4 menit baca 764 kata Diperbarui: 15 Januari 2026
🎯 Poin Penting tentang Listed Option
- Listed Option diperdagangkan di bursa terorganisir, bukan pasar over-the-counter (OTC).
- Menawarkan transparansi harga dan volume perdagangan yang tinggi.
- Terdapat dua jenis utama: Call Option (hak beli) dan Put Option (hak jual).
- Memberikan hak, bukan kewajiban, kepada pemegang opsi.
- Melibatkan risiko kehilangan modal, sehingga memerlukan pemahaman strategi yang baik.
📑 Daftar Isi
Apa itu Listed Option?
Listed Option adalah Listed Option adalah kontrak derivatif yang diperdagangkan di bursa, memberikan hak beli/jual aset dasar pada harga & waktu tertentu. Menawarkan transparansi & likuiditas tinggi.
Penjelasan Lengkap tentang Listed Option
Listed Option, atau yang dikenal sebagai Opsi Terdaftar, adalah instrumen keuangan derivatif yang diperdagangkan secara publik di bursa berjangka atau bursa saham yang terorganisir. Berbeda dengan opsi over-the-counter (OTC) yang diperdagangkan secara privat, Listed Option memiliki standar yang jelas dan tunduk pada regulasi bursa.
Kontrak ini memberikan hak, bukan kewajiban, kepada pembelinya untuk membeli (dalam kasus call option) atau menjual (dalam kasus put option) aset dasar pada harga yang telah ditentukan, yang dikenal sebagai harga pelaksanaan (strike price), sebelum atau pada tanggal kedaluwarsa tertentu.
Karakteristik Utama Listed Option:
- Perdagangan di Bursa: Diperdagangkan di bursa terpusat seperti bursa saham atau bursa derivatif.
- Standarisasi Kontrak: Memiliki spesifikasi kontrak yang standar mengenai ukuran kontrak, tanggal kedaluwarsa, dan harga pelaksanaan.
- Transparansi Tinggi: Harga, volume, dan data perdagangan lainnya tersedia secara publik, memungkinkan semua peserta pasar melihat aktivitas perdagangan.
- Likuiditas Tinggi: Karena diperdagangkan di bursa, Listed Option umumnya lebih likuid dibandingkan opsi OTC, memudahkan pembelian dan penjualan.
- Aset Dasar yang Beragam: Aset dasar yang mendasarinya bisa bermacam-macam, termasuk saham individual, indeks saham (seperti S&P 500, NASDAQ), mata uang (forex), komoditas, atau bahkan kontrak berjangka.
Jenis-jenis Listed Option:
- Call Option (Opsi Panggilan): Memberikan hak kepada pembeli untuk membeli aset dasar pada harga pelaksanaan. Pembeli call option berharap harga aset dasar akan naik di atas harga pelaksanaan.
- Put Option (Opsi Jualan): Memberikan hak kepada pembeli untuk menjual aset dasar pada harga pelaksanaan. Pembeli put option berharap harga aset dasar akan turun di bawah harga pelaksanaan.
Perdagangan Listed Option menawarkan fleksibilitas dan potensi keuntungan yang signifikan, namun juga melibatkan risiko yang perlu dipahami dengan baik. Trader harus memiliki pemahaman mendalam tentang pergerakan pasar, strategi opsi, dan manajemen risiko untuk meminimalkan potensi kerugian.
Cara Menggunakan Listed Option
Listed Option digunakan oleh trader dan investor untuk berbagai tujuan, termasuk spekulasi pergerakan harga, lindung nilai (hedging), atau menghasilkan pendapatan tambahan.
- 1Identifikasi aset dasar yang ingin diperdagangkan (saham, indeks, forex).
- 2Tentukan pandangan pasar Anda (bullish, bearish, atau netral).
- 3Pilih jenis opsi yang sesuai (call jika Anda bullish, put jika Anda bearish).
- 4Pilih harga pelaksanaan (strike price) dan tanggal kedaluwarsa yang sesuai dengan strategi dan pandangan pasar Anda.
- 5Beli atau jual kontrak opsi di bursa yang terdaftar.
- 6Pantau pergerakan harga aset dasar dan nilai opsi Anda.
- 7Putuskan untuk mengeksekusi hak opsi, menjual opsi sebelum kedaluwarsa, atau membiarkannya kedaluwarsa.
Contoh Penggunaan Listed Option dalam Trading
Seorang trader percaya bahwa harga saham PT ABC (saat ini diperdagangkan di Rp 5.000) akan naik dalam dua bulan ke depan. Trader tersebut memutuskan untuk membeli call option saham PT ABC dengan harga pelaksanaan Rp 5.200 yang jatuh tempo dalam dua bulan, dengan premi Rp 100 per lembar saham. Jika harga saham PT ABC naik menjadi Rp 5.500 sebelum tanggal kedaluwarsa, trader dapat mengeksekusi haknya untuk membeli saham di Rp 5.200 dan menjualnya di pasar seharga Rp 5.500, menghasilkan keuntungan bersih (setelah dikurangi premi) sebesar Rp 200 per lembar saham. Namun, jika harga saham tidak naik di atas Rp 5.200 + Rp 100 (biaya premi), maka opsi tersebut akan kedaluwarsa tanpa nilai dan trader akan kehilangan premi yang telah dibayarkan.
Istilah Terkait
Pelajari juga istilah-istilah berikut untuk memperdalam pemahaman Anda: Opsi Panggilan (Call Option), Opsi Jualan (Put Option), Harga Pelaksanaan (Strike Price), Tanggal Kedaluwarsa (Expiration Date), Premi Opsi (Option Premium), Aset Dasar (Underlying Asset), Bursa Derivatif, Hedging, Spekulasi
Pertanyaan Umum tentang Listed Option
Apa perbedaan utama antara Listed Option dan Opsi OTC?
Listed Option diperdagangkan di bursa terorganisir dengan transparansi dan likuiditas tinggi, sedangkan Opsi OTC diperdagangkan secara privat antara dua pihak dan kurang transparan.
Apakah Listed Option hanya tersedia untuk saham?
Tidak, Listed Option dapat diperdagangkan untuk berbagai aset dasar seperti indeks saham, mata uang (forex), komoditas, dan kontrak berjangka.
Apakah saya wajib membeli atau menjual aset dasar jika memiliki Listed Option?
Tidak, sebagai pemegang opsi, Anda memiliki hak, bukan kewajiban. Anda dapat memilih untuk mengeksekusi hak Anda, menjual opsi sebelum kedaluwarsa, atau membiarkannya kedaluwarsa jika tidak menguntungkan.