima pengembalian sebagian modal investasinya.

Istilah Terkait

Pelajari juga istilah-istilah berikut untuk memperdalam pemahaman Anda: Likuidasi, Dividen, Pemegang Saham, Aset Perusahaan, Kewajiban Perusahaan, Delisting Saham, Investor

Pertanyaan Umum tentang Liquidating Dividend

Apakah liquidating dividend sama dengan dividen biasa?

Tidak. Dividen biasa dibagikan dari laba bersih perusahaan yang sedang beroperasi, sedangkan liquidating dividend dibagikan saat perusahaan menghentikan operasionalnya dan menjual asetnya.

Siapa yang berhak menerima liquidating dividend?

Pemegang saham perusahaan yang melakukan likuidasi berhak menerima liquidating dividend, setelah semua kewajiban perusahaan dibayar lunas.

Apakah menerima liquidating dividend berarti tidak rugi sama sekali?

Belum tentu. Besaran liquidating dividend tergantung pada sisa aset setelah semua kewajiban dibayar. Investor mungkin masih mengalami kerugian jika nilai dividen yang diterima lebih kecil dari modal investasi awalnya.