4 menit baca 806 kata Diperbarui: 15 Januari 2026

🎯 Poin Penting tentang Liquidation Preference

  • Liquidation preference memberikan hak pembayaran prioritas kepada investor tertentu saat perusahaan dilikuidasi atau merger.
  • Investor dengan hak ini menerima pengembalian investasi sebelum pemegang saham biasa.
  • Terdapat dua jenis utama: pari-passu (pembayaran setara) dan participating (pembayaran prioritas ditambah partisipasi sisa aset).
  • Meningkatkan keamanan investasi bagi pemegang saham preferen, namun dapat mengurangi potensi keuntungan pemegang saham biasa.
  • Menetapkan urutan prioritas pembayaran aset perusahaan dalam situasi finansial genting.

📑 Daftar Isi

Apa itu Liquidation Preference?

Liquidation Preference adalah Hak prioritas investor pada aset perusahaan saat likuidasi/merger, dibayarkan sebelum pemegang saham biasa.

Penjelasan Lengkap tentang Liquidation Preference

Liquidation Preference adalah sebuah klausul penting dalam perjanjian investasi, terutama yang berkaitan dengan saham preferen di perusahaan swasta atau startup. Istilah ini secara fundamental mengacu pada hak yang diberikan kepada pemegang saham preferen untuk menerima pengembalian investasi mereka dari aset perusahaan sebelum pemegang saham biasa menerima bagian mereka, dalam skenario likuidasi, penjualan, atau merger perusahaan.

Apa Itu Liquidation Preference?

Dalam konteks bisnis dan keuangan, terutama di pasar modal dan investasi startup, liquidation preference menetapkan urutan prioritas pembayaran ketika aset perusahaan didistribusikan. Ini biasanya terjadi dalam situasi di mana perusahaan menjual seluruh asetnya, merger dengan entitas lain, atau mengalami kebangkrutan dan asetnya dilikuidasi. Pemegang saham preferen, yang seringkali adalah investor awal seperti modal ventura (venture capital) atau angel investor, memiliki hak untuk mendapatkan kembali uang yang mereka investasikan terlebih dahulu.

Jenis-Jenis Liquidation Preference

Terdapat dua jenis utama dari liquidation preference yang umum ditemui:

  • Liquidation Preference Pari-Passu: Dalam jenis ini, pemegang saham preferen berhak menerima pengembalian investasi mereka dalam jumlah yang sama (pari-passu) dengan pemegang saham biasa, setelah semua kewajiban perusahaan kepada kreditur dan pihak ketiga lainnya telah dipenuhi. Namun, mereka tetap mendapatkan prioritas di atas pemegang saham biasa. Jika nilai aset yang tersedia melebihi jumlah total investasi pemegang saham preferen, sisa aset akan dibagikan kepada semua pemegang saham (preferen dan biasa) berdasarkan proporsi kepemilikan mereka.
  • Liquidation Preference Participating: Jenis ini memberikan keuntungan lebih besar kepada pemegang saham preferen. Mereka pertama-tama berhak mendapatkan kembali seluruh jumlah investasi awal mereka (disebut sebagai 'liquidation preference'). Setelah itu, mereka juga berhak untuk berpartisipasi dalam sisa pembagian aset perusahaan bersama dengan pemegang saham biasa, berdasarkan persentase kepemilikan saham mereka. Ini berarti pemegang saham preferen bisa mendapatkan pengembalian dua kali lipat dari investasi awal mereka dalam kondisi tertentu.

Implikasi Liquidation Preference

Liquidation preference dirancang untuk melindungi investor yang mengambil risiko lebih tinggi di tahap awal pendanaan perusahaan. Ini dapat memberikan rasa aman dan jaminan pengembalian modal, terutama jika perusahaan mengalami kesulitan finansial atau tidak mencapai valuasi yang diharapkan saat keluar (exit). Namun, bagi pemegang saham biasa, terutama para pendiri dan karyawan yang memegang saham biasa, adanya liquidation preference dapat secara signifikan mengurangi atau bahkan menghilangkan peluang mereka untuk mendapatkan imbal hasil dari investasi atau kepemilikan saham mereka, terutama jika nilai perusahaan saat likuidasi hanya cukup untuk memenuhi klaim pemegang saham preferen.

Dalam praktiknya, liquidation preference seringkali dinegosiasikan secara ketat antara perusahaan dan investor. Klausul ini menjadi salah satu faktor krusial dalam struktur kepemilikan dan potensi imbal hasil bagi semua pihak yang terlibat dalam sebuah perusahaan.

Cara Menggunakan Liquidation Preference

Memahami liquidation preference sangat penting bagi investor dan pendiri perusahaan saat melakukan negosiasi pendanaan dan struktur kepemilikan saham.

  1. 1Langkah 1: Identifikasi jenis liquidation preference yang ditawarkan (pari-passu atau participating).
  2. 2Langkah 2: Pahami besaran pengembalian yang dijamin (misalnya, 1x, 2x investasi awal).
  3. 3Langkah 3: Evaluasi potensi skenario terburuk (likuidasi/penjualan dengan nilai rendah) dan dampaknya terhadap pengembalian Anda.
  4. 4Langkah 4: Pertimbangkan bagaimana liquidation preference mempengaruhi potensi imbal hasil pemegang saham lain, terutama pemegang saham biasa.

Contoh Penggunaan Liquidation Preference dalam Trading

Sebuah startup teknologi menerima pendanaan dari investor modal ventura dengan ketentuan liquidation preference 1x participating. Investor menanamkan modal sebesar $5 juta. Jika perusahaan kemudian dijual seharga $15 juta, investor akan menerima kembali $5 juta investasinya terlebih dahulu. Sisa $10 juta akan dibagikan antara investor (sebagai pemegang saham preferen) dan pemegang saham biasa lainnya, sesuai dengan persentase kepemilikan mereka. Dalam contoh ini, investor berpotensi mendapatkan lebih dari sekadar pengembalian modal awal.

Istilah Terkait

Pelajari juga istilah-istilah berikut untuk memperdalam pemahaman Anda: saham preferen, saham biasa, modal ventura, angel investor, likuidasi, merger, valuasi perusahaan, exit strategy

Pertanyaan Umum tentang Liquidation Preference

Apa perbedaan utama antara liquidation preference pari-passu dan participating?

Liquidation preference pari-passu mengembalikan investasi prioritas setara dengan pemegang saham biasa, sementara participating mengembalikan investasi prioritas dan juga memungkinkan partisipasi dalam sisa aset.

Apakah liquidation preference hanya berlaku untuk startup?

Meskipun umum di startup dan perusahaan swasta, prinsip prioritas pembayaran aset dapat muncul dalam berbagai struktur keuangan dan perjanjian investasi.

Bagaimana liquidation preference mempengaruhi pendiri perusahaan?

Bagi pendiri yang memegang saham biasa, liquidation preference dapat mengurangi potensi keuntungan mereka jika perusahaan dijual dengan nilai yang tidak terlalu tinggi, karena investor preferen akan dibayar terlebih dahulu.