4 menit baca 840 kata Diperbarui: 15 Januari 2026

🎯 Poin Penting tentang Liquidation Margin

  • Liquidation margin adalah batas dana minimum yang harus ada di akun trading.
  • Jika saldo akun turun di bawah batas ini, broker akan menutup posisi secara otomatis.
  • Tingkat liquidation margin sangat dipengaruhi oleh rasio leverage yang digunakan.
  • Tujuannya adalah untuk membatasi kerugian maksimum bagi trader dan broker.
  • Memahami liquidation margin krusial untuk manajemen risiko yang efektif.

📑 Daftar Isi

Apa itu Liquidation Margin?

Liquidation Margin adalah Jumlah dana minimum di akun trading yang harus dijaga agar posisi tidak ditutup otomatis oleh broker saat kerugian melebihi batas tertentu.

Penjelasan Lengkap tentang Liquidation Margin

Apa Itu Liquidation Margin?

Dalam dunia trading forex dan investasi lainnya, Liquidation Margin (atau Margin Likuidasi) merujuk pada sejumlah dana minimum yang wajib dipertahankan dalam akun trading Anda. Dana ini berfungsi sebagai pengaman agar posisi trading yang sedang aktif tidak ditutup secara paksa oleh broker.

Ketika nilai ekuitas akun trading Anda turun hingga menyentuh atau bahkan melampaui batas liquidation margin, platform trading atau broker akan secara otomatis melikuidasi (menutup) posisi Anda. Tindakan ini dilakukan untuk mencegah kerugian lebih lanjut yang berpotensi menghabiskan seluruh dana di akun Anda.

Hubungan dengan Leverage

Penentuan besaran liquidation margin sangat erat kaitannya dengan penggunaan leverage. Leverage adalah fasilitas pinjaman yang diberikan oleh broker kepada trader, yang memungkinkan mereka untuk membuka posisi trading dengan nilai yang jauh lebih besar daripada modal yang sebenarnya mereka miliki. Meskipun leverage dapat memperbesar potensi keuntungan, ia juga secara signifikan meningkatkan risiko kerugian.

Semakin tinggi rasio leverage yang Anda gunakan, semakin kecil margin awal yang dibutuhkan untuk membuka posisi. Namun, ini juga berarti bahwa akun Anda akan lebih rentan mencapai batas liquidation margin ketika pasar bergerak melawan posisi Anda.

Mekanisme Kerja dan Perlindungan

Contoh sederhana: Jika seorang trader menggunakan leverage 1:100 dan ingin membuka posisi senilai $10.000, ia mungkin hanya memerlukan margin awal sebesar $100. Namun, jika kerugian pada posisi tersebut terus bertambah dan nilai ekuitas akun mendekati atau mencapai level liquidation margin yang ditetapkan oleh broker, maka broker akan mengambil tindakan.

Tindakan penutupan posisi otomatis ini bertujuan untuk:

  • Melindungi Trader: Mencegah trader mengalami kerugian yang lebih besar dari modal yang tersedia di akun.
  • Melindungi Broker: Memastikan bahwa broker tidak menanggung kerugian melebihi jumlah dana yang dijaminkan oleh trader.

Oleh karena itu, sangat penting bagi setiap trader untuk memahami dengan baik berapa tingkat liquidation margin yang berlaku pada akun mereka dan selalu memantau saldo akun serta pergerakan pasar untuk menghindari likuidasi yang tidak diinginkan.

Cara Menggunakan Liquidation Margin

Memantau dan memahami tingkat liquidation margin sangat penting untuk mengelola risiko dan menghindari penutupan posisi yang tidak diinginkan.

  1. 11. Pahami Tingkat Margin Anda: Ketahui berapa tingkat margin awal (initial margin) dan margin pemeliharaan (maintenance margin) yang ditetapkan oleh broker Anda.
  2. 22. Perhatikan Level Likuidasi: Cari tahu berapa persentase atau nilai saldo akun yang menjadi ambang batas liquidation margin.
  3. 33. Pantau Ekuitas Akun: Selalu perhatikan nilai ekuitas akun Anda secara real-time, terutama saat pasar bergerak volatil.
  4. 44. Gunakan Stop Loss: Pasang order stop loss untuk membatasi kerugian sebelum akun Anda mencapai liquidation margin.
  5. 55. Kelola Ukuran Posisi: Sesuaikan ukuran posisi trading Anda agar sesuai dengan rasio leverage dan modal yang Anda miliki untuk menghindari margin call.
  6. 66. Tambahkan Dana Jika Perlu: Jika saldo akun mendekati batas liquidation margin, pertimbangkan untuk menambah dana (deposit) atau menutup sebagian posisi untuk mengurangi risiko.

Contoh Penggunaan Liquidation Margin dalam Trading

Misalkan seorang trader memiliki akun dengan saldo $1.000 dan menggunakan leverage 1:50. Broker menetapkan liquidation margin pada 50% dari margin yang digunakan.

Trader membuka posisi senilai $5.000. Margin awal yang dibutuhkan adalah $5.000 / 50 = $100. Margin pemeliharaan yang harus dijaga agar tidak likuidasi adalah 50% dari $100, yaitu $50.

Namun, akun trader memiliki dana total $1.000. Jika posisi mengalami kerugian, ekuitas akun akan berkurang. Jika ekuitas akun turun hingga mencapai $50 (atau saldo akun secara keseluruhan turun hingga mendekati nilai kerugian yang membuat margin pemeliharaan tidak terpenuhi), broker akan melakukan likuidasi otomatis untuk mencegah kerugian lebih lanjut.

Trader yang cerdas akan memantau kerugiannya dan mungkin menutup posisi secara manual atau memasang stop loss sebelum ekuitas akun mencapai level kritis tersebut, untuk menghindari penutupan paksa oleh broker.

Istilah Terkait

Pelajari juga istilah-istilah berikut untuk memperdalam pemahaman Anda: Margin Awal, Margin Pemeliharaan, Leverage, Margin Call, Ekuitas Akun, Stop Loss, Broker

Pertanyaan Umum tentang Liquidation Margin

Apa perbedaan antara Liquidation Margin dan Margin Call?

Margin Call adalah peringatan dari broker bahwa saldo akun Anda mendekati tingkat margin pemeliharaan yang dibutuhkan. Liquidation Margin adalah batas di mana broker akan secara otomatis menutup posisi Anda untuk mencegah kerugian lebih lanjut.

Apakah semua broker memiliki tingkat Liquidation Margin yang sama?

Tidak, tingkat liquidation margin dapat bervariasi antar broker. Penting untuk selalu memeriksa kebijakan dan ketentuan yang ditetapkan oleh broker Anda.

Bagaimana cara menghindari Liquidation Margin?

Cara terbaik adalah dengan mengelola ukuran posisi trading Anda dengan bijak, menggunakan leverage secara hati-hati, memantau ekuitas akun Anda secara teratur, dan selalu memasang order stop loss untuk membatasi kerugian potensial.